Baru Digunakan Seminggu Ban Mobil Ini Kondisinya Sudah Mengenaskan, Kenapa?

Angga Roni Priambodo, Praba Mustika

Rabu, 28 Agustus 2019 | 13:55 WIB
Baru Digunakan Seminggu Ban Mobil Ini Kondisinya Sudah Mengenaskan, Kenapa?
Baru Dipakai Seminggu Ban Mobil Kondisinya Mengenaskan. (Facebook/Dwi)

Suara.com - Memilih ban mobil tentu tidak boleh sembarangan karena sangat berpengaruh dengan keselamatan. Lantas apa yang terjadi dengan ban mobil yang baru digunakan selama satu minggu, tapi kondisinya sudah begitu mengenaskan seperti ini?

Warganet bernama Dwi membagikan pengalamannya di jejaring Facebook. Ia mengunggah foto ban mobil yang kondisinya sudah sangat mengenaskan, rusak cukup parah seperti habis mengalami lakalantas.

"Mobil orang tua di tol baru, posisi Lampung. Ban Dun*** SP10, baru beli seminggu kemarin, produksi 2019. Kok bisa seperti ini ya mbah? Kira-kira kenapa ya? Ini masih proses ganti ban serep. Saya masih mantau dari Kabupaten lain. Apa karena kebanyakan isi angin? Terakhir seingat saya tekanan ban belakang 36 dengan angin nitrogen. Oh iya, penumpangnya empat orang dewasa termasuk sopir," jelas Dwi.

Terlepas dari masalah merek, hal seperti ini tentu jadi pertanyaan besar. Kenapa ban mobil yang baru satu minggu digunakan kondisinya sudah mengenaskan?

Baru Dipakai Seminggu Ban Mobil Kondisinya Mengenaskan. (Facebook/Dwi)
Baru Dipakai Seminggu Ban Mobil Kondisinya Mengenaskan. (Facebook/Dwi)

Terlihat pada foto yang diunggah Dwi, ban mobil sudah sobek hampir di seluruh dinding ban.

Di kolom komentar, warganet pun memberikan berbagai tanggapan kemungkinan, kenapa ban mobil tersebut kondisinya sudah cukup parah.

Sebagian besar, menduga kalau ban mobil kurang angin dan terus dipaksakan untuk melaju dengan kecepatan tinggi, sehingga merusak dinding ban.

"Sepertinya kurang angin, muatan penuh karena sobek di dinding ban," kata Haryo.

"Semua produk yang sudah SNI setahu saya ya bagus, jadi bukan masalah merek. Kalau saya lihat kondisi dari foto, rasanya ban kempes tapi tidak terasa oleh pengemudi. Terkait ban tubeles, namun jika penyebabnya paku rawan bikin bocor lebih parah jadi lama-lama makin kempes dan kena pelek. Nah, saat kena pelek baru terasa oleh pengemudi, sedang kondisi sudah terlanjut beberapa kilometer. Kira-kira gitu deh," tulis Bagus.

baca juga

Beberapa warganet lain pun memberikan saran agar pemobil yang lain tidak mengalami kejadian serupa.

"Kalau lewat tol sering-sering berhenti ke rest area diguyur air. Terlalu keras bisa meledak, terlalu lembek bikin gaya gesek bertambah panas dan bikin ketahanan ban berkurang," beber Karsono.

"Tekanan ban wajib tepat kalau dipakai di jalan tol. Nggak boleh kurang karena bahaya (dinding ban jadi lemas dan lama-lama robek akibat terus-terusan terkena beban dari mobil dan tekanan dari jalan). Kalau tekanan angin dikasih melebihi standar? Naikannya jadi keras, nggak nyaman dan kestabilan menurun karena ban kurang menggigit." Ujar Rizki.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

TKI Sopir Bus di Arab Saudi beberkan Denda Tilang, Lebih Besar dari Gajinya

TKI Sopir Bus di Arab Saudi beberkan Denda Tilang, Lebih Besar dari Gajinya

Otomotif | Rabu, 28 Agustus 2019 | 11:50 WIB

Digas Cucunya, Tangan Nenek di Banyuwangi Terjepit Roda Motor

Digas Cucunya, Tangan Nenek di Banyuwangi Terjepit Roda Motor

Otomotif | Rabu, 28 Agustus 2019 | 10:29 WIB

Tersangkut di Perlintasan KA Banyumas, Evakuasi Truk Ini Bikin Deg-degan

Tersangkut di Perlintasan KA Banyumas, Evakuasi Truk Ini Bikin Deg-degan

Otomotif | Rabu, 28 Agustus 2019 | 09:35 WIB

Terkini

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

News | Kamis, 05 November 2026 | 23:14 WIB

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 22:44 WIB

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 22:38 WIB

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 22:34 WIB

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 22:25 WIB

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:20 WIB

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:10 WIB

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:02 WIB

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:55 WIB

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 21:52 WIB

×