Dampak Negatif Pada Sistem Pengereman Mobil Jika Paksa Terjang Banjir

Manuel Jeghesta Nainggolan

Senin, 03 Maret 2025 | 15:27 WIB
Dampak Negatif Pada Sistem Pengereman Mobil Jika Paksa Terjang Banjir
Ilustrasi ban mobil saat musim hujan dan waspada gejala aquaplaning (Toyota)

Suara.com - Menerjang genangan banjir ternyata turut memberikan dampak negatif terhadap sistem pengereman pada mobil.

Pasalnya saat melalui genangan air yang cukup dalam, ada potensi air memasuki sistem pengereman, apakah itu cakram atau tromol. Pengemudi juga perlu paham, tindakan yang harus dilakukan agar rem mobil tetap berfungsi baik saat mobil melintasi genangan air atau terjang banjir.

Pertama adalah jangan langsung tancap gas dengan meningkatkan kecepatan. Karena ada potensi rem mengalami gangguan karena air masuk sistem rem, dan membuatnya tak bekerja optimal.

Sebaiknya jalan perlahan atau berhenti di lokasi yang aman dan melakukan Brake Check. Caranya cukup menekan pedal rem berkali-kali sampai gigitan rem kembali normal.

Diketahui ada 2 jenis rem mobil, yakni rem cakram dan rem teromol. Dalam keterengan Auto2000, Senin (3/3/2025), rem cakram terdiri dari piringan cakram baja terbuka dan unit kampas untuk menjepit cakram sehingga putaran roda berhenti. Pengeremannya menggunakan sistem hidrolis atau dorongan cairan rem. Rem jenis ini umumnya dipakai di roda depan yang menerima beban kerja paling berat.

Kemudian ada rem tromol. Cara kerja rem jenis ini adalah dengan menekan sepatu rem yang tidak berputar terhadap tromol (brake drum) sehingga menghasilkan gesekan dan mengurangi laju mobil yang membuatnya berhenti. Rem jenis ini biasa dipakai di roda belakang mobil penumpang.

Antara keduanya, rem cakram lebih pakem ketimbang rem tromol. Keunggulan rem cakram adalah lebih mudah melepaskan panas sehingga performanya terjaga. Namun, efektif atau tidaknya kerja rem cakram sangat tergantung kepada kondisi kampas rem. Alhasil, kampas rem jadi cepat aus dan berbahaya, karena bila gagal berfungsi bisa bikin rem mobil blong.

Rem Cakram Tidak Bebas Masalah

Meskipun lebih unggul, rem cakram tidak bebas dari masalah sehingga butuh perhatian dari pemakai mobil. Salah satunya adalah rem cakram macet saat berputar yang dapat disebabkan karena posisi pad/kampas rem yang tidak rata menyentuh piringan/miring.

baca juga

Masalah ini bisa disebabkan karena kebocoran pada selang cairan rem dari master rem ke kaliper (tempat kampas rem). Untuk mengatasinya, segera ganti selang rem dan seal/karet pada master rem dan kaliper.

Udara Masuk ke Dalam Saluran Cairan Rem

Sementara udara yang masuk ke dalam sistem pengereman juga sanggup membuat kampas rem kurang menggigit. Cara mengatasinya, pastikan cairan rem penuh, kocok-kocok pedal rem dan tahan, lanjutkan buka penutup (napel) yang ada di kaliper.

Setelah udara keluar, kencangkan kembali penutup di kaliper rem. Ulangi terus langkah di atas sampai angin hilang dan rem kembali normal. Langkah ini terbilang sulit bila dikerjakan sendiri, oleh karena itu disarankan untuk mengunjungi bengkel resmi.

Kampas Rem Mulai Habis

Kampas rem sudah mulai habis atau tipis dapat membuat cairan rem berkurang akibat cairan rem terdorong ke bagian kaliper oleh piston yang semakin masuk.

Langkah awal tentunya dengan mengganti kampas rem orisinal. Namun jangan langsung mengisi cairan rem yang berkurang setelah menggantinya. Karena setelah kampas rem diganti dengan yang baru, biasanya piston akan terdorong lagi ke dalam kaliper dan minyak rem kembali naik.

Perawatan Berkala Rem Cakram

Tidak hanya kampas rem, komponen lain rem cakram tetap membutuhkan perawatan berkala sehingga fungsinya dapat optimal. Karena posisinya terbuka, maka debu dan kotoran dengan mudah menempel pada permukaan cakram.

Perawatan berkala dilakukan dengan membersihkan piringan rem. Perhatikan apakah permukaannya rata atau tidak. Jika bergelombang, disarankan untuk segera menggantinya dengan cakram baru supaya rem tetap dapat berfungsi dengan baik.

Cairan rem memiliki batas waktu pemakaian dan seiring waktu akan mengalami penurunan fungsi. Formulanya akan mengalami kerusakan dan titik didihnya turun yang membuat performanya turun. Perlu dilakukan penggantian cairan rem secara berkala dan pastikan volumenya tidak berkurang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pantang Terpuruk Usai Kena PHK: Ini Tips Kredit Mobil untuk Usaha Kecil Menengah, Solusi Bangkit saat Krisis!

Pantang Terpuruk Usai Kena PHK: Ini Tips Kredit Mobil untuk Usaha Kecil Menengah, Solusi Bangkit saat Krisis!

Otomotif | Senin, 03 Maret 2025 | 14:46 WIB

Daftar Harga Terbaru Suzuki Jimny Bulan Maret 2025

Daftar Harga Terbaru Suzuki Jimny Bulan Maret 2025

Otomotif | Senin, 03 Maret 2025 | 14:12 WIB

Kia Kenalkan SUV Mungil, Harga Setara HR-V Turbo RS

Kia Kenalkan SUV Mungil, Harga Setara HR-V Turbo RS

Otomotif | Senin, 03 Maret 2025 | 13:26 WIB

Terkini

Pegang Uang Rp450 Juta di Jogja, Jangan Asal SPK SUV CRETA Alpha Sebelum Lihat Ganasnya Versi N Line

Pegang Uang Rp450 Juta di Jogja, Jangan Asal SPK SUV CRETA Alpha Sebelum Lihat Ganasnya Versi N Line

Otomotif | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:42 WIB

DFSK E5 Plus Ramaikan Pasar SUV dengan Teknologi PHEV untuk Pasar Indonesia

DFSK E5 Plus Ramaikan Pasar SUV dengan Teknologi PHEV untuk Pasar Indonesia

Otomotif | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:35 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Gunakan Motor Listrik saat Lakukan Kunjungan di Tanah Papua

Wapres Gibran Rakabuming Gunakan Motor Listrik saat Lakukan Kunjungan di Tanah Papua

Otomotif | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:13 WIB

Aturan Keamanan Baru China Berpotensi Dongkrak Harga Mobil Listrik Dunia

Aturan Keamanan Baru China Berpotensi Dongkrak Harga Mobil Listrik Dunia

Otomotif | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:57 WIB

AHM Diduga Luncurkan Honda Vario 160 Anyar Besok

AHM Diduga Luncurkan Honda Vario 160 Anyar Besok

Otomotif | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:50 WIB

Ratusan Biker MAXi Yamaha Padati Karawaci Meriahkan MAXi Yamaha Day Jabodetabek

Ratusan Biker MAXi Yamaha Padati Karawaci Meriahkan MAXi Yamaha Day Jabodetabek

Otomotif | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:50 WIB

Apa Bedanya eMotor Tyranno vs Tyranno X? Ini Detail Perbandingan Spesifikasi dan Harganya

Apa Bedanya eMotor Tyranno vs Tyranno X? Ini Detail Perbandingan Spesifikasi dan Harganya

Otomotif | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:37 WIB

Harga Mirip Vario, Garansi Baterai Polytron Fox 350 vs United TX3000 vs eMotor Sprinto Mending Mana?

Harga Mirip Vario, Garansi Baterai Polytron Fox 350 vs United TX3000 vs eMotor Sprinto Mending Mana?

Otomotif | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:38 WIB

Chery Q Gebrak Pasar Mobil Listrik Kompak dengan 20 Fitur ADAS Hingga Kamera Kolong

Chery Q Gebrak Pasar Mobil Listrik Kompak dengan 20 Fitur ADAS Hingga Kamera Kolong

Otomotif | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:05 WIB

TVS Kantongi Predikat Manufaktur Ramah Lingkungan

TVS Kantongi Predikat Manufaktur Ramah Lingkungan

Otomotif | Selasa, 23 Juni 2026 | 11:43 WIB