Stop Bonceng Anak di Depan! Ini Panduan Aman Berkendara Motor yang Sering Diabaikan

Ruth Meliana, Gagah Radhitya Widiaseno

Sabtu, 28 Juni 2025 | 13:12 WIB
Stop Bonceng Anak di Depan! Ini Panduan Aman Berkendara Motor yang Sering Diabaikan
Ilustrasi persiapan ibu memboncengkan anak (Design by Gemini AI)

Suara.com - Bagi jutaan orang tua di Indonesia, sepeda motor adalah tulang punggung mobilitas sehari-hari. Mulai dari mengantar anak ke sekolah, pergi ke pasar, hingga sekadar jalan-jalan sore, motor menjadi solusi praktis di tengah padatnya lalu lintas.

Namun, di balik kemudahan itu, ada satu pemandangan yang sering kita jumpai namun menyimpan risiko besar: anak kecil yang dibonceng di bagian depan pengendara.

Kebiasaan ini, meski terlihat sepele, sesungguhnya mengabaikan prinsip dasar keselamatan.

Banyak yang berpikir dengan memeluk anak di depan, mereka lebih aman dan terkendali.  Padahal, kenyataannya justru sebaliknya.

Kesalahan Fatal: Mengapa Posisi Anak di Depan Berbahaya?

Memposisikan anak di depan pengendara adalah kesalahan fatal yang sering dinormalisasi.

Secara teknis dan keselamatan, posisi ini sangat tidak dianjurkan karena beberapa alasan kuat:

  • Mengganggu Keseimbangan dan Manuver: Bobot anak di depan dapat mengubah pusat gravitasi motor, membuat stang lebih berat dan sulit dikendalikan, terutama saat bermanuver atau berbelok.
  • Risiko Terbentur dan Terjepit: Saat pengereman mendadak, tubuh anak berisiko tinggi terbentur dasbor atau stang motor. Dalam skenario terburuk, ia bisa terjepit di antara tubuh pengendara dan bagian depan motor.
  • Perlindungan Nol dari Angin dan Debu: Anak menjadi tameng hidup bagi pengendara, menerima terpaan angin, debu, kerikil, dan polusi secara langsung. Ini tidak hanya berbahaya bagi pernapasan tetapi juga matanya.
  • False Sense of Security: Pengendara merasa bisa melindungi anak dengan memeluknya, padahal refleks manusia tidak akan cukup cepat untuk menahan bobot anak yang terlempar ke depan saat terjadi tabrakan atau pengereman ekstrem.

Posisi Duduk Ideal: Aturan Emas Saat Berboncengan dengan Anak

Ilustrasi membonceng anak saat naik motor (Dok. AHM)
Ilustrasi membonceng anak saat naik motor (Dok. AHM)

Lalu, bagaimana cara yang benar? Panduan dari Honda Istimewa sangat jelas. Posisi paling aman untuk anak adalah di belakang pengendara.

baca juga
  • Jika Berboncengan Bertiga: Posisi terbaik adalah "sandwich", di mana anak duduk di antara kedua orang tuanya. Ini memberikan perlindungan maksimal dari depan dan belakang.
  • Jika Berkendara Sendiri dengan Anak: Pastikan anak duduk nyaman di jok belakang. Idealnya, kaki anak sudah bisa menapak sempurna di pijakan kaki (footstep). Jika belum, gunakan kursi bonceng tambahan yang banyak dijual di pasaran dan pastikan terpasang dengan kuat.

Untuk keamanan ekstra, terutama bagi anak yang lebih kecil, sangat disarankan menggunakan sabuk bonceng khusus sepeda motor. Alat ini berfungsi mengikat tubuh anak dengan pengendara, mencegah anak mengantuk dan terjatuh, serta menjaga posisinya tetap stabil selama perjalanan.

Bukan Cuma Posisi, Perlengkapan Ini Wajib Hukumnya!

Keselamatan tidak berhenti pada posisi duduk. Sama seperti orang dewasa, anak-anak juga wajib mengenakan perlengkapan berkendara yang layak. Jangan pernah kompromikan poin ini:

  • Helm: Gunakan helm standar SNI yang ukurannya pas di kepala anak, bukan helm mainan. Pastikan tali pengikatnya terpasang dengan benar dan nyaman.
  • Jaket: Jaket tebal melindungi tubuh dari terpaan angin dan mengurangi dampak cedera jika terjadi gesekan dengan aspal.
  • Celana Panjang: Bahan tebal seperti jeans lebih baik dalam melindungi kulit dari goresan dan panas knalpot.
  • Sepatu: Wajibkan anak memakai sepatu tertutup untuk melindungi seluruh bagian kaki dari benturan dan cedera.

Soal SIM dan Usia: Tanggung Jawab Orang Tua Mendidik, Bukan Memfasilitasi Terlalu Dini

Dilema lain yang dihadapi orang tua adalah kapan waktu yang tepat bagi anak untuk berkendara sendiri. Aturannya sudah jelas: usia minimal 17 tahun dan wajib memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) C.

Mengajarkan anak di bawah umur untuk mengendarai motor di jalan raya adalah tindakan yang sangat tidak bertanggung jawab.

Secara kognitif, anak dan remaja belum memiliki kemampuan untuk membaca situasi bahaya, mengontrol emosi, dan mengambil keputusan cepat di jalan raya.

Memberikan mereka fasilitas motor sebelum waktunya sama saja dengan menempatkan mereka dan pengguna jalan lain dalam bahaya.

Seperti yang ditekankan oleh Community Development & Safety Riding Supervisor Astra Motor Yogyakarta, Muhammad Ali Iqbal.

"Jangan korbankan masa depan anak dengan berkendara yang tidak aman, apalagi memberikan fasilitas sepeda motor saat anak belum cukup umur."

Pada akhirnya, keselamatan anak adalah prioritas nomor satu yang tidak bisa ditawar.

Kenyamanan sesaat jangan sampai mengorbankan masa depan mereka. Mari jadikan setiap perjalanan bersama si kecil sebagai momen yang aman, nyaman, dan penuh kenangan indah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Motor Bekas Honda ADV Harganya Berapa? Ada yang Semurah Scoopy, Intip Taksiran Banderolnya!

Motor Bekas Honda ADV Harganya Berapa? Ada yang Semurah Scoopy, Intip Taksiran Banderolnya!

Otomotif | Sabtu, 28 Juni 2025 | 10:26 WIB

Rekomendasi 3 Honda Vario Bekas Mulai Rp6 Jutaan: Mesin Bandel, Tangguh untuk Harian

Rekomendasi 3 Honda Vario Bekas Mulai Rp6 Jutaan: Mesin Bandel, Tangguh untuk Harian

Otomotif | Sabtu, 28 Juni 2025 | 08:29 WIB

5 Rekomendasi Motor Bekas Yamaha Aerox: Gaya Elit, Gesit, dan Irit

5 Rekomendasi Motor Bekas Yamaha Aerox: Gaya Elit, Gesit, dan Irit

Otomotif | Jum'at, 27 Juni 2025 | 21:00 WIB

Terkini

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

Sumsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United

Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United

Bola | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA

Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:15 WIB

KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub

KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub

Sumsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:07 WIB

×