Perkembangan Meminang Tesla, Menteri BUMN Agendakan Februari 2021

Sabtu, 02 Januari 2021 | 19:36 WIB
Perkembangan Meminang Tesla, Menteri BUMN Agendakan Februari 2021
Tesla Model X yang dipamerkan dalam Brussels Motor Show, Januari 2019 [Shutterstock].

Suara.com - Kabar tentang keberhasilan India meminang Tesla Incorporation untuk membuak pabrik mobil bertenaga listrik (Electric Vehicle atau EV) di negara itu, serta penjajakan pemerintah Indonesia untuk menarik Elon Musk agar mau meluaskan perusahaannya sampai ke Tanah Air adalah berita hangat seputar kendaraan terelektrifikasi di Asia.

Untuk negara kita sendiri, bagaimanakah perkembangannya?

Dikutip dari kantor berita Antara, Menteri BUMN Erick Thohir akan melakukan penjajakan kerja sama dengan Tesla pada Februari nanti, terkait pengembangan industri mobil listrik di Indonesia.

"InsyaAllah di bulan Februari ini saya akan membuka pembicaraan dengan Tesla untuk mengembangkan kerja sama," papar Erick Thohir dalam keterangan tertulis yang diterima kantor berita Antara di Jakarta, Sabtu (2/1/2021).

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin berjalan keluar dari pintu belakang Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Rabu (7/7/2020). [ANTARA FOTO/Adam Bariq]
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir [ANTARA FOTO/Adam Bariq]

Sejalan dengan rencana itu, ia juga sudah memerintahkan PLN untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan mengubah strategi bisnisnya pasca pandemi.

"Alhamdulillah, PLN sudah on-track dan sudah ikut dalam konsorsium BUMN untuk pembuatan EV battery bekerja sama dengan perusahaan dari Korea dan China," jelasnya.

Selain mengantisipasi mobil listrik, Menteri BUMN juga menginginkan PLN aktif mengembangkan kompor listrik. Hal ini dalam rangka solusi menekan impor bahan bakar.

Ada sejumlah alasan mengapa Indonesia akan menjadi pemain utama industri mobil listrik. Sejalan dengan misi Presiden Jokowi yang ingin mendorong Indonesia menjadi pemain utama dalam industri mutakhir dikarenakan sumber daya alam Indonesia mendukungnya.

Sebagai salah satu negara dengan sumber daya nikel yang terbesar, Indonesia memiliki peluang menjadi produsen utama sumber daya baterai mobil listrik.

Baca Juga: Kaleidoskop Oto: Motor Bermesin Bongsor ke Indonesia pada 2020

"Baterai sendiri merupakan komponen utama dalam produksi mobil listrik. Dengan kekayaan alam yang kita miliki tentu harus didukung pula dengan kualitas sumber daya manusia kita agar mampu menjadi produsen utama dalam industri mobil listrik," imbuh Erick Thohir.

Sebagai penutup, beliau juga menyatakan bahwa semua pihak harus menjaga ketahanan energi Nasional. Apalagi, saat ini Indonesia mengimpor 1,5 juta barrel per hari untuk Bahan Bakar Minyak (BBM). Mobil listrik adalah solusi untuk mengurangi berpindahnya devisa ke luar negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI