Luhut Resmikan Produksi Bahan Katoda LFP untuk Baterai Mobil Listrik di Kendal

Liberty Jemadu

Selasa, 08 Oktober 2024 | 19:26 WIB
Luhut Resmikan Produksi Bahan Katoda LFP untuk Baterai Mobil Listrik di Kendal
Menkomarves Luhut Binsar Pandjaitan meresmikan produksi bahan anoda untuk baterai kendaraan listrik PT LBM Energi Baru Indonesia di Kendal, Jawa Tengah, Selasa (8/10/2024). [Antara]

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meresmikan dimulainya produksi tahap pertama dan rencana ekspansi fasilitas produksi bahan katoda baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) oleh PT LBM Energi Baru Indonesia di Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah.

Dalam unggahan di Instagram, Luhut mengingatkan bahwa pabrik ini merupakan bagian dari upaya menyempurnakan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, karena di lokasi yang sama pada Agustus lalu Presiden Jokowi sudah meresmikan produksi bahan anoda baterai litium.

"Sebagaimana sering disampaikan oleh Bapak Presiden Joko Widodo, Indonesia tidak boleh lagi hanya menjadi eksportir bahan mentah," kata Luhut saat peresmian produksi PT LBM Energi Baru Indonesia di Kendal, Selasa (8/10/2024).

Pabrik tersebut merupakan proyek kemitraan investasi strategis antara konsorsium Indonesia Investment Authority (INA) dan Changzhou Liyuan New Energy Technology Co, Ltd. (Changzhou Liyuan), salah satu produsen dan pemasok LFP di dunia.

Luhut berharap investasi tersebut berperan penting dalam memenuhi permintaan global terhadap baterai LFP, yang didorong oleh semakin meningkatnya penetrasi kendaraan listrik di seluruh dunia.


"Kita harus menciptakan nilai tambah di negeri sendiri, membangun industri hilir yang kuat, dan menempatkan diri sebagai pemain kunci dalam rantai pasok global," katanya.


"Hilirisasi bukan hanya kata-kata, tetapi strategi besar untuk mempercepat kemajuan Indonesia, terutama di sektor yang akan mendominasi masa depan ekosistem kendaraan listrik, 'electric vehicle' (EV)," katanya.


LFP adalah salah satu dari dua bahan kimia utama dalam baterai lithium-ion, di samping Nickel Cobalt Manganese (NCM), serta dikenal akan efektivitas biayanya sehingga sangat cocok untuk EV dan sistem penyimpanan energi.


"Ini bukan sekadar pabrik, tetapi juga fondasi dari ekosistem EV Indonesia yang terintegrasi. Melalui penyempurnaan rantai produksi baterai lithium, tidak kurang dari tiga juta unit kendaraan listrik di seluruh dunia akan dipenuhi kebutuhan baterai lithiumnya oleh industri di Indonesia," katanya.

baca juga


Ketua Dewan Direktur INA Ridha Wirakusumah mengatakan bahwa pertumbuhan pesat dalam permintaan LFP didorong oleh peralihan global menuju EV dan energi terbarukan menghadirkan peluang besar bagi Indonesia.


"Seiring dengan munculnya LFP sebagai salah satu bahan kimia utama dalam teknologi baterai, kami percaya bahwa inisiatif ini dapat turut memposisikan Indonesia sebagai pemain penting dalam ekosistem baterai global," katanya.

Dengan membangun kemampuan produksi yang kuat, kata dia, Indonesia semakin siap untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat atas bahan katoda LFP di masa depan.


"Keahlian operasional yang luas serta rekam jejak solid dari konsorsium INA dan Changzhou Liyuan merupakan faktor kunci yang memperkuat inisiatif ini, dan membawa potensi besar untuk meningkatkan peran Indonesia dalam rantai pasok baterai global," katanya.


Ia menyebutkan pabrik tersebut beroperasi dengan kapasitas produksi awal sebesar 30 kiloton, dan ke depan akan ditingkatkan menjadi 120 kiloton per tahun, dengan negara tujuan ekspor hingga Amerika Serikat dan Eropa.


Selain itu, kata dia, pabrik tersebut juga memberikan dampak signifikan bagi masyarakat setempat dengan pembukaan lebih dari 2.000 lapangan kerja, dan 92 persen di antaranya diisi oleh tenaga kerja lokal.


Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Changzhou Liyuan Shi Junfeng menyebutkan bahwa PT LBM Energi Baru Indonesia adalah produsen katoda pertama di luar China yang operasional tahap awalnya memiliki arti penting bagi peningkatan keamanan pasokan dari rantai pasok energi baru global.


"Proyek ini akan memungkinkan Changzhou Liyuan dan INA untuk mencapai kerja sama strategis yang lebih erat. Ke depannya, Changzhou Liyuan akan memberikan kontribusi yang bermakna bagi pembangunan Indonesia dan industri energi baru global," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kiat Mengoptimalkan Penggunaan Baterai pada Mobil Listrik

Kiat Mengoptimalkan Penggunaan Baterai pada Mobil Listrik

Otomotif | Jum'at, 04 Oktober 2024 | 09:38 WIB

Hyundai Indonesia Tidak Jual Baterai Mobil Listrik ke Merek Lain

Hyundai Indonesia Tidak Jual Baterai Mobil Listrik ke Merek Lain

Otomotif | Rabu, 02 Oktober 2024 | 19:04 WIB

Indonesia Sudah Ekspor Baterai Mobil Listrik

Indonesia Sudah Ekspor Baterai Mobil Listrik

Otomotif | Selasa, 01 Oktober 2024 | 20:12 WIB

Jajal All New Kona Electric: Bekasi - Semarang Tanpa Isi Ulang Baterai

Jajal All New Kona Electric: Bekasi - Semarang Tanpa Isi Ulang Baterai

Otomotif | Senin, 30 September 2024 | 18:11 WIB

Diresmikan Presiden Jokowi, PLN Pastikan Keandalan Pasokan Listrik untuk Pabrik Baterai Anoda di KEK Kendal

Diresmikan Presiden Jokowi, PLN Pastikan Keandalan Pasokan Listrik untuk Pabrik Baterai Anoda di KEK Kendal

News | Rabu, 14 Agustus 2024 | 11:52 WIB

Antam Dukung KPK Selesaikan Proses Hukum Pengolahan Anoda Logam

Antam Dukung KPK Selesaikan Proses Hukum Pengolahan Anoda Logam

News | Rabu, 18 Januari 2023 | 12:24 WIB

Terkini

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 05:00 WIB

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

×