Neta Umumkan Proses Restrukturisasi Demi Selamatkan Perusahaan dari Kebangkrutan

Manuel Jeghesta Nainggolan

Jum'at, 13 Juni 2025 | 14:40 WIB
Neta Umumkan Proses Restrukturisasi Demi Selamatkan Perusahaan dari Kebangkrutan
Test Drive Mobil Listrik Neta V. (Foto: Suara.com/Manuel Jeghesta)

Suara.com - Perusahaan induk Neta Auto, yakni Hozon New Energy Automobile Co mengumumkan telah memulai proses restrukturisasi.

Restrukturisasi ini merupakan tindakan penyelamatan diri yang aktif yang dipimpin oleh pemerintah dan diawasi oleh Pengadilan Menengah Rakyat Jiaxing di Provinsi Zhejiang, China.

Proses restrukturisasi ini bertujuan menyelesaikan krisis utang melalui prosedur hukum, memperkenalkan sumber daya strategis, mengoptimalkan sistem manajemen, dan membuka jalur baru untuk pembangunan berkelanjutan perusahaan.

"Tujuan utama restrukturisasi ini adalah untuk memastikan produksi, menstabilkan pengiriman, dan melindungi hak dan kepentingan. Perusahaan akan direvitalisasi melalui optimalisasi utang, perbaikan manajemen, dan suntikan modal," tulis keterangan perusahaan, Jumat (13 Juni 2025).

Lebih lanjut dijelaskan, saat ini pabrik produksi seperti Tongxiang akan kembali beroperasi secara
bertahap selama enam bulan ke depan, dengan fokus pada jaminan pengiriman pesanan yang ada.

Sistem dealer akan memastikan transisi yang stabil melalui pertukaran utang dengan ekuitas dan dukungan finansial.

"Bisnis luar negeri tidak terpengaruh. Perjanjian jaminan telah ditandatangani untuk kerja sama dengan dealer luar negeri dan pasokan suku cadang, dan jaringan layanan purna jual beroperasi penuh," tegas perusahaan.

Kantor Neta di Demo Karyawan

Sebelumnya mencuat insiden yang terekam dalam sebuah video yang memperlihatkan sejumlah karyawan Neta Auto terlihat mendatangi Pemimpin Neta Auto, Fang Yunzhou, di kantor barunya di Shanghai.

baca juga

Melansir Carnewschina, seorang karyawan yang berada di lokasi kejadian mengungkapkan bahwa lebih dari 100 orang berkumpul, namun hanya menerima arahan untuk menunggu proses likuidasi kebangkrutan.

Informasi ini diperkuat oleh seorang staf Neta Auto dalam video tersebut yang mengonfirmasi rencana perusahaan untuk memasuki proses reorganisasi kebangkrutan dalam beberapa hari kedepan.

Insiden ini merupakan puncak dari serangkaian krisis yang telah menimpa Neta Auto selama beberapa tahun terakhir, termasuk masalah arus kas, eksodus eksekutif, dan tekanan dari pemasok.

Penjualan Neta Merosot Drastis

Sejak tahun 2024, Neta Auto telah menjadi target berbagai penegakan hukum pengadilan akibat terputusnya rantai modal dan gagal bayar utang.

Periode ini bertepatan dengan PHK besar-besaran yang dilakukan Neta Auto terhadap lebih dari 2.900 karyawan atau hampir setengah dari total tenaga kerjanya di berbagai departemen.Bahkan para karyawan mengklaim upah mereka belum dibayarkan sejak November tahun lalu.

Meskipun mantan karyawan telah memenangkan tuntutan hukum, mereka kesulitan menagih upah yang seharusnya mereka terima karena perusahaan dilaporkan tidak memiliki aset yang cukup untuk disita.

Sebagai contoh, pada Maret 2025, perintah pengadilan hanya berhasil membekukan kurang dari 500 yuan (sekitar 70 USD) dari gabungan dua rekening bank perusahaan afiliasi Neta Auto.

Pada tanggal 13 Mei, Shanghai Yuxing Advertising Co., Ltd. mengajukan permohonan peninjauan kebangkrutan terhadap Hozon New Energy yang menaungi Neta Auto, dengan tuduhan utang sebesar 5,31 juta yuan (sekitar 740.000 USD) untuk promosi iklan.

Posisi Neta di Indonesia

Posisi Neta di Indonesia tidak jauh berbeda dengan di negara asalnya. Perusahaan mobil listrik asal Tiongkok ini sempat mencuri perhatian dengan menghadirkan Neta V. Selanjutnya perusahaan yang melakukan perakitan lokal di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM) di Bekasi ini turut memboyong Neta V-II untuk dirakit dan dipasarkan di Indonesia.

