Contraflow Mematikan, Pilih Jalur Lain Jika Memungkinkan

Liberty Jemadu Suara.Com
Selasa, 09 April 2024 | 06:54 WIB
Contraflow Mematikan, Pilih Jalur Lain Jika Memungkinkan
Sejumlah mobil melewati lajur contraflow di tengah arus mudik di Jalan Tol Cikampek, Jawa Barat, Jumat (5/4/2024). [Antara/Aprilio Akbar]

Suara.com - Contraflow- lajur yang mengambil sebagian jalan yang berlawanan arah di jalan tol - rupanya sangat berbahaya dan sebaiknya tidak digunakan jika masih ada opsi lain.

Training Director sekaligus Pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan hal itu menanggapi kecelakaan maut yang menewaskan belasan orang di Tol Cikampek, Jawa Barat pada Senin pagi (8/4/2024).

Dalam kecelakaan itu, sebuah Daihatsu Gran Max yang melaju di lajur contraflow tiba-tiba masuk ke lajur yang berlawanan arah dan menabrak sebuah bus penumpang. 

Baca juga: Waspada Pilih Jalur Contraflow Saat Mudik Lebaran 2024

“Saya selalu menyarankan untuk tidak memilih jalur contraflow ketika masih punya opsi yang lain,” kata Jusri di Jakarta Senin dilansir dari Antara, Selasa (9/4/2024).

Polisi sedang mengatur lajur contraflow di tengah arus mudik di Jalan Tol Cikampek, Jawa Barat, Jumat (5/4/2024). [Antara/Aprilio Akbar]
Polisi sedang mengatur lajur contraflow di tengah arus mudik di Jalan Tol Cikampek, Jawa Barat, Jumat (5/4/2024). [Antara/Aprilio Akbar]

Contraflow memang salah satu solusi kepolisian jika terjadi kemacetan di jalan tol. Rekayasa ini sering dilakukan di saat musim mudik Lebaran, termasuk pada tahun ini. 

Cara kerja contraflow, yakni menggunakan jalur lalu lintas yang mengalir pada arah yang berlawanan, disertai pembatas yang tidak permanen, misalnya dengan traffic cone (kerucut lalu lintas). Risikonya, termasuk tabrakan dari arah berlawanan, sangat tinggi. 

“Ini seakan jalur yang mematikan, di sisi kiri ada tembok, sementara sisi kanannya ada kendaraan lain dari arus berlawanan. Sering ditemui ketika lengah sedikit saja, sangat mungkin untuk keluar jalur masuk ke lajur lawan, hingga terjadi tabrakan beruntun karena distraksi motorik,” ujar Jusri.

Jusri menekankan kepada pengguna jalan untuk tidak menggunakan contraflow jika masih memungkinkan. Sangat tidak disarankan untuk menggunakan lajur tersebut bila kondisi fisik dan psikis sedang lelah atau tidak siap.

Baca Juga: Perilaku Pemudik dari Jakarta Berubah, Lebih Pilih Jalan Malam

Baca juga: Arus Mudik Tersendat Akibat Kecelakaan, Korlantas Terapkan Contraflow di Tol Cipali

Tidak hanya pengemudi, Jusri mengatakan penumpang juga harus mempersiapkan diri sebaik mungkin saat hendak melalui contraflow, misalnya tidak sedang menahan buang air, hingga tidak mengganggu konsentrasi pemegang kemudi.

“Karena saat di contraflow tidak mungkin mobil berhenti untuk alasan dan keperluan buang air, istirahat, dan lain-lain, sebab tidak ada rest area atau jalur berhenti, harus jalan terus. Pengemudi juga wajib dalam kondisi prima, karena orang yang kelelahan atau mengantuk akan kehilangan banyak kemampuan motorik dan kognitifnya,” Jusri mewanti-wanti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI