Bos Toyota: Mobil Listrik Ancam Lapangan Kerja

Cesar Uji Tawakal

Minggu, 13 Oktober 2024 | 13:20 WIB
Bos Toyota: Mobil Listrik Ancam Lapangan Kerja
Mobil listrik Toyota bz3c diluncurkan di Beijing Auto Show 2024 pada Kamis (25/4/2024). [Dok Toyota]

Suara.com - Akio Toyoda, Chairman Toyota Motor Corporation, kembali membuat pernyataan kontroversial mengenai masa depan kendaraan listrik (EV). Dalam sebuah acara di Universitas Nagoya, Jepang, Toyoda memprediksi bahwa jika dunia sepenuhnya beralih ke EV, sektor otomotif, terutama yang terkait dengan teknologi mesin pembakaran internal (ICE), akan kehilangan jutaan lapangan kerja.

"Ada sekitar 5,5 juta orang yang terlibat dalam industri otomotif di Jepang. Di antara mereka adalah orang-orang yang telah lama bekerja di bidang mesin," kata Toyoda. "Jika kendaraan listrik menjadi satu-satunya pilihan, termasuk bagi para pemasok kami, pekerjaan orang-orang tersebut akan hilang," ucapnya, dikutip dari Carscoops.

Pernyataan Toyoda ini sejalan dengan pandangannya yang telah lama diungkapkan. Selain memprediksi hilangnya lapangan kerja, ia juga pernah mengkritik para politisi yang mendorong penggunaan EV secara agresif. Toyoda bahkan mengklaim bahwa Jepang akan mengalami kekurangan listrik pada musim panas jika semua kendaraan menggunakan tenaga listrik.

Emblem mobil-mobil Toyota jenis Electric Vechile (EV) [AFP/ Robyn Beck].
Emblem mobil-mobil Toyota jenis Electric Vechile (EV) [AFP/ Robyn Beck].

Sebagai gantinya, Toyoda menganjurkan pendekatan yang lebih seimbang menuju netralitas karbon, yang mencakup kendaraan hybrid dan mesin pembakaran internal yang lebih bersih.

Namun, pandangan Toyoda ini tidak selalu populer. Selama masa jabatannya sebagai CEO Toyota, perusahaan tersebut pernah dinobatkan sebagai perusahaan ketiga yang paling menghalangi upaya pemerintah untuk mengurangi perubahan iklim. Beberapa investor bahkan keberatan dengan pemilihannya kembali sebagai chairman tahun ini, karena menganggap pandangannya keliru.

Meskipun kontroversial, Toyota saat ini sedang menikmati keuntungan dari pasar EV yang sedang melambat. Meskipun pangsa pasar EV terus tumbuh, laju pertumbuhannya telah mengalami perlambatan yang signifikan. Hal ini mendorong produsen mobil lainnya seperti Ford, GM, dan Volvo untuk mengevaluasi kembali strategi EV mereka yang sebelumnya sangat berfokus pada kendaraan listrik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Toyota Kembali ke F1, Ini Misi Rahasianya!

Toyota Kembali ke F1, Ini Misi Rahasianya!

Otomotif | Minggu, 13 Oktober 2024 | 10:49 WIB

ACC Beberkan Tips Beli Mobil Baru di Multifinance Day 2024

ACC Beberkan Tips Beli Mobil Baru di Multifinance Day 2024

Otomotif | Minggu, 13 Oktober 2024 | 08:43 WIB

Tesla Cybercab: Revolusi Transportasi Otonom Tanpa Kemudi

Tesla Cybercab: Revolusi Transportasi Otonom Tanpa Kemudi

Otomotif | Sabtu, 12 Oktober 2024 | 15:00 WIB

Kenalan dengan Solo: Mobil Listrik Mungil nan Imut, Namanya Mirip Kota Kelahiran Jokowi

Kenalan dengan Solo: Mobil Listrik Mungil nan Imut, Namanya Mirip Kota Kelahiran Jokowi

Otomotif | Sabtu, 12 Oktober 2024 | 14:10 WIB

AUKSI Gandeng Platform Jual Beli Mobil Bekas Permudah Diler Lakukan Transaksi

AUKSI Gandeng Platform Jual Beli Mobil Bekas Permudah Diler Lakukan Transaksi

Otomotif | Sabtu, 12 Oktober 2024 | 12:41 WIB

Paula Verhouven Paham Betul Love Language Baim Wong, Mobil Langka Seharga Ratusan Juta Ini Buktinya

Paula Verhouven Paham Betul Love Language Baim Wong, Mobil Langka Seharga Ratusan Juta Ini Buktinya

Otomotif | Sabtu, 12 Oktober 2024 | 10:14 WIB

Terkini

Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan

Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan

Jogja | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:58 WIB

GMFI Mulai Cari Cuan dari Pesawat Militer

GMFI Mulai Cari Cuan dari Pesawat Militer

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:53 WIB

9 Dosa Daycare Little Aresha Terungkap di Sidang Perdana, Anak Dikurung hingga Dibiarkan Kehausan

9 Dosa Daycare Little Aresha Terungkap di Sidang Perdana, Anak Dikurung hingga Dibiarkan Kehausan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:52 WIB

Blunder Anak John Herdman Berujung Kekalahan Bali United, Johnny Jansen Pasang Badan

Blunder Anak John Herdman Berujung Kekalahan Bali United, Johnny Jansen Pasang Badan

Bola | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:52 WIB

Ha Young Main Drama Apa Saja? Disorot gara-gara Kontroversi Buyut Pro-Jepang

Ha Young Main Drama Apa Saja? Disorot gara-gara Kontroversi Buyut Pro-Jepang

Entertainment | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:51 WIB

Harapan dan Capaian di Hari Jadi Ke-81 Jateng

Harapan dan Capaian di Hari Jadi Ke-81 Jateng

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:48 WIB

Aroma Rokok Kretek Membekas di Ingatan Maarten Paes Saat Pertama Tiba di Jakarta

Aroma Rokok Kretek Membekas di Ingatan Maarten Paes Saat Pertama Tiba di Jakarta

Bola | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:46 WIB

Privilege dalam Pengasuhan: Mengapa Ibu Berduit Dianggap Lebih Siap?

Privilege dalam Pengasuhan: Mengapa Ibu Berduit Dianggap Lebih Siap?

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:45 WIB

Arjuno-Welirang Membara! Pendakian Ditutup Total Usai Api Kepung Puncak Kembar 2

Arjuno-Welirang Membara! Pendakian Ditutup Total Usai Api Kepung Puncak Kembar 2

Malang | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:42 WIB

Bantah Isu Naik 100 Persen, Gus Irfan: Kenaikan Biaya Haji 2027 Sekitar 10-15 Persen

Bantah Isu Naik 100 Persen, Gus Irfan: Kenaikan Biaya Haji 2027 Sekitar 10-15 Persen

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:40 WIB

×