10 Motor Bekas yang Sebaiknya Dihindari: Kalang Saing, Performa Pas-pasan

Husna Rahmayunita

Jum'at, 01 Agustus 2025 | 11:21 WIB
10 Motor Bekas yang Sebaiknya Dihindari: Kalang Saing, Performa Pas-pasan
Ilustrasi sepeda motor. [Envato]

Suara.com - Membeli sepeda motor bekas sebagai kendaraan sehari-hari membutuhkan pertimbangan matang. Fungsi, kenyamanan, dan performa menjadi aspek krusial yang menentukan kepuasan berkendara.

Sayangnya, tidak semua model di pasaran mampu memenuhi ekspektasi tersebut. Dikutip dari YouTube Fuse Box Moto, ada 10 motor bekas yang sebaiknya dipertimbangkan ulang sebelum memutuskan untuk membeli.

1. Yamaha Lexi 125 (tipe lama dan standar)

Yamaha Lexi 125
Yamaha Lexi 125

Varian awal Yamaha Lexi 125 dianggap kurang optimal. Desainnya terasa "nanggung" dan bobotnya yang ringan menimbulkan kesan ringkih. Selain itu, mesin 125cc-nya dinilai kurang bertenaga untuk bodinya yang bongsor. Performa yang pas-pasan ini bisa menjadi kendala, terutama saat melibas tanjakan atau membawa beban lebih.

2. Suzuki Next Crossover

Suzuki Next Crossover
Suzuki Next Crossover

Motor ini menawarkan gaya semi-trail yang menarik, namun sayangnya, tidak ada peningkatan performa yang signifikan. Performa mesin, suspensi, dan pengendalian motor ini serupa dengan Suzuki Nex 2 yang dikenal kurang bertenaga. Perubahan hanya berfokus pada tampilan, bukan pada pengalaman berkendara yang lebih baik.

3. Yamaha Freego

Yamaha Freego
Yamaha Freego

Meskipun memiliki bagasi yang sangat luas, Yamaha FreeGo memiliki beberapa kekurangan ergonomis. Posisi duduknya canggung, pijakan kaki sempit, dan penempatan tangki bensin di depan membuat motor terasa berat saat bermanuver. Desainnya yang kurang ikonik juga membuatnya kurang populer.

4. Honda Genio

Honda Genio
Honda Genio

Honda Genio gagal tampil maksimal sebagai motor retro. Meskipun irit, motor ini memiliki getaran mesin yang terasa, torsi bawah yang kosong. Selain itu, banderol harganya yang tidak terpaut jauh dengan Honda Scoopy atau Honda Beat yang menawarkan fitur dan popularitas lebih baik, menjadikan Genio kurang menarik dari segi nilai ekonomis.

5. Yamaha Gear 125 (versi standar)

Yamaha Gear 125
Yamaha Gear 125

Yamaha Gear 125 versi standar dianggap kurang maksimal. Varian ini terlalu minim fitur, suspensi keras, dan posisi duduknya sempit, terutama bagi pengendara bertubuh tinggi. Hal ini membuatnya kurang kompetitif dibanding motor matic lain di kelasnya.

6. Yamaha Mio Z

Yamaha Mio Z
Yamaha Mio Z

Dibandingkan seri Mio yang legendaris, Yamaha Mio Z kurang berhasil karena desainnya yang usang dan fitur-fitur yang tidak mengikuti perkembangan zaman. Teknologi mesinnya pun sudah kalah saing. Akibatnya, unit baru Mio Z semakin sulit ditemukan di pasaran dan harga bekasnya pun cenderung anjlok karena kurangnya permintaan.

7. Honda Vario 125 CBS non-ISS

Honda Vario 125
Honda Vario 125

Varian ini menawarkan harga yang lebih murah, namun dengan banyak fitur yang dikorbankan. Absennya fitur Idling Stop System (ISS) membuat motor ini boros bahan bakar. Selain itu, tidak adanya smart key dan penggunaan speedometer model lama membuatnya terasa kurang modern. Dengan selisih harga yang tidak terlalu signifikan, konsumen cenderung memilih varian Vario 125 yang dilengkapi fitur ISS dan smart key.

baca juga

8. Suzuki Address

Suzuki Address
Suzuki Address

Meskipun dikenal tangguh dan hemat bahan bakar, Suzuki Address memiliki tampilan dan fitur yang sudah ketinggalan zaman, seperti suara starter yang kasar dan tidak adanya fitur standar keamanan seperti side stand switch. Penjualannya yang sangat rendah menjadikannya sulit direkomendasikan. Dengan minimnya pembaruan dan popularitas yang rendah, Suzuki Address sulit direkomendasikan.

9. Yamaha Fino 125

Yamaha Fino 125
Yamaha Fino 125

Yamaha Fino 125 memiliki desain yang stagnan dan minim teknologi, membuatnya kurang kompetitif dibandingkan pesaingnya seperti Honda Scoopy. Panel meternya masih menggunakan model analog, dan populasinya yang tidak terlalu banyak di jalanan membuat harga bekas Fino 125 cenderung menurun.

10. Honda Forza 250

Honda Forza 250 dianggap terlalu mahal untuk fitur dan performa yang ditawarkan. Mesin 250cc-nya dinilai memiliki performa yang biasa saja, terutama pada torsi bawah yang terasa lambat. Handling-nya juga terasa berat, terutama saat bermanuver di kecepatan rendah, dan posisi berkendaranya dianggap kurang ergonomis untuk penggunaan sehari-hari. Harga bekasnya pun anjlok karena dianggap merepotkan untuk penggunaan sehari-hari dan biaya suku cadangnya mahal.

Kontributor : Trias Rohmadoni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gen Z Merapat! Ini 7 Motor Bekas Rp10-15 Juta yang Paling Stylish

Gen Z Merapat! Ini 7 Motor Bekas Rp10-15 Juta yang Paling Stylish

Otomotif | Kamis, 31 Juli 2025 | 21:27 WIB

6 Pilihan Motor Murah Bekas Seharga HP Samsung, Mulai Rp5 Jutaan!

6 Pilihan Motor Murah Bekas Seharga HP Samsung, Mulai Rp5 Jutaan!

Otomotif | Kamis, 31 Juli 2025 | 15:05 WIB

5 Motor Bekas Murah Antar Jemput Anak Sekolah: Awet untuk Jangka Panjang

5 Motor Bekas Murah Antar Jemput Anak Sekolah: Awet untuk Jangka Panjang

Otomotif | Rabu, 30 Juli 2025 | 19:53 WIB

Terkini

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura

Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan

Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo

Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung

Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung

Otomotif | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:09 WIB

30 Juta Cowok di China Jomblo, Mak Comblang Jadi Ladang Bisnis Cuan

30 Juta Cowok di China Jomblo, Mak Comblang Jadi Ladang Bisnis Cuan

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Jogja Run'nShine 2026 Bidik 3.500 Pelari, Ada Hadiah Umroh hingga Trip ke Turki

Jogja Run'nShine 2026 Bidik 3.500 Pelari, Ada Hadiah Umroh hingga Trip ke Turki

Sport | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:02 WIB

Guru Biologi Madrasah Didorong Kuasai Pembelajaran Berbasis Riset

Guru Biologi Madrasah Didorong Kuasai Pembelajaran Berbasis Riset

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 21:41 WIB

Profil Tim Danaskos Wasit Timnas Indonesia vs Vietnam, Akun IG Digembok

Profil Tim Danaskos Wasit Timnas Indonesia vs Vietnam, Akun IG Digembok

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 21:39 WIB

×