facebook

Tahun Lalu, Penjualan Mobil di Eropa Mencapai Rekor Terendah

RR Ukirsari Manggalani
Tahun Lalu, Penjualan Mobil di Eropa Mencapai Rekor Terendah
Ilustrasi pabrik perakitan mobil (Shutterstock).

Terjadi produk setengah jadi yang tidak bisa dilanjutkan pembuatannya.

Suara.com - Registrasi mobil baru di Eropa mengalami penurunan 1,5 persen pada 2021. Angka ini jauh di bawah rekor terendah penjualan 2020 sebelumnya. Demikian dikutip kantor berita Antara dari Reuters, yang bersumber dari data Asosiasi Produsen Mobil Eropa (ACEA) pada Rabu (19/1/2022).

Kekurangan chip semikonduktor global dan masalah rantai pasokan lainnya telah mengurangi pengiriman mobil secara global. Banyak didapati barang setengah jadi di pabrik yang produksinya tidak bisa dilanjutkan karena keterbatasan pasokan komponen. Sehingga perusahaan otomotif pun tidak dapat memenuhi permintaan konsumen.

Ilustrasi chip mikro. [Shutterstock]
Ilustrasi chip semikonduktor [Shutterstock]

Jerman adalah negara yang paling terpukul di antara pasar utama Uni Eropa. Data ACEA menunjukkan, negara itu mencatat penurunan penjualan 10,1 persen di tahun ini. Sementara yang lain seperti Italia, Spanyol dan Prancis melihat pertumbuhan marjinal.

Jumlah kendaraan baru yang terdaftar di Uni Eropa, Britania Raya dan Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa (EFTA) pada Desember turun 21,7 persen (year on year), menandai bulan keenam berturut-turut akan penurunan penjualan mobil penumpang.

Baca Juga: Atasi Kelangkaan Chip, Qualcomm Pasok Volvo, Honda, Sampai Renault

Sebagai catatan, beberapa carmaker raksasa Eropa selain Mercedes-Benz, seperti BMW dan Volkswagen mencari kemitraan dengan perusahaan teknologi untuk memperlancar perolehan chip semikonduktor.

Di satu sisi, beberapa perusahaan teknologi juga merespon permintaan atau kerja sama pengadaan komponen penting bagi kendaraan itu.

Selain itu, carmaker juga membuat opsi alternatif. Yaitu memproduksi mobil dengan mengurangi beberapa fitur yang banyak membutuhkan chip semikonduktor sebagai materinya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar