Sowan ke Negeri Leluhur, Inilah Bingkisan dari Luis Leeds

RR Ukirsari Manggalani

Senin, 25 November 2019 | 17:32 WIB
Sowan ke Negeri Leluhur, Inilah Bingkisan dari Luis Leeds
Pebalap Formula 4 berdarah Indonesia-Australia, Luis Leeds saat berkunjung ke Jakarta, Sabtu (23/11). [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Nama Luis Leeds menghangat di media otomotif Tanah Air sepekan terakhir. Ia seorang driver Formula Four (F4) dengan dwi kewarganegaraan Australia dan Indonesia. Anak muda berusia 19 tahun yang berniat berlaga di pentas FIA Formula Two (F2) serta mengikuti development programme tim Formula One (F1) Williams membawa bendera Merah Putih.

Suara.com mendapatkan kesempatan eksklusif untuk berbincang dengan sulung dari tiga bersaudara (Luis, Amelia, dan Jonathan) bernama lengkap Luis William Mahendra Leeds ini. Diseling minum teh dan adu cepat menyebutkan nama driver F1 yang pernah bergabung dengan tim Williams F1. Seperti Nigel Mansell (juara dunia 1992), Damon Hill (1996), Jacques Villeneuve (1997), hingga salah satu driver F1 kenamaan sepanjang masa, Ayrton Senna.

Ada hal mendasar, mengapa lajang yang pernah mengikuti akademi Red Bull Junior saat berusia 15 tahun (2016) itu ingin balap atas nama Indonesia. Prestasi keren terbarunya adalah juara CAMS Australian Formula 4 Championship 2019.

"Keputusan untuk turun balap atas nama Indonesia, ada banyak alasan. Namun, dibesarkan di Melbourne, Australia, saya menyadari ... setiap kali naik podium, selalu ada bendera Australia dikerek di balik punggung. Contohnya saat juara di Meksiko. Juga saat Australia Grand Prix," kata Luis Leeds mengawali kisahnya.

Lantas semakin dewasa, dengan cara pandang semakin luas, Luis Leeds yang lahir pada 6 Maret 2000 menyadari, alangkah sayangnya tidak pernah bertarung atas nama Indonesia.

"Kakek saya dari pihak ibu di Ngawi sedang sakit, dan kami berbincang-bincang. Beliau yang memberikan dukungan, "Kamu harus melakukannya sekarang. Bila ingin balap atas nama Indonesia". Mendengarnya, saya seperti diingatkan: apakah yang Indonesia bisa lakukan di pentas balap single seater?" lanjutnya.

Sulung tiga bersaudara itu menambahkan, hingga sekarang, Indonesia baru memiliki satu driver di pentas balap jet darat, Rio Haryanto.

"Meski waktunya singkat, siapapun yang bisa tembus ke F1 ya artinya bagus, bukan? Namun, penghargaan seperti apa diberikan padanya? Driver Indonesia belum dikenal luas dalam komunitas motorsport. Kadar disrespect atau tidak dihargainya kami sebagai driver Tanah Air kadarnya bermacam-macam, dan saya pikir: seseorang mesti meluruskannya: how to fix it. Saya ingin melakukan itu. Ini benar-benar kalimat yang datang dari dalam lubuk hati saya," tukas Luis Leeds.

Tentunya, ia tidak melenggang begitu saja. Selain bekal sebagai juara F4 Ausralia, Luis Leeds telah mengasah ilmu di akademi Red Bull Junior.

baca juga

"Sejak usia 15 tahun, saya tidak tinggal bersama keluarga lagi di Australia. Tinggal di Milton Keynes, England, untuk berguru di program khusus mereka menuju jenjang F1," tukas pemuda yang saat dijumpai mengenakan kemeja batik kesayangannya. Bernuansa merah putih!

Laman berikutnya, Luis Leeds kisahkan pengalamannya tinggal jauh dari keluarga untuk program Red Bull Junior. Di mana tim F1 nya berprestasi mengawal Sebastian Vettel menjadi juara dunia empat kali.

Ia pun bersemangat menceritakan kesehariannya selagi bergabung dalam program pencetakan calon driver balap jet darat itu.

"Begitu banyak dasar menuju F1 yang saya dapatkan dari program ini. Seperti soal bagaimana kru mempersiapkan tunggangan balap F1, simulator, sampai ke gym. Singkat kata, saya sudah dipersiapkan secara dini untuk terjun ke balap jet darat. Soal intensitas dalam dunia motorsport dan hal apakah yang dibutuhkan untuk menjadi seorang juara," tandas Luis Leeds.

Bekal dan tekad inilah yang membuatnya sowan menghadap ke kantor Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) dua kali. Yaitu di masa Kabinet Jilid I, Imam Nahrawi dan kini dalam Kabinet Indonesia Maju, Zainudin Amali.

Pebalap Formula Racing Car berdarah Indonesia-Australia, Luis Leeds Mahendra saat berkunjung ke Jakarta, Sabtu (23/11). [Suara.com/Oke Atmaja]
Pebalap Formula 4 berdarah Indonesia-Australia, Luis William Mahendra Leeds saat berkunjung ke Jakarta, Sabtu (23/11). [Suara.com/Oke Atmaja]

"Pertemuan ini sangatlah spesial, saat datang pertama, disebutkan akan ditindaklanjuti. Namun kini ternyata ada pergantian sehingga bertemu dengan Pak Menteri yang baru. Saya sampaikan siap berlaga atas nama Indonesia, juga memiliki relasi dengan tim Williams F1. Khususnya tentang kontrak dalam development programme. Yang perlu diperhatikan adalah deadline ditetapkan per 1 Desember 2019, jadi dokumen dan segala yang dibutuhkan bisa direalisasikan sebelum penetapan waktu terakhir," tukasnya lagi.

Saat ditanyakan lagi bahwa secara "tradisional" jenjang ke F1 biasanya dimulai dari F4 yang dilangsungkan secara regional atau zona benua berdasarkan aturan Fédération Internationale de l'Automobile (FIA), kemudian F3, F2, dan berpuncak di F1, Luis Leeds menjamin bahwa, "Tim saya percaya diri bahwa saya bisa skip F3 dan terjun ke F2. Di F2 ini, ada tim Williams untuk development programme dengan akses ke F1. Anak didiknya bisa menggunakan simulator milik tim F1 juga. Hal serupa sudah saya dapatkan dahulu, saat bergabung dengan tim Red Bull Junior. Sehingga saat saya terjun ke F1 nanti sudah memiliki bekal dan pengetahuan."

Hal itulah, yang membuat anak muda ini, Luis Leeds bertekad bulat untuk membawa nama Indonesia ke pentas jet darat.

"Dan, sejak 2015 bendera Indonesia sudah boleh disematkan di race suit dan tunggangan balap saya, karena bagaimanapun saya akan selalu menjadi seorang Indonesia, bukan?" tutupnya dengan suara mantap.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bakal Berlaga di Korea, Rio Haryanto Sempatkan Melongok GIIAS 2019

Bakal Berlaga di Korea, Rio Haryanto Sempatkan Melongok GIIAS 2019

Otomotif | Kamis, 25 Juli 2019 | 08:00 WIB

Awas Salfok, Begini Kerennya Rio Haryanto Bawa Pesan Lingkungan

Awas Salfok, Begini Kerennya Rio Haryanto Bawa Pesan Lingkungan

Otomotif | Rabu, 29 Mei 2019 | 07:30 WIB

Kenalkan: Ferrari 488 GT3, Tunggangan Baru Rio Haryanto

Kenalkan: Ferrari 488 GT3, Tunggangan Baru Rio Haryanto

Otomotif | Jum'at, 29 Maret 2019 | 09:00 WIB

Terkini

4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar

4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 06:37 WIB

Mengenal Kecanggihan Honda NX500 Motor Crossover Terbaru Pengganti CB500X

Mengenal Kecanggihan Honda NX500 Motor Crossover Terbaru Pengganti CB500X

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 06:09 WIB

Qatar Ungkap Kemajuan Negosiasi AS-Iran, Harga Minyak Dunia Anjlok 4 Persen

Qatar Ungkap Kemajuan Negosiasi AS-Iran, Harga Minyak Dunia Anjlok 4 Persen

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 06:05 WIB

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×