Suara.com - Sirkuit Internasional Mandalika baru saja mendapatkan sertifikasi dari Federasi Otomotif Internasional (FIA). Sehingga di saat akan datang bisa menyelenggarakan balapan roda empat.
Dikutip dari kantor berita Antara, Holding BUMN Pariwisata PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney menyatakan kabar gembira untuk sirkuit yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus stay KEK Kuta, Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) itu.
"Kami baru saja mendapatkan sertifikasi dari Fédération Internationale de l'Automobile (FIA) untuk roda empat di sirkuit kita (Mandalika)," jelas Dony Oskaria, Direktur Utama InJourney di Jakarta, Senin (12/12/2022).
![Pit Walk Sabtu (12/11/2022) di Sirkuit Mandalika yang menggelar WSBK 2022 (11-13/11/2022) [Suara.com/CNR ukirsari].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/11/12/83154-wsbk-mandalika-2022-suaradotcom-01-cnr-ukirsari.jpg)
Ia mengatakan, dengan demikian sirkuit Mandalika sudah bisa mengadakan lomba kejuaraan untuk kendaraan roda empat di sirkuit Mandalika, di samping kejuaraan World Superbike (WSBK) dan MotoGP.
Selain itu, InJourney juga akan mulai masuk ke water sport sebagai daya tarik di Mandalika bagi wisatawan.
Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan adanya perhelatan balapan motor WSBK dan MotoGP di Sirkuit Mandalika Nusa Tenggara Barat, memberikan dampak yang cukup positif bagi peningkatan ekonomi di daerah maupun nasional.
Sandiaga Uno mengatakan nilai ekonomi yang diperoleh dari perhelatan WSBK dan MotoGP itu berdasarkan kajian komprehensif yang dilakukan Kemenparekraf bersama Universitas Indonesia (UI).
Hasilnya dari sebuah pelaksanaan event seperti WSBK dan MotoGP terlihat dari penciptaan banyaknya lapangan kerja baru dan UMKM sehingga mampu mengurangi angka pengangguran di NTB.
Hal lainnya, selama gelaran internasional tahun ini, kunjungan wisatawan melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (Bizam) mencapai angka 6.000 orang per hari dari target 8.000 orang.
Terkait penyelenggaraan kegiatan berikutnya di NTB, pihaknya bekerja sama dengan banyak pihak akan berusaha mendatangkan penonton dari luar negeri yang saat ini masih di angka 20 sampai 30 persen.
Strategi lain adalah dengan membuka interkoneksi antar kawasan ekonomi khusus dan penerbangan langsung dari luar negeri serta kerja sama pariwisata dengan Malaysia dan beberapa negara di Asia lainnya, termasuk Australia.