Bensin dan Solar Gonjang-ganjing, G7 Siapkan Kartel untuk Tekan Harga Minyak dari Rusia

Cesar Uji Tawakal

Senin, 23 Mei 2022 | 15:04 WIB
Bensin dan Solar Gonjang-ganjing, G7 Siapkan Kartel untuk Tekan Harga Minyak dari Rusia
Ilustrasi SPBU.[Unsplash/Sophie Jonas]

Suara.com - Negara-negara G7, yang diwakili oleh menteri keuangan masing-masing dan gubernur bank sentral, pada hari Kamis (19/5/2022) membahas pembentukan kartel pembeli untuk mengendalikan harga minyak Rusia.

Dilansir dari RT, hal ini diumumkan oleh Menteri Keuangan AS Janet Yellen dalam komentar kepada wartawan di antara pertemuan G7.

"Anda membutuhkan kartel yang signifikan untuk mencapai itu, mungkin Uni Eropa saja tidak akan cukup. Gagasan untuk menggunakan sanksi, sanksi sekunder telah muncul. Gagasan tarif alih-alih batasan harga bisa menjadi semacam pendekatan alternatif," kata Yellen, merujuk pada rencana Uni Eropa untuk menempatkan embargo pada impor minyak Rusia terkait krisis di Ukraina.

Awal pekan ini, dia menekankan bahwa sangat penting bahwa negara-negara Uni Eropa mengurangi ketergantungan mereka pada minyak Rusia.

Ilustrasi SPBU.[Ilustrasi SPBU]
Ilustrasi SPBU.[Ilustrasi SPBU]

Menurut Yellen, tujuan kartel adalah untuk menjaga sebagian minyak Rusia untuk tetap mengalir ke pasar serta untuk menahan harga global. Kartel akan ditugaskan untuk membatasi harga komoditas Rusia.

"Jadi ini adalah tujuan yang baik dan saya pikir semua orang mendukungnya," katanya.

"Bahkan tidak jelas bahwa kita akan pergi ke rute ini. Saya pikir banyak orang termasuk saya merasa menarik dari sudut pandang ekonomi umum. Sebenarnya membuatnya beroperasi itu menantang dan semua masalah itu belum berhasil," Yellen menyimpulkan.

Sanksi paket keenam anti-Rusia terkait Ukraina yang diusulkan oleh Komisi Eropa (EC) termasuk proyek embargo minyak yang tertunda, yang akan melarang impor minyak mentah Rusia enam bulan setelah berlakunya paket tersebut, sementara juga melarang impor produk minyak bumi mulai 2023.

Komisi Eropa juga mengusulkan untuk mengizinkan Hongaria dan Slovakia, yang lebih bergantung pada komoditas Rusia daripada negara-negara Eropa lainnya, untuk menunda larangan tersebut hingga akhir 2024.

baca juga

Selain itu, Komisi Eropa telah dipaksa untuk melunakkan beberapa proposal tentang waktu larangan dan mempertimbangkan kemungkinan pengecualian terhadap embargo minyak, karena sejumlah negara Eropa percaya bahwa melarang minyak Rusia akan menjadi bencana besar bagi Eropa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sepuluh Perusahaan Sawit di Mukomuko Langgar Aturan, Tak Laporkan Tansaksi

Sepuluh Perusahaan Sawit di Mukomuko Langgar Aturan, Tak Laporkan Tansaksi

Bisnis | Senin, 23 Mei 2022 | 08:44 WIB

Gus Muhaimin: Perang Rusia-Ukraina Ancaman Serius Perekonomian Indonesia

Gus Muhaimin: Perang Rusia-Ukraina Ancaman Serius Perekonomian Indonesia

DPR | Senin, 23 Mei 2022 | 08:34 WIB

Harga Minyak Dunia Naik Tipis ke Level USD 112/Barel, Ini 2 Faktor Penyebabnya

Harga Minyak Dunia Naik Tipis ke Level USD 112/Barel, Ini 2 Faktor Penyebabnya

Bisnis | Senin, 23 Mei 2022 | 07:17 WIB

Terkini

Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya

Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya

Foto | Kamis, 30 Juli 2026 | 06:00 WIB

50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan

50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan

Jawa Tengah | Kamis, 30 Juli 2026 | 05:51 WIB

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

×