Peregangan Sederhana Dalam Mobil Saat Mudik: Tubuh Kembali Segar!

Muhammad Yunus Suara.Com
Rabu, 02 April 2025 | 16:23 WIB
Peregangan Sederhana Dalam Mobil Saat Mudik: Tubuh Kembali Segar!
Ilustrasi peregangan selama perjalanan mudik [Dokumentasi pribadi dr Listya Tresnanti Mirtha]

Dalam budaya Indonesia, disebut mudik. Sebuah kata sederhana yang menyimpan kerinduan dalam-dalam dan menyuarakan satu harapan kolektif, bertemu keluarga di kampung halaman.

Berkumpul di meja makan yang penuh hidangan nostalgia, serta melupakan sejenak kerasnya hidup di kota.

Mudik bukan sekadar perjalanan dari satu titik geografis ke titik lainnya. Ia adalah fenomena sosial yang unik.

Sebuah ritual massal yang sarat emosi dan budaya. Namun, di balik euforia dan romantika itu, tersimpan satu kenyataan yang sering luput dari perhatian: risiko kesehatan selama perjalanan.

Dokter Dito Anurogo mengatakan, dari kelelahan fisik, pola makan yang kacau, hingga penurunan daya tahan tubuh, semuanya bisa mengintai dan merusak momen indah yang seharusnya dirayakan.

Lalu pertanyaannya, mungkinkah mudik tetap penuh makna tanpa mengorbankan kesehatan? Jawabannya bukan hanya mungkin. Ia perlu dan mendesak untuk dilakukan.

Inilah saatnya kita membangun kesadaran baru: mudik yang sehat adalah investasi untuk Lebaran yang bahagia.

Paradigma Baru dalam Tradisi Lama

Di tengah gegap gempita arus mudik, kita kerap melihat hal yang sama berulang: wajah lelah di terminal, anak-anak menangis di dalam bus penuh sesak.

Baca Juga: Cara Siasati Rest Area Penuh saat Arus Balik Mudik Lebaran

Pengemudi mengantuk yang memaksakan diri menyetir berjam-jam, bahkan ada yang terpaksa menghabiskan Lebaran di rumah sakit akibat infeksi saluran pencernaan atau dehidrasi berat.

Tradisi, betapapun mulianya, tak boleh membutakan kita dari realitas. Maka, yang diperlukan bukanlah penolakan terhadap mudik, melainkan perubahan cara pandang.

Bahwa mudik bukan hanya soal tiba, tapi soal bagaimana kita tiba. Bukan hanya cepat sampai, melainkan dalam keadaan sehat, waras, dan utuh.

Paradigma ini bukanlah bentuk kekhawatiran berlebihan. Ia lahir dari data dan pengalaman.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah lama mengingatkan bahwa perjalanan panjang, terutama yang dilakukan dalam posisi duduk tanpa henti.

Meningkatkan risiko Deep Vein Thrombosis (DVT), pembekuan darah di pembuluh vena dalam yang bisa berujung fatal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI