Suara.com - Musim hujan identik dengan banjir. Genangan air yang tinggi membuat motor terkadang harus menerjang banjir. Terdapat beberapa perawatan yang sangat diperlukan untuk menghindari kerusakan setelah motor menerjang banjir.
Bertindak cepat dan tepat tidak hanya membantu menyelamatkan motor, tetapi juga dapat mencegah biaya servis yang jauh lebih besar di kemudian hari. Motor yang tidak segera ditangani setelah terendam banjir berisiko mengalami kerusakan serius.
Berikut pertolongan pertama yang bisa kamu lakukan ketika motor sudah terlanjur menerjang banjir:
1. Cuci motor segera
Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah segera mencuci motor. Usai melewati banjir, lumpur dan kotoran kemungkinan besar akan menempel di berbagai bagian motor, terutama di bagian bawah mesin, rantai, serta roda.
Mencuci motor segera dengan air bersih bisa mencegah timbulnya karat serta menghindari kotoran yang dapat menggaggu kinerja komponen penting pada motor.
2. Periksa oli mesin dan oli gardan pada motor matic
Apabila air banjir terlanjur masuk ke dalam mesin, oli bisa bercampur dengan air dan berubah menjadi putih susu. Hal ini membuat pelumas tersebut jadi kehilangan kemampuannya untuk melindungi komponen mesin dari gesekan.
Akibatnya, mesin kinerja mesin jadi menurun drastis dan dapat mempercepat keusan. Jika demikian, segera ganti oli mesin dan oli gardan untuk menjaga kondisi mesin agar tetap baik serta mencegah kerusakan pada komponen internal lainnya.
Baca Juga: Tragedi Banjir Aceh: Korban Tewas Jadi 96 Orang, 113 Hilang, Puluhan Ribu Keluarga Mengungsi
3. Keringkan sistem kelistrikan segera
Air banjir bisa menyebabkan korsleting pada sistem kelistrikan motor. Sebelum menyalakan motor, pastikan untuk mengeringkan kelistrikan terlebih dulu, terutama di bagian aki.
Jika diperlukan, lepas kabel aki sampai yakin bahwa komponen kelistrikan telah kering. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya arus pendek atau korsleting.
4. Keringkan dan cek filter udara
Filter udara yang basah terkena banjir dapat membuat mesin jadi tersendat atau bahkan sulit dinyalakan. Air yang masuk ke filter juga dapat mengalir ke ruang pembakaran.
Untuk menghindari hal ini, lepaskan filter udar lalu keringkan dengan baik dan jika perlu ganti dengan filter udara baru yang sesuai.