Ini Arti Nama Nissan LEAF dan Kapan Rencananya Melantai di Indonesia

RR Ukirsari Manggalani
Ini Arti Nama Nissan LEAF dan Kapan Rencananya Melantai di Indonesia
Nissan LEAF yang diuji coba dalam IEMS 2019 [Suara.com/ukirsari].

Nama Nissan LEAF bikin penasaran, karena mengecoh. Sekiguchi-san sebut begini soal produk kategori non MPV ini.

Suara.com - "Jadi, leaf ini bukan daun, ya?" begitu komentar seorang tamu VIP yang semobil bersama Suara.com saat test drive Nissan LEAF kesempatan perdana di ajang Indonesia Electric Motor Show alias IEMS 2019 di Balai Kartini, Jakarta (4/9/2019)—dan sekarang dihelat kesempatan berikutnya di Karawang, Jawa Barat (9/9/2019).

Ternyata, tidak seperti diperkirakan banyak orang, "leaf" pada Nissan bukanlah daun. Namun akronim dari Leading, Environmentally friendly, Affordable, Family. Atau kurang lebih bisa diartikan sebagai tunggangan keluarga dengan harga terjangkau yang memimpin gerakan ramah lingkungan. Sehingga dalam berbagai kesempatan, nama ini memang biasa ditulis menggunakan huruf kapital seluruhnya.

Namun bila ditelaah mendalam soal akronim dengan singkatan "daun" (leaf) itu sendiri, setiap pengguna atau yang melafalkan "LEAF" juga bisa menangkap idenya: daun identik dengan warna hijau, tindakan peduli lingkungan, serta energi terbarukan untuk menciptakan lingkungan bebas polusi. Dan benar adanya, karena produk ini adalah 100 persen bertenaga listrik.

Isao Sekiguchi, President Director PT Nissan Motor Indonesia memaparkan bahwa Nissan LEAF bakal siap dipasarkan pada 2020 untuk pasar Tanah Air.

"Sampai saat ini kami juga terus ikut berdiskusi dengan para pemangku kepentingan bahwa infrastruktur atau pendukung suplai recharging battery Nissan LEAF akan sudah siap saat pengguna membutuhkan di area pengisian," papar Isao Sekiguchi.

"Bagi para pembeli tentu tersedia charger penggunaan pribadi bagi Nissan LEAF," imbuh Masayuki Ohsugi, General Manager Research and Development PT Nissan Motor Indonesia.

“Namun area pengisian lokal tetap dibutuhkan, terlebih bila ada fasilitas fast charging station dengan kemampuan pengisian durasi pendek,” ujar Masayuki Ohsugi lagi, seraya menambahkan bahwa produk Nissan LEAF adalah 100 persen bertenaga listrik.

Dan soal ujud fisik Nissan LEAF yang bukan kategori Multi-Purpose Vehicle (MPV), melainkan sedan hatchback 5-passenger, Isao Sekiguchi menyebutkan bahwa tentu saja MPV adalah salah satu terfavorit di Indonesia.

"Hal itu tidak ditampik, namun menilik kendaraan masa depan, di mana anggota keluarga inti maksimal empat atau lima orang, pilihan kategori sedan bisa disodorkan," kata Isao Sekiguchi.

"Kini keluarga di Indonesia bisa mengubah mindset. Tidak selalu MPV atau low-MPV, namun bertranformasi menjadi mobil untuk lima orang, ini senada dengan kebutuhan masa depan di Asia Oceania, termasuk masa depan customer milenial, cara berkendara dan selera mereka," pungkasnya.

Sebagai catatan, Nissan LEAF generasi pertama menggunakan baterai lithium-ion 24 kWh dan mampu menempuh jarak hingga 170 km NEDC (satuan ukur New European Driving Cycle, digunakan untuk menilai tingkat emisi mesin mobil dan ekonomi bahan bakar pada mobil penumpang, juga dikenal sebagai MVEG atau Motor Vehicle Emission Group). Untuk generasi yang dicoba oleh Suara.com, 40 kWh 350V yang sanggup melahap jarak 270 km per 315 km (NEDC) atau 322 km (JC08) per pengisian daya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS