Jangan Langsung Nyalakan Mobil yang Lama Ditinggal Mudik

Liberty Jemadu Suara.Com
Senin, 15 April 2024 | 14:08 WIB
Jangan Langsung Nyalakan Mobil yang Lama Ditinggal Mudik
Mobil yang lama ditinggal mudik sebaiknya jangan langsung dinyalakan. (Shutterstock).

Suara.com - Saat mudik menggunakan transportasi umum, kendaraan pribadi seperti mobil berisiko tak dinyalakan dalam waktu lama karena ditinggal di rumah. Ketua Umum Persatuan Bengkel otomotif Indonesia (PBOIN), Hermas E Prabowo mengatakan dalam kondisi begitu, mobil jangan langsung dinyalakan setelah lama ditinggalkan.

Hermas menyebut mobil yang ditinggal lama perlu diperiksa karena dapat mengalami beberapa hal tergantung pada kondisi lingkungan dan bagaimana mobil itu ditinggalkan, mulai dari penurunan kinerja aki atau baterai hingga kerusakan mekanis.

“Sebelum menyalakan mobil, pastikan tegangan listrik aki cukup, sehingga mampu untuk starter mobil, pastikan air akinya cukup (jenis aki basah), tambahkan bila kurang,” kata dia, Senin (15/4/2024).

Kemudian, periksa pula oli mesin dengan menarik tongkat ukur oli yang biasanya terletak dekat mesin. Umumnya, tongkat ukur oli memiliki pegangan berwarna cerah dan terdapat tanda atau tulisan "OIL" pada tongkat tersebut.

Periksa tingkat oli yang menempel pada tongkat. Biasanya, ada tanda atau dua tanda pada tongkat yang menunjukkan level minimum dan maksimum oli. Pastikan level oli berada di antara dua tanda tersebut. Jika level oli berada di bawah level minimum, tambahkan oli sesuai kebutuhan.

Selain tingkatnya, perhatikan juga kondisi oli. Oli yang sehat biasanya berwarna kecokelatan atau kehitaman dan bersih. Jika oli terlihat kotor, berwarna keruh atau berbau busuk, mungkin sudah waktunya untuk menggantinya.

“Lalu perlu cek juga apakah mobil selama ditinggal jadi sarang tikus atau tidak, biasanya dapat tercium bau tidak sedap yang khas,” ujar Hermas, dilansir dari Antara.

Hermas menyebut, mobil yang ditinggalkan bisa menjadi tempat persembunyian bagi hewan atau serangga. Paling sering adalah tikus, yang bisa merusak kabel-kabel, karet, atau bagian-bagian lainnya.

“Periksa semua fungsi lampu, sistem pengereman dan fitur mobil, kalau aman semuanya, baru lah starter (nyalakan) mobil dan biarkan mesin hidup 10-15 menit sampai suhu kerja mesin tercapai, lalu coba tes maju dan mundur,” jelasnya.

Baca Juga: Lokasi 8 Posko Mudik BRI, Tersedia di Rest Area Tol Japek Hingga Tol Solo-Ngawi

Karena mobil terparkir lama, Hermas mengungkap pemilik perlu memastikan kinerja rem tidak “terkunci” atau kaku. Efek tersebut umum terjadi pada mobil yang telah timbul karat.

Pastikan pula kondisi ban beserta tekanannya, tambah angin bila ban telah kempes akibat menahan tekanan yang terus-menerus.

“Terakhir, bila semua hal tersebut aman, pastikan semua informasi indikator lampu (umumnya ada di cluster meter) tidak ada yang menyala akibat kegagalan sistem bekerja, lalu mobil bisa untuk digunakan kembali,” kata Hermas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Seberapa Tahu Kamu tentang Layvin Kurzawa? Pemain Baru Persib Bandung Eks PSG
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI