Iklan Toyota Yaris Kena Cekal di Australia

Dythia Novianty, Manuel Jeghesta Nainggolan

Jum'at, 08 Januari 2021 | 11:45 WIB
Iklan Toyota Yaris Kena Cekal di Australia
Ilustrasi All New Toyota Yaris. [Dok Toyota Thailand]

Suara.com - Regulator periklanan Australia, melarang iklan Toyota Yaris yang diklaim dapat memberikan dampak negatif terhadap masyarakat luas.

Video berdurasi 30 detik memperlihatkan, Toyota mempromosikan Yaris sebagai sebuah mobil yang nyaman untuk keluarga. Namun, dalam satu adegan terlihat GR Yaris dipacu dengan kecepatan tinggi untuk meninggalkan garasi.

Kemudian terlihat juga mobil melaju kencang di jalan tanah. Atas adegan tersebut, regulator menganggap iklan Toyota telah melanggar dua kode. Pertama mengemudi tidak aman dan kedua melanggar batas kecepatan.

Namun demikian, seperti ditulis CarExpert, Toyota menanggapi hal ini dengan serius. Bahkan, pabrikan asal Jepang tersebut meyakini bila iklan yang mereka buat tidak melanggar.

Logo Toyota. [Shutterstock]
Logo Toyota. [Shutterstock]

"Kami yakin bahwa iklan tersebut tidak melanggar kode FCAI (Kamar Federal Industri Otomotif), atau undang-undang yang mengatur standar mengemudi," kata Toyota, dikutip dari Carscoops.

Kendati demikian, Biro Standar Periklanan mencatat Toyota memang tidak mempromosikan mengemudi di luar batas kecepatan. Tetapi faktanya bahwa kehilangan traksi mobil melaju merupakan cara mengemudi yang tidak aman.

"Toyota harus meninjau iklan dan mengeditnya sebelum ditampilkan lagi," ungkap Biro Standar Periklanan.

Diluncurkan di Australia musim gugur lalu Toyota Yaris mengandalkan mesin tiga silinder 1.6 liter turbocharged dengan 268 tenaga kuda dan torsi 370 Nm yang identik dengan versi Jepang.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Tengah Pandemi, Toyota Pecahkan Rekor Produksi

Di Tengah Pandemi, Toyota Pecahkan Rekor Produksi

Otomotif | Kamis, 31 Desember 2020 | 10:22 WIB

Panik Habis Tabrak Lari, Sopir Fortuner Nekat Terobos Markas TNI

Panik Habis Tabrak Lari, Sopir Fortuner Nekat Terobos Markas TNI

Jogja | Kamis, 31 Desember 2020 | 10:09 WIB

Viral Ulah Pemobil Habis Tabrak Lari Lalu Terobos Markas TNI, Berakhir Apes

Viral Ulah Pemobil Habis Tabrak Lari Lalu Terobos Markas TNI, Berakhir Apes

Kaltim | Kamis, 31 Desember 2020 | 06:57 WIB

All-New Hyundai Palisade Bisa Dipesan, Ini Pesaing Pajero Sport - Fortuner

All-New Hyundai Palisade Bisa Dipesan, Ini Pesaing Pajero Sport - Fortuner

Otomotif | Rabu, 30 Desember 2020 | 17:44 WIB

Heboh Sopir Fortuner Terobos Markas TNI, Ternyata Pelaku Tabrak Lari

Heboh Sopir Fortuner Terobos Markas TNI, Ternyata Pelaku Tabrak Lari

Otomotif | Rabu, 30 Desember 2020 | 23:55 WIB

Best 5 Oto: Kado Mobil Kiano Tiger Wong, Ducati Scrambler 1100 Recall

Best 5 Oto: Kado Mobil Kiano Tiger Wong, Ducati Scrambler 1100 Recall

Otomotif | Rabu, 30 Desember 2020 | 09:50 WIB

Terkini

Relung yang Patah: Ketika Melepaskan Menjadi Cara Terakhir untuk Bertahan

Relung yang Patah: Ketika Melepaskan Menjadi Cara Terakhir untuk Bertahan

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Purbaya Bingung Kenapa Masyarakat Masih Demo Meski Pertumbuhan Ekonomi Naik

Purbaya Bingung Kenapa Masyarakat Masih Demo Meski Pertumbuhan Ekonomi Naik

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:59 WIB

261 Warga China Hilang di Banjir Bandang Nepal, Total 2.400 Orang Belum Ketemu

261 Warga China Hilang di Banjir Bandang Nepal, Total 2.400 Orang Belum Ketemu

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:46 WIB

Wacana Percepatan Pemilu Bikin Panas, GCP Bakal Polisikan Budi Arie

Wacana Percepatan Pemilu Bikin Panas, GCP Bakal Polisikan Budi Arie

Jabar | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:44 WIB

Titik Api Masih Muncul di Tol Palindra, Seberapa Cepat Karhutla Bisa Dikendalikan?

Titik Api Masih Muncul di Tol Palindra, Seberapa Cepat Karhutla Bisa Dikendalikan?

Sumsel | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:40 WIB

Purbaya Klaim Keuntungan Danantara Akan Disetor ke Pemerintah Tahun Ini, Negara Kantongi Rp 120 T

Purbaya Klaim Keuntungan Danantara Akan Disetor ke Pemerintah Tahun Ini, Negara Kantongi Rp 120 T

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:38 WIB

Mencari Warna di Balik Gelapnya Duka dalam Novel French Pink

Mencari Warna di Balik Gelapnya Duka dalam Novel French Pink

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Perusahaan AS Jadikan RI Pusat Produksi Global, Ekspor Sampai Kanada hingga Inggris

Perusahaan AS Jadikan RI Pusat Produksi Global, Ekspor Sampai Kanada hingga Inggris

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:22 WIB

Maling Motor di Warkop Medan Ditembak Polisi, Pelaku Beraksi hingga ke Aceh

Maling Motor di Warkop Medan Ditembak Polisi, Pelaku Beraksi hingga ke Aceh

Sumut | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:22 WIB

30 Tahun Berlalu, Komnas HAM Kembali Selidiki Peristiwa 27 Juli 1996

30 Tahun Berlalu, Komnas HAM Kembali Selidiki Peristiwa 27 Juli 1996

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:21 WIB

×