Jangan Abaikan! Tekanan Ban yang Tepat Bisa Jadi Penyelamat Pengendara Mobil di Musim Hujan

Cesar Uji Tawakal, Gagah Radhitya Widiaseno

Rabu, 13 November 2024 | 20:00 WIB
Jangan Abaikan! Tekanan Ban yang Tepat Bisa Jadi Penyelamat Pengendara Mobil di Musim Hujan
Pengendara motor melintas saat hujan lebat di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (2/7/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Musim hujan membawa tantangan tersendiri bagi pengendara mobil. Salah satu aspek krusial yang sering diabaikan adalah manajemen tekanan angin ban. Mitos yang beredar tentang perlunya mengubah tekanan ban saat hujan perlu diluruskan demi keselamatan berkendara.

Tekanan ban yang tepat merupakan kunci keselamatan berkendara, terlebih saat musim hujan. Tak sedikit yang menegaskan bahwa tidak perlu mengubah tekanan ban ketika hujan. Justru, mempertahankan tekanan sesuai standar pabrikan adalah langkah terbaik untuk mencegah risiko aquaplaning dan masalah pengereman.

Dilansir dari berbagai sumber, tekanan ban yang tidak sesuai standar dapat menimbulkan berbagai masalah serius dalam berkendara.

Ketika tekanan ban terlalu rendah, risiko aquaplaning meningkat drastis karena ban tidak mampu menghalau air dengan optimal. Hal ini juga menyebabkan konsumsi bahan bakar membengkak dan keausan ban menjadi tidak merata, serta mempengaruhi kualitas pengereman kendaraan.

Ilustrasi Pengecekan Ban Mobil yang Dilakukan Oleh Tenaga Profesional Dari Dunlop. (Foto: Dunlop)
Ilustrasi Pengecekan Ban Mobil yang Dilakukan Oleh Tenaga Profesional Dari Dunlop. (Foto: Dunlop)

Di sisi lain, tekanan ban yang terlalu tinggi tidak kalah berbahayanya. Kondisi ini mengakibatkan berkurangnya area kontak ban dengan permukaan jalan, mengganggu stabilitas berkendara, dan yang paling mengkhawatirkan adalah meningkatnya risiko ban pecah secara tiba-tiba.

Kedua kondisi ini sama-sama membahayakan keselamatan pengendara dan perlu dihindari dengan melakukan pemeriksaan rutin.

Untuk itu, periksa tekanan ban secara rutin, minimal dua minggu sekali. Gunakan panduan tekanan yang tertera pada manual kendaraan atau informasi di pintu mobil. Untuk kebanyakan mobil penumpang, tekanan ideal berkisar antara 30-32 PSI.

Mempertahankan tekanan ban yang tepat adalah investasi untuk keselamatan berkendara di musim hujan. Jangan terpengaruh mitos yang beredar dan selalu ikuti rekomendasi pabrikan untuk performa optimal kendaraan Anda.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rahasia Motor Irit: 4 Komponen Ini Jangan Disepelekan!

Rahasia Motor Irit: 4 Komponen Ini Jangan Disepelekan!

Otomotif | Selasa, 15 Oktober 2024 | 14:39 WIB

Jangan Disepelekan, Ini Bahaya Tekanan Angin Ban Motor yang Kurang

Jangan Disepelekan, Ini Bahaya Tekanan Angin Ban Motor yang Kurang

Otomotif | Selasa, 17 September 2024 | 20:05 WIB

Tekanan Ban MotoGP, Strategi Berisiko yang Bisa Membawa Kemenangan

Tekanan Ban MotoGP, Strategi Berisiko yang Bisa Membawa Kemenangan

Otomotif | Minggu, 21 Juli 2024 | 13:15 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×