Terakhir Neta sempat memasarkan Neta X untuk menambah jajaran produk mobil listrik mereka di Indonesia. Namun strategi yang dijalankan perusahaan sepertinya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan di tengah semakin banyaknya merek mobil China yang turut menawarkan mobil listrik.

Dari sisi penjualan, jika berkaca dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil Neta di Indonesia sepanjang Januari-Maret 2025 memang tidak menggembirakan, yakni hanya 198 unit. Bahkan perusahaan hanya mampu menjua sebanyakl 55 unit mobil listrik pada Maret lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setelah BMW, Kini Kaesang Muncul dari Balik Pintu Mobil Listrik Hyptec HT

Setelah BMW, Kini Kaesang Muncul dari Balik Pintu Mobil Listrik Hyptec HT

Otomotif | Kamis, 12 Juni 2025 | 19:05 WIB

Xiaomi SU7 Ultra Taklukkan Sirkuit Nurburgring Dalam 7 Menit, Jadi Mobil Listrik Mewah Tercepat

Xiaomi SU7 Ultra Taklukkan Sirkuit Nurburgring Dalam 7 Menit, Jadi Mobil Listrik Mewah Tercepat

Otomotif | Kamis, 12 Juni 2025 | 20:12 WIB

Karyawan Neta Tuntut Upah yang Belum Dibayar Diambang Kebangkrutan Perusahaan

Karyawan Neta Tuntut Upah yang Belum Dibayar Diambang Kebangkrutan Perusahaan

Otomotif | Kamis, 12 Juni 2025 | 16:45 WIB

Terkini

4 Motor Brilian Suzuki yang Nggak Masuk Indonesia, padahal Bisa Bikin Kelas 150cc Bertekuk Lutut

4 Motor Brilian Suzuki yang Nggak Masuk Indonesia, padahal Bisa Bikin Kelas 150cc Bertekuk Lutut

Otomotif | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB

Daftar Harga Motor Matik Juni 2026 Setelah Alami Kenaikan Harga

Daftar Harga Motor Matik Juni 2026 Setelah Alami Kenaikan Harga

Otomotif | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:16 WIB

Nongol di Dealer, Mitsubishi Kenalkan Mobil Listrik dengan Harga Mirip BYD Atto 1

Nongol di Dealer, Mitsubishi Kenalkan Mobil Listrik dengan Harga Mirip BYD Atto 1

Otomotif | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:14 WIB

3 Mobil Mitsubishi Termurah tapi Belum Ketuaan: Mulai 90 Jutaan, Maticnya Jarang Masuk Bengkel

3 Mobil Mitsubishi Termurah tapi Belum Ketuaan: Mulai 90 Jutaan, Maticnya Jarang Masuk Bengkel

Otomotif | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:47 WIB

CVT Mitsubishi Xpander vs Toyota Veloz Lebih Awet Mana? Begini Kata Mekanik

CVT Mitsubishi Xpander vs Toyota Veloz Lebih Awet Mana? Begini Kata Mekanik

Otomotif | Kamis, 18 Juni 2026 | 14:55 WIB

BMW Terjebak Krisis Setelah Pangkas Target Laba dan Saham Merosot Tajam

BMW Terjebak Krisis Setelah Pangkas Target Laba dan Saham Merosot Tajam

Otomotif | Kamis, 18 Juni 2026 | 14:54 WIB

Penasaran Sensasi Mobil Listrik Tanpa Charger? Nissan Gelar e-POWER Driving Experience di Yogyakarta

Penasaran Sensasi Mobil Listrik Tanpa Charger? Nissan Gelar e-POWER Driving Experience di Yogyakarta

Otomotif | Kamis, 18 Juni 2026 | 09:46 WIB

Mobil Listrik Geely EX2 dari Kacamata Pengguna Perempuan

Mobil Listrik Geely EX2 dari Kacamata Pengguna Perempuan

Otomotif | Kamis, 18 Juni 2026 | 09:10 WIB

Terpopuler: Harley-Davidson Murah, Adu Awet Ertiga vs Avanza

Terpopuler: Harley-Davidson Murah, Adu Awet Ertiga vs Avanza

Otomotif | Rabu, 17 Juni 2026 | 19:39 WIB

Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc

Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc

Otomotif | Rabu, 17 Juni 2026 | 19:31 WIB