Konsumsi BBM-nya bisa mencapai 20 km/l di jalan tol. Angka ini sangat efisien untuk mobil di kelasnya.
Selain irit, Sirion juga lincah berkat bodinya yang compact. Handling-nya nyaman dan stabil, sehingga tetap aman dikemudikan dalam kecepatan konstan saat perjalanan luar kota.
Sirion bekas harga Rp80 jutaan umumnya berasal dari tahun 2011-2013. Namun, sebelum membeli, perhatikan kondisi kaki-kaki dan kelistrikan karena beberapa unit memiliki gejala aus akibat usia.
4. Toyota Yaris

Toyota Yaris generasi pertama atau kerap disebut Yaris "Bakpao" menjadi salah satu hatchback terfavorit di Indonesia. Karakter mesinnya halus, responsif, dan terkenal tahan lama.
Dengan mesin 1.5 liter Dual VVT-i, mobil ini mampu menghasilkan tenaga sekitar 107 hp, cukup bertenaga untuk perjalanan jauh bahkan saat membawa penuh penumpang.
Interior Yaris juga cukup nyaman dengan banyak kompartemen penyimpanan, sehingga perjalanan jarak jauh terasa lebih praktis.
Untuk budget di bawah Rp80 juta, tipe 2007-2009 bisa menjadi pilihan cocok untuk Anda yang menginginkan kenyamanan khas Toyota dengan biaya perawatan yang terjangkau.
5. Kia Picanto

Kia Picanto generasi kedua (2011-2013) adalah opsi menarik untuk Anda yang ingin mobil kecil, lincah, dan tetap kuat dipakai perjalanan jauh.
Mobil ini menggunakan mesin 1.200 cc 4 silinder yang menghasilkan tenaga sekitar 85-87 hp, membuat performanya terasa cukup bertenaga untuk melaju di tol maupun tanjakan.
Baca Juga: 7 Mobil SUV Bekas untuk Gaya Hidup Aktif Pekerja, Cek Harganya di Sini!
Konsumsi bensinnya berada di kisaran 12-15 km/l, cukup ekonomis untuk perjalanan luar kota.
Kelebihan Picanto terletak pada fitur dan desainnya yang modern. Meski mungil, mobil ini sudah dilengkapi dengan foglamp, spion elektrik, sensor parkir (di beberapa varian), hingga ECO mode untuk memantau konsumsi BBM.
Di bursa mobil bekas, Picanto tahun 2011–2013 dibanderol di kisaran Rp70 hingga Rp85 juta.
Itulah 5 rekomendasi mobil hatchback untuk perjalanan jauh harga di bawah Rp80 juta. Semoga bermanfaat.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas