Mudik Nataru 2020: Tips di Jalan Bergelombang - Angin Kencang Tol Japek II

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Mudik Nataru 2020: Tips di Jalan Bergelombang - Angin Kencang Tol Japek II
Kendaraan petugas pemelihara tol melintas di atas jalan Tol layang Cikampek di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (4/12/2019). [Antara/Risky Andrianto]

Dengan cara mengemudi "defensive driving", kondisi jalan bergelombang dan angin kencang Tol Japek II bisa diantisipasi.

Suara.com - Libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 atau Nataru 2020 telah menanti. Bagi para pemudik atau mudikers dengan mobil pribadi, bisa memanfaatkan tol elevated terbaru. Yup, jalan tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) atau Japek Layang memang sudah dioperasikan mulai Minggu (15/12/2019). Tol khusus kendaraan pribadi golongan I ini digratiskan hingga tahun baru 2020.

Namun dengan kondisi jalan tol yang bergelombang dan berada di ketinggian, pengendara mobil yang melintas tentunya harus berhati-hati. Terlebih angin kencang pasti sudah menanti para pengguna jalan.

Hal ini, sebenarnya bisa diantisipasi. Menurut Senior Instructor Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana, angin yang datang ke arah kendaraan bisa dirasakan lewat gejala-gejala pada kendaraan. Kemudian diantisipasi dengan cara mengemudi. Itulah bagian yang disebut sebagai "defensive driving".

"Salah satunya duduk sempurna. Punggung pengemudi menyentuh sandaran secara maksimal, pada posisi ini pengendara bisa merasakan gejala keseimbangan kendaraan," kata Sony Susmana saat dihubungi Suara.com.

Sejumlah kendaraan antre memasuki Gerbang Tol Cikampek Utama, Cikampek, Jawa Barat, Kamis (30/5). [ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga]
Sejumlah kendaraan antre memasuki Gerbang Tol Cikampek Utama, Cikampek, Jawa Barat, Kamis (30/5). [ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga]

Lebih lanjut dipaparkannya, gejala hilangnya keseimbangan atas kendaraan, ada empat hal harus dirasakan, yakni: pich, roll, bounch, dan yaw. Deretan gejala itu terasa dan timbul saat kendaraan bergerak, bisa karena jalan yang bergelombang, atau terpaan angin yang datang.

"Pastikan fokus, lihat sekeliling kendaraan kenali bahaya angin yang mungkin datang. Lalu kontrol kecepatan, jangan pernah berpikir untuk menambah kecepatan yang akan membuat kondisi keseimbangan kendaraan semakin parah," paparnya.

Terakhir, ia menyarankan untuk selalu berkonsentrasi. Hal ini bertujuan agar pengendara tidak terjabak semakin jauh dalam kondisi tadi.

"Jangan panik dan pikirkan jalan keluar positif apa yang akan dilakukan. Cari tempat yang masif dan kuat untuk berhenti dan berlindung," tutup Sony Susmana.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS