Menuju Era Normal Baru, Grab Siapkan GrabProtect

RR Ukirsari Manggalani

Jum'at, 05 Juni 2020 | 15:33 WIB
Menuju Era Normal Baru, Grab Siapkan GrabProtect
Mitra pengemudi Grab akan dilengkapi dengan partisi plastik sebagai pemisah antara pengemudi dan penumpang saat pelonggaran kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berlaku. [HO/Grab Indonesia].

Suara.com - "Berdasarkan pertimbangan para ahli termasuk epidemiologi dan kesehatan masyarakat, kami menetapkan bahwa status PSBB di Jakarta diperpanjang," papar Anies Baswedan dalam konferensi pers jarak jauh yang dilakukan di Balai Kota Jakarta, Kamis (4/6/2020).

Kemudian, berdasarkan Jadwal Pembukaan Transisi Fase I yang dipaparkan Pemprov DKI, layanan transportasi dengan sepeda motor termasuk ojek online, GrabBike dan GoRide, dapat membuka 100 persen layanan mulai 8 Juni 2020.

Dikutip dari kantor berita Antara, Grab sebagai salah satu operator layanan jasa ojek online atau ojol menyatakan siap mengoperasikan kembali layanan GrabBike. Khususnya dengan menerapkan serangkaian langkah keamanan dan kebersihan GrabProtect sesuai protokol kesehatan terkait Covid-19.

"Selain itu, kami telah membentuk armada GrabCar Protect dan GrabBike Protect yang dilengkapi partisi plastik sebagai pemisah untuk meminimalisir kontak antara penumpang dan mitra pengemudi," jelas Neneng Goenadi, Managing Director Grab Indonesia, sebagaimana diterima kantor berita Antara.

Warga Bandung, Jawa Barat menyatakan sangat terbantu dengan keberadaan layanan transportasi daring khusus, yakni GrabCar Protect saat masa pandemi COVID-19 karena kendaraan transportasi online yang digunakan dilengkapi fasilitas khusus agar penumpang terhindar dari virus corona [ANTARA/HO-Grab].
Warga Bandung, Jawa Barat menyatakan sangat terbantu dengan keberadaan layanan transportasi daring khusus, yakni GrabCar Protect saat masa pandemi COVID-19 karena kendaraan transportasi online yang digunakan dilengkapi fasilitas khusus agar penumpang terhindar dari virus corona [ANTARA/HO-Grab].

Partisi plastik serta peralatan kebersihan tadi dalam beberapa minggu ke depan akan diserahterimakan kepada lebih dari 8.000 driver GrabBike.

"Kami juga akan memasang partisi plastik dan mendistribusikan lebih dari 10.000 peralatan kebersihan yang terdiri dari hand sanitizer, desinfektan kendaraan, masker wajah untuk mitra pengemudi GrabCar Protect selama sebulan mendatang," tambah Neneng Goenadi.

Adapaun tujuannya jelas untuk meminimalkan risiko penyebaran Covid-19 pada layanan transportasi Grab Indonesia. Dan selain menyiapkan peralatan kerja selaras protokol kesehatan Covid-19, untuk meningkatkan keamanan dan kebersihan dalam setiap perjalanan mitra pengemudi, Neneng Goenadi mengatakan bahwa Grab memeriksa suhu tubuh mitranya sebelum mulai beroperasi dan saat menjalankan tugasnya dengan online health declaration.

Adapun operasionalnya adalah menggunakan dua fitur in-app terbaru, berupa formulir deklarasi kesehatan dan kebersihan online serta fitur mask selfie, serta fitur pengecekan masker via swafoto (mask selfie) di seluruh pasar Grab, yang akan tersedia mulai akhir Juni 2020.

Dalam era normal baru, Neneng Goenadi menyebutkan bahwa mitra pengemudi dan penumpang bisa membatalkan pemesanan tanpa denda sebelum perjalanan dimulai, jika salah satu pihak tidak menggunakan masker. Caranya adalah dengan memilih opsi "pengemudi/penumpang tidak memakai masker (driver/passengers did not wear a mask)" sebagai alasan pembatalan.

baca juga

"Dengan alasan ini, kami tidak akan memberikan denda kepada salah satu pihak yang melaporkan," jelasnya.

Selanjutnya, dalam meningkatkan keamanan dan juga kebersihan di setiap perjalanan mitra pengemudi, Grab telah mendirikan lebih dari 40 stasiun sanitasi di Indonesia, termasuk 21 stasiun di Jakarta. Dengan hadirnya stasiun sanitasi ini, para mitra pengemudi dapat membawa kendaraan mereka masing-masing untuk disinfektasi

"Melalui langkah GrabProtect ini, kami berusaha untuk memperkenalkan rutinitas dalam berkendara kepada para mitra pengemudi, mitra pengiriman, serta penumpang kami agar perjalanan lebih aman. Kami juga ingin secara proaktif menegakkan standar kebersihan yang lebih tinggi di industri ride-hailing pada era normal baru," pungkasnya.

Catatan dari Redaksi: Mari bijaksana menerapkan aturan jaga jarak dengan orang lain atau physical distancing, sekitar 2 m persegi, menuju tata normal baru. Selalu gunakan masker setiap keluar rumah dan jaga kebersihan diri terutama cuci tangan rutin. Dengan pengertian saling bantu dan saling dukung, kita bisa mengatasi pandemi Corona Virus Disease atau Covid-19. Suara.com bergabung dalam aksi #MediaLawanCOVID-19. Informasi seputar Covid-19 bisa diperoleh di Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081-2121-23119

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terapkan Protokol Kesehatan, Layanan Kir Yogyakarta Buka Kembali

Terapkan Protokol Kesehatan, Layanan Kir Yogyakarta Buka Kembali

Otomotif | Selasa, 02 Juni 2020 | 16:10 WIB

Mercedes-Benz Terapkan Konsep Kenormalan Baru, Bentuknya Begini

Mercedes-Benz Terapkan Konsep Kenormalan Baru, Bentuknya Begini

Otomotif | Kamis, 28 Mei 2020 | 14:00 WIB

Mitra Pengemudi, Ini Restrukturisasi Kredit dari Grab Indonesia

Mitra Pengemudi, Ini Restrukturisasi Kredit dari Grab Indonesia

Otomotif | Rabu, 27 Mei 2020 | 15:32 WIB

Terkini

BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen

BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:37 WIB

Rupiah Menguat ke Rp17.840, Sikap Hawkish BI Jadi Penopang Mata Uang Garuda

Rupiah Menguat ke Rp17.840, Sikap Hawkish BI Jadi Penopang Mata Uang Garuda

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:36 WIB

Ngecas Mobil Listrik Pakai Listrik Rumah 2.200 VA, Bisa? Ini Rincian Biaya Tambah Daya Home Charger

Ngecas Mobil Listrik Pakai Listrik Rumah 2.200 VA, Bisa? Ini Rincian Biaya Tambah Daya Home Charger

Otomotif | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:35 WIB

Berkat Digitalisasi, Verifikasi Penerima Bansos Kini Cukup 5 Menit dari Sebelumnya 200 Hari

Berkat Digitalisasi, Verifikasi Penerima Bansos Kini Cukup 5 Menit dari Sebelumnya 200 Hari

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:33 WIB

Mabuk Berat Intisari! Joshua Ngaku Lupa ke Polisi Ditanya Alasan Ngamuk dan Telanjang

Mabuk Berat Intisari! Joshua Ngaku Lupa ke Polisi Ditanya Alasan Ngamuk dan Telanjang

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:32 WIB

Good Will Hunting: Perjalanan Seorang Jenius Berdamai dengan Dirinya Sendiri

Good Will Hunting: Perjalanan Seorang Jenius Berdamai dengan Dirinya Sendiri

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:30 WIB

Harga Korek Api Naik 100 Kali Lipat di Jalur Gaza, Jadi Barang Paling Langka, Kenapa Bisa Begitu?

Harga Korek Api Naik 100 Kali Lipat di Jalur Gaza, Jadi Barang Paling Langka, Kenapa Bisa Begitu?

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:27 WIB

Bukan Jadi Ratu, WNI Korban Pengantin Pesanan di China Malah Wajib Layani 10 Orang di Satu Rumah

Bukan Jadi Ratu, WNI Korban Pengantin Pesanan di China Malah Wajib Layani 10 Orang di Satu Rumah

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:25 WIB

Tunggu Aku Sukses Nanti dan Kerja Keras yang Berubah Jadi Pembuktian Diri

Tunggu Aku Sukses Nanti dan Kerja Keras yang Berubah Jadi Pembuktian Diri

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:20 WIB

Wacana Amnesti Koruptor BUMN Sesat Berbahaya, Berpotensi Bikin Korupsi Makin Subur

Wacana Amnesti Koruptor BUMN Sesat Berbahaya, Berpotensi Bikin Korupsi Makin Subur

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:18 WIB

×