Kasus Pecah Ban di Tol Cipali Dinilai Bukan Karena Sering Hantam Lubang

Manuel Jeghesta Nainggolan

Kamis, 06 Februari 2025 | 12:59 WIB
Kasus Pecah Ban di Tol Cipali Dinilai Bukan Karena Sering Hantam Lubang
Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali)/(Dok Astra Infra).

Suara.com - Kasus pecah ban yang terjadi di ruas tol Cipali (Cikopo-Palimanan) baru-baru ini ramai menjadi perbincangan karena dinilai banyaknya lubang sepanjang jalan.

Namun dijelaskan Deputy Head of OE Sales PT Bridgestone Tire Indonesia, Fisa Rizqiano, pernyataan pecah ban karena banyak menghantam lubang dinilai kurang tepat.

Pasalnya ban yang ada sudah didesain sesuai dengan kontur jalan di Indonesia. Jadi tidak bisa langsung diambil kesimpulan bahwa penyebab pecah ban terjadi karena terlalu sering menghantam lubang.

"Boleh dibilang tidak tepat (pecah ban karena menghantam lubang), di Bridgestone atau saya kira merek lainnya juga. Indonesia itu market yang unik, selain infrastruktur yang belum semua memadai, jadi memang didesain untuk akomodir jalan di Indonesia," ujar Fisa di Karawang, baru-baru ini, Kamis (6/2/2025).

Lebih lanjut, dijelaskan Fisa, pecah bisa terjadi jika lubang yang dihantam mengenai bagian dinding ban, bukan bagian bawah ban.

Selain itu, ban mobil bisa pecah juga karena mengalami kelelahan atau sudah tidak layak pakai.

"Ban bisa pecah sebab adanya fatigue. Kita dulu pernah coba pecahkan ban itu seharian susah pecah, kita tes di luar cari pothole dan itu juga susah pecahnya. Gambarannya seperti ini, kalau hanya lurus pada kecepatan berapa pun itu tidak bisa (langsung pecah). Tapi, kalau ada indikasi menghindar dan dinding ban sampai velg-nya kena, itu bisa bikin pecah," tegas Fisa.

"Kalau kasus yang di tol itu saya kira mungkin karena faktor kena dinding ban. Kalau sekadar benturan biasa itu tidak akan langsung pecah," sambungnya. 

Berdasarkan riset Bridgestone, ban mobil akan pecah saat menghantam lubang ketika dilakukan pada kecepatan yang cukup rendah, seperti 60 km/jam. Malah kalau kecepatannya tinggi, ban mobil seharusnya tidak pecah.

baca juga

"Kalau dari pengalaman kami, itu akan pecah ketika di kecepatan 60 km/jam or something. Tetapi kalau dihajar 80 km/jam itu lewat aja, tetapi kan saya tidak menyarankan, soalnya itu kan unique case," pungkasnya.

Sebelumnya dalam sebuah video yang beredar di sosial media, mobil-mobil yang mengalami pecah ban di Cipali menepi di bahu jalan dan mengganti ban. Menurut perekam video, pada titik tersebut banyak terdapat lubang yang memicu mobil pecah ban.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bridgestone Akui Harga Jadi Tantangan untuk Bersaing dengan Merek Ban China

Bridgestone Akui Harga Jadi Tantangan untuk Bersaing dengan Merek Ban China

Otomotif | Rabu, 05 Februari 2025 | 17:54 WIB

Bridgestone Dilanda Krisis Terpaksa Tutup Pabrik dan PHK Karyawan, Bagaimana Nasib di Indonesia?

Bridgestone Dilanda Krisis Terpaksa Tutup Pabrik dan PHK Karyawan, Bagaimana Nasib di Indonesia?

Otomotif | Selasa, 04 Februari 2025 | 15:55 WIB

Bridgestone Beri Sinyal Segera Jadi OEM Salah Satu Brand Mobil Listrik di Indonesia

Bridgestone Beri Sinyal Segera Jadi OEM Salah Satu Brand Mobil Listrik di Indonesia

Otomotif | Selasa, 04 Februari 2025 | 14:47 WIB

Terkini

Mengapa Pasar Mobil Jepang di Indonesia Semakin Menyusut?

Mengapa Pasar Mobil Jepang di Indonesia Semakin Menyusut?

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 06:05 WIB

Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi, Harga Minyak Dunia Mulai Turun

Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi, Harga Minyak Dunia Mulai Turun

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 06:01 WIB

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

×