alexametrics

Ada Larangan Mudik, Penjualan Mobil Bekas Justru Alami Peningkatan

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Ada Larangan Mudik, Penjualan Mobil Bekas Justru Alami Peningkatan
Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia yang diekspor ke Timur Tengah. Sebagai ilustrasi dua kendaraan yang paling diminati di bursa mobil bekas (Dok. Daihatsu Astra Motor)

Kondisinya tidak jauh beda, karena ada proses tukar-tambah saat muncul mobil model baru.

Suara.com - Larangan mudik dari pemerintah rupanya tidak membuat minat konsumen untuk membeli mobil bekas menurun. Hal ini menjadikan situasi penjualan kendaraan second hand ini masih mengalami kenaikan meskipun tidak terlalu signifikan.

"Tahun ini memang ada larangan mudik. Tapi tetap ada peningkatan walaupun tidak sebesar tahun sebelumnya," ujar Johnny Widodo, CEO OLX Group Indonesia, dalam sesi ngobrol virtual santai bersama Forwot, Kamis (27/5/2021).

Terkait mobil yang masih banyak menjadi incaran, sambung Johnny Widodo, tidak jauh dari jenis MPV dan harganya sendiri masih di kelas Rp100 jutaan.

Tampilan OLX di sektor jual beli mobil bekas [OLX].
Tampilan OLX di sektor jual beli mobil bekas [OLX].

"Jadi modelnya masih di situ-situ saja. Karena memang budaya di kita orang ingin naik mobil itu keluar dari rumah beramai-ramai," kata Johnny Widodo.

Baca Juga: Industri Otomotif Global Rebound, Penjualan Hyundai Tembus 100 Persen

Berdasarkan data internal OLX Autos, tren mobil bekas sebenarnya tidak berbeda jauh dengan mobil baru. Karena banyak juga yang melakukan tukar-tambah saat ada mobil model baru keluar.

Selain itu, kebanyakan pengguna menjual mobil mereka di rentan waktu tiga sampai tujuh tahun setelah puas digunakan.

"Jadi sejauh ini yang diincar masih merek Jepang kelas Rp100 jutaan. Modelnya itu seperti Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, atau Honda Brio," tutup Johnny Widodo.

Komentar