BYD Gencar Lakukan Ekspansi Global, Markas Volkswagen Jadi Target Selanjutnya

Manuel Jeghesta Nainggolan

Selasa, 18 Maret 2025 | 13:25 WIB
BYD Gencar Lakukan Ekspansi Global, Markas Volkswagen Jadi Target Selanjutnya
Ilustrasi Pabrik BYD. (Foto: Ist)

Suara.com - Pabrikan mobil listrik asal China, BYD tampaknya semakin gencar untuk melakukan ekspansi di Eropa.

Setelah memutuskan untuk membangun pabrik di Hungaria dan Turki, seorang sumber mengatakan, BYD saat ini tengah mempertimbangkan untuk membangun pabrik di Jerman yang sekaligus merupakan markas dari Volskswagen Group.

Wakil Presiden Eksekutif BYD, Stella Li, belum lama ini dalam sebuah wawancara mengatakan, perusahaan sedang mempertimbangkan membangun pabrik ketiga untuk melayani pasar Eropa dalam dua tahun ke depan.

Hanya saja dalam sesi wawancara tersebut, Li tidak mengungkap secara detail negara mana yang menjadi tujuan BYD.

Jerman adalah pilihan utama BYD, meskipun keputusan BYD turut mengundang pertanyaan karena tingginya biaya tenaga kerja dan energi, tingkat produktivitas yang rendah, dan redahnya fleksibilitas di negara tersebut.

"Keputusan BYD mempertimbangkan untuk membangun pabrik ketiga di Eropa Barat karena ingin membangun kesadaran dan penerimaan merek di antara pelanggan Eropa sebagai produsen lokal," kata sumber, dikutip dari CNevpost, Selasa (18/3/2025).

Di satus sisi, perusahaan yang berfokus untuk memproduksi mobil listrik ini juga haus mematuhi arahan dari pemerintah China untuk tidak berinvestasi di negara-negara yang mendukung tarif impor.

"Artinya, BYD saat ini sedang mengabaikan beberapa negara anggota Uni Eropa, termasuk Italia dan Prancis, karena mereka mendukung tarif impor," tambah sumber.

Meski belum terdapat pernyataan resmi dari perusahaan, keputusan akhir apakah BYD akan membangun pabrik ketiga di Jerman tentu saja akan bergantung pada kinerja penjualan BYD di Eropa dan pemanfaatan kapasitas pabriknya di Hungaria dan Turki.

baca juga

Pabrik BYD di Hungaria akan mulai berproduksi pada bulan Oktober mendatang. Sementara pabrik di Turki akan mulai berproduksi pada bulan Maret 2026.

BYD mengumumkan pada tanggal 22 Desember 2023 bahwa mereka akan membangun lokasi produksi kendaraan listrik di Szeged, Hungaria, yang merupakan pabrik kendaraan listrik penumpang pertamanya di Eropa.

Pada tanggal 30 Januari 2024, BYD menandatangani perjanjian dengan pemerintah kota Szeged untuk pabrik kendaraan penumpangnya di Hungaria.

Selanjutnya pada 8 Juli 2024, BYD menandatangani perjanjian investasi dan kerja sama dengan pemerintah Turki untuk pembangunan fasilitas produksi di Turki, dengan rencana investasi sekitar $1 miliar.

Pabrik Turki, yang direncanakan memiliki kapasitas tahunan sebesar 150.000 kendaraan, akan mulai berproduksi pada akhir tahun 2026, kata BYD saat itu.

"Ketika beroperasi penuh, BYD akan memiliki kapasitas produksi gabungan sebesar 500.000 kendaraan per tahun," pungkas Sumber.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Toyota Terus Dominasi Pasar Mobil Hybrid Indonesia

Toyota Terus Dominasi Pasar Mobil Hybrid Indonesia

Otomotif | Senin, 17 Maret 2025 | 22:13 WIB

Sejarah! Untuk Pertama Kalinya Mobil Listrik Kalahkan Mobil Hybrid di Indonesia

Sejarah! Untuk Pertama Kalinya Mobil Listrik Kalahkan Mobil Hybrid di Indonesia

Otomotif | Senin, 17 Maret 2025 | 20:08 WIB

Honda Dibikin Tak Berdaya di Pasar Tiongkok, Efek BYD?

Honda Dibikin Tak Berdaya di Pasar Tiongkok, Efek BYD?

Otomotif | Senin, 17 Maret 2025 | 15:38 WIB

Terkini

Ikan 'Kiamat' Terdampar di Pantai Pink Lombok, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Ikan 'Kiamat' Terdampar di Pantai Pink Lombok, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Bali | Kamis, 27 Agustus 2026 | 08:47 WIB

Semeru Membara: Jalur Pendakian Ditutup Total, Pendaki Dievakuasi!

Semeru Membara: Jalur Pendakian Ditutup Total, Pendaki Dievakuasi!

Malang | Kamis, 27 Agustus 2026 | 08:44 WIB

FMN UI Serukan Demo di Istana Hari Ini, Bawa Sejumlah Tuntutan ke Pemerintah

FMN UI Serukan Demo di Istana Hari Ini, Bawa Sejumlah Tuntutan ke Pemerintah

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 08:43 WIB

Membaca Perang Paregrek 1: Saat Konflik Kerajaan Majapahit Berubah Jadi Thriller Politik

Membaca Perang Paregrek 1: Saat Konflik Kerajaan Majapahit Berubah Jadi Thriller Politik

Your Say | Kamis, 27 Agustus 2026 | 08:35 WIB

7 Cara Menghubungkan Smart TV ke Wi-Fi Rumah untuk Nonton YouTube hingga Netflix

7 Cara Menghubungkan Smart TV ke Wi-Fi Rumah untuk Nonton YouTube hingga Netflix

Tekno | Kamis, 27 Agustus 2026 | 08:35 WIB

Jelang Demo di DPR, Aparat Amankan Sejumlah Terduga Penyusup Sejak Malam

Jelang Demo di DPR, Aparat Amankan Sejumlah Terduga Penyusup Sejak Malam

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 08:31 WIB

CIMB Niaga Kenalkan Preferred BOSS, Solusi Terintegrasi untuk Pemilik Bisnis

CIMB Niaga Kenalkan Preferred BOSS, Solusi Terintegrasi untuk Pemilik Bisnis

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Tuntutan Hukum Mati Koruptor Membentang di Depan Gedung DPR RI Pagi Ini

Tuntutan Hukum Mati Koruptor Membentang di Depan Gedung DPR RI Pagi Ini

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 08:20 WIB

Aksi Demo 27 Agustus 2026 di DPR Tentang Apa? Ini Daftar Tuntutannya

Aksi Demo 27 Agustus 2026 di DPR Tentang Apa? Ini Daftar Tuntutannya

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Kenapa Akun WhatsApp Mendadak Diblokir? Meta Akui Ada Kesalahan Sistem Global

Kenapa Akun WhatsApp Mendadak Diblokir? Meta Akui Ada Kesalahan Sistem Global

Tekno | Kamis, 27 Agustus 2026 | 08:08 WIB

×