Benarkah Bensin Oktan Tinggi Lebih Hemat?

Selasa, 18 Oktober 2022 | 14:54 WIB
Benarkah Bensin Oktan Tinggi Lebih Hemat?
Ilustrasi pengisian bahan bakar minyak (BBM) - Kenaikan harga BBM dari Tahun 1990 (Pexels)

Suara.com - Harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi mengalami penurunan harga. Tak hanya berlaku untuk bensin dari Pertamina, juga berlaku di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum lainnya.

Tercatat perbedaan harga antara BBM subsidi (Pertalite) dengan non-subsidi kini semakin kecil. Karena perbedaan harganya tidak banyak, tak jarang pemilik kendaraan yang memilih BBM subsidi dengan angka oktan 90 bisa beralih ke bensin non subsidi yang oktannya lebih tinggi.

Bensin oktan tinggi sangat disarankan untuk kendaraan modern yang biasanya memiliki rasio kompresi tinggi. Namun penggunaan BBM beroktan tinggi juga memberikan dampak.

Dampak Penggunaan Bensin Oktan Tinggi

Mengapa kendaraan dengan rasio kompresi tinggi membutuhkan bensin dengan oktan lebih tinggi?

Sebab bensin lebih tahan terhadap tekanan dan suhu tinggi yang dibutuhkan oleh mesin yang memiliki kompresi tinggi.

Namun masih banyak yang belum tahu bahwa penggunaan bensin oktan tinggi mampu menghemat konsumsi BBM. Selain lebih irit, pengendara juga bisa merasakan dampak positif lainnya.

Pengendara sepeda motor mengantri untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di SPBU Coco Kuningan, Jakarta, Rabu (30/3/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pengendara sepeda motor mengantri untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di SPBU Coco Kuningan, Jakarta, Rabu (30/3/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Pada dasarnya, mengutip mobil88, bahan bakar oktan tinggi berdampak baik terhadap sistem pembakaran. Kualitas bahan bakar yang semakin bagus membuat kalibrasi tekanan pada ruang bakar lebih seimbang.

Baca Juga: Imbauan Polrestabes Bandung: Bahaya Terobos Banjir, Pengguna Sepeda Motor Bisa Hilang Keseimbangan

Bisa dirasakan dari tarikan mesin, semakin enteng berarti bahan bakar irit. Selain itu, bahan bakar oktan tinggi mengandung zat pembersih. Reaksi senyawa kimia dapat merontokkan sisa-sisa kerak karbon agar tidak menumpuk di ruang bakar.

Dengan tenaga yang baik dan akselerasi enteng, pengemudi tidak perlu menginjak pedal dalam-dalam. Artinya, pengendara yang menggunakan bakar oktan tinggi dapat dua keuntungan sekaligus. Pertama konsumsi bahan bakar lebih hemat, dan kedua adalah ruang mesin yang lebih bersih.

Jadi yang perlu dilakukan adalah mengetahui angka oktan yang dibutuhkan oleh kendaraan sesuai petunjuk pabrikan dan gunakan bensin dengan nilai oktan yang sesuai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI