Mobil Mesin Bensin Batal Punah? Eropa Berpikir Ulang Larangan 2035

Cesar Uji Tawakal

Sabtu, 06 Juli 2024 | 10:47 WIB
Mobil Mesin Bensin Batal Punah? Eropa Berpikir Ulang Larangan 2035
Ilustrasi mobil Ferrari 458 (pexels)

Suara.com - Ingat rencana Uni Eropa (UE) yang bakal melarang penjualan mobil baru bermesin bensin dan diesel (mobil pembakaran internal) pada 2035? Ternyata, rencana tersebut mungkin mengalami revisi.

Carbuzz melaporkan bahwa kelompok legislator terbesar di Eropa tengah melobi agar aturan tersebut memasukkan penggunaan bahan bakar alternatif dan sintetis.

Menurut dokumen internal dari Partai Rakyat Eropa (EPP) mendorong revisi aturan emisi mobil baru 2035 UE.

Dokumen tersebut menginginkan aturan tersebut "merefleksikan penggunaan eksplisit bahan bakar alternatif setelah 2035."

Sebelumnya, UE memang sudah memperbolehkan penggunaan bahan bakar sintetis. Akan tetapi, penggunaan bahan bakar ini sebelumnya dianggap sebagai solusi sementara, bukan jangka panjang.

Kini, dokumen EPP tersebut justru menginginkan revisi "larangan mesin pembakaran internal" dan "pengembangan teknologi mesin pembakaran internal mutakhir."

Mesin Bensin Belum Tentu Punah?

Awalnya, kebijakan UE melarang penjualan semua kendaraan ICE yang mengeluarkan emisi CO2 pada 2035. Ini seperti vonis mati bagi mesin pembakaran internal dan berpotensi mematikan mobil bensin dan diesel di Eropa selamanya.

Namun, tahun lalu Jerman dan beberapa negara Eropa lainnya mendesak adanya pengecualian untuk bahan bakar sintetis. Alasan mereka masuk akal.

baca juga

Pertama, tidak semua negara UE memiliki infrastruktur yang mendukung kendaraan listrik (EV). Selain itu, industri manufaktur mobil merupakan sektor vital di Italia, Jerman, dan negara Eropa lainnya. Mesin pembakaran internal mendukung banyak industri terkait lainnya.

Alasan lain adalah mobil performa tinggi yang diproduksi dan beredar di Eropa seringkali adalah barang mewah, bukan kendaraan harian. Dampak lingkungan mereka pun terbilang minimal.

Beralih ke sektor bahan bakar, bahan bakar sintetis dibuat dengan proses netral karbon dan tidak menambah emisi gas buang.

Langkah EPP ini menunjukkan masa depan yang menarik bagi industri otomotif. Kemungkinan revisi aturan emisi UE membuka jalan bagi inovasi teknologi mesin pembakaran internal yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, pengembangan bahan bakar alternatif dan sintetis berpotensi mengurangi jejak karbon kendaraan secara signifikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Uji Performa Supercar BYD Terbaru, Dari 0-100 Km Cukup 2,36 Detik Saja

Uji Performa Supercar BYD Terbaru, Dari 0-100 Km Cukup 2,36 Detik Saja

Otomotif | Jum'at, 05 Juli 2024 | 20:00 WIB

Maling Beraksi di Rest Area Cibubur, Berhasil Bobol Mobil Tanpa Jejak

Maling Beraksi di Rest Area Cibubur, Berhasil Bobol Mobil Tanpa Jejak

Otomotif | Jum'at, 05 Juli 2024 | 19:27 WIB

Melaju Aman di Jalan Tol: Panduan Mengemudikan Mobil Matic yang Tepat

Melaju Aman di Jalan Tol: Panduan Mengemudikan Mobil Matic yang Tepat

Otomotif | Jum'at, 05 Juli 2024 | 18:46 WIB

Banyak Manfaat Rawat Jok Mobil, Begini Tips yang Tepat

Banyak Manfaat Rawat Jok Mobil, Begini Tips yang Tepat

Otomotif | Jum'at, 05 Juli 2024 | 18:28 WIB

Ini Tips Memilih Klakson Mobil yang Tepat Berdasar Jenisnya

Ini Tips Memilih Klakson Mobil yang Tepat Berdasar Jenisnya

Otomotif | Jum'at, 05 Juli 2024 | 18:28 WIB

Efek Tarif Tinggi Negara Barat untuk Mobil Listrik China, Efeknya Merambat ke Brand Eropa

Efek Tarif Tinggi Negara Barat untuk Mobil Listrik China, Efeknya Merambat ke Brand Eropa

Otomotif | Jum'at, 05 Juli 2024 | 17:49 WIB

Terkini

IHSG Terjun Bebas Pagi Ini ke Level 6.364

IHSG Terjun Bebas Pagi Ini ke Level 6.364

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 09:16 WIB

4 Pekerja Tambang Nikel di Konawe Utara Tewas Tertimbun Longsor

4 Pekerja Tambang Nikel di Konawe Utara Tewas Tertimbun Longsor

Sulsel | Kamis, 24 September 2026 | 09:15 WIB

Praktis! 5 Tone Up Body Spray Ini Bikin Kulit Cerah dan Glowing Seketika

Praktis! 5 Tone Up Body Spray Ini Bikin Kulit Cerah dan Glowing Seketika

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 09:10 WIB

2 Buruh Pelabuhan Tewas Terlempar Crane ke Laut Singapura

2 Buruh Pelabuhan Tewas Terlempar Crane ke Laut Singapura

News | Kamis, 24 September 2026 | 09:07 WIB

Tak Ingin Hanya Jadi Penerima Bantuan! Kisah Penyandang Disabilitan Berjuang di Job Fair Jakbar

Tak Ingin Hanya Jadi Penerima Bantuan! Kisah Penyandang Disabilitan Berjuang di Job Fair Jakbar

News | Kamis, 24 September 2026 | 09:04 WIB

Ada Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Anjlok ke Level Rp2.605.000/Gram

Ada Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Anjlok ke Level Rp2.605.000/Gram

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 09:02 WIB

Stok Avtur AFT Kualanamu Aman, Layani Hingga 50 Penerbangan Per Hari

Stok Avtur AFT Kualanamu Aman, Layani Hingga 50 Penerbangan Per Hari

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 09:01 WIB

Jangan Takut Laba-Laba Sebelum Membaca "Weaver and the Web"

Jangan Takut Laba-Laba Sebelum Membaca "Weaver and the Web"

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 08:50 WIB

Ditemukan di Bengkulu, Jenazah Sukarman Kru Kapal Jurnalis Hilang Diterbangkan ke Jakarta

Ditemukan di Bengkulu, Jenazah Sukarman Kru Kapal Jurnalis Hilang Diterbangkan ke Jakarta

News | Kamis, 24 September 2026 | 08:46 WIB

Kondisi Global Masih Suram, Bos BI Yakin Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,95,7 Persen

Kondisi Global Masih Suram, Bos BI Yakin Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,95,7 Persen

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 08:41 WIB

×