- Wagub Babel Hellyana yang berstatus tersangka memiliki total aset kendaraan senilai Rp826 jutaan didominasi merek Toyota.
- Koleksinya mencakup mobil "sejuta umat" seperti Avanza, Alphard lawas, dan Fortuner yang dikenal tangguh dan murah perawatan.
- Analisis biaya pajak dan konsumsi BBM mobil-mobil ini sangat relevan bagi pencari mobil bekas berkualitas.
Suara.com - Sorotan tajam kini tengah mengarah pada Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hellyana, pasca penetapan status tersangkanya terkait dugaan ijazah palsu.
Namun, ada sisi lain yang jauh lebih menarik untuk dibedah bagi pecinta otomotif yang tergolong kaum mendang-mending, yakni isi garasinya.
Ternyata, selera otomotif sang pejabat sangat "membumi" dan bisa menjadi referensi cerdas bagi Anda yang sedang mencari mobil bekas tangguh alias "badak".
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), total aset kendaraannya mencapai Rp826.500.000.
Menariknya, ia tidak mengoleksi mobil keluaran terbaru di atas tahun 2020, melainkan mobil-mobil fungsional yang teruji durabilitasnya.
Mari kita bedah satu per satu mobil andalannya dengan pendekatan Smart Consumer, lengkap dengan estimasi biaya perawatannya di tahun 2025.
1. Toyota Avanza (Tahun 2012 & 2015)

Harga LHKPN: Rp90 Juta - Rp110 Juta.
Hellyana tercatat memiliki dua unit MPV sejuta umat ini.
Baca Juga: Uang Rp 60 Juta Dapat Avanza Tahun Berapa? Ini 4 Tipe yang Paling Masuk Akal
Pilihan ini membuktikan bahwa pejabat sekalipun mengakui kehebatan Avanza sebagai mobil yang "badak" dan anti rewel.
Mobil ini bisa dipakai oleh keluarga muda yang baru memiliki satu atau dua anak, atau pengusaha yang butuh kendaraan operasional tangguh.
- Pajak Tahunan (PKB): Sangat terjangkau, kisaran Rp2 Juta hingga Rp2,8 Juta (tergantung daerah dan progresif).
- Konsumsi BBM: Cukup irit untuk dompet harian, sekitar 10-12 km/liter dalam kota.
- Harga Spare Part: Murah meriah! Filter oli cuma Rp35 ribu, kampas rem depan orisinal sekitar Rp250 ribuan.
- Penyakit Khas: Suspensi belakang agak memantul dan rack steer sering bunyi jika sering lewat jalan rusak. Solusi: Ganti shockbreaker aftermarket dan servis kaki-kaki di bengkel spesialis (biaya kisaran Rp1 jutaan).
2. Toyota Alphard (Tahun 2007)

Harga LHKPN: Rp300 Juta.
Alphard generasi pertama ini adalah definisi "Mewah Gak Harus Mahal".
Kenyamanan kabinnya masih juara dibandingkan mobil baru seharga Rp300 jutaan saat ini.
Mobil ini biasa dipakai oleh bapak-bapak yang ingin memanjakan keluarga besar dengan kemewahan maksimal namun budget setara Innova bekas.
- Pajak Tahunan (PKB): Sudah turun jauh, kisaran Rp5 Juta - Rp7 Juta.
- Konsumsi BBM: Siapkan dompet tebal, karena boros di angka 6-8 km/liter (Pertamax).
- Harga Spare Part: Tergolong mahal untuk ukuran mobil tua (Kaki-kaki dan body part).
- Penyakit Khas: Pintu geser elektrik (sliding door) sering macet dan dashboard sering retak/lengket karena umur. Solusi: Servis motor pintu di spesialis dan bungkus ulang dashboard dengan kulit sintetis.
3. Toyota Fortuner (Tahun 2017)

Harga LHKPN: Rp 300 Juta.
Ini adalah aset roda empat termuda di garasi Hellyana, kemungkinan besar varian VRZ bermesin diesel yang terkenal torsinya "jambak".
Harga Rp 300 juta untuk tahun 2017 adalah best deal jika kondisinya prima.
- Pajak Tahunan (PKB): Lumayan tinggi, kisaran Rp7 Juta - Rp9 Juta.
- Konsumsi BBM: Irit berkat mesin diesel, bisa tembus 11-13 km/liter (Bio Solar/Dexlite).
- Harga Spare Part: Menengah, filter solar dan oli mudah didapat di mana saja.
- Penyakit Khas: Rem terasa kurang pakem (brakes shudder) dan bantingan suspensi agak keras. Solusi: Upgrade kampas rem keramik atau ganti piringan cakram aftermarket.
Koleksi Roda Dua
Selain mobil, garasi Wagub Babel juga dihuni oleh Yamaha Nmax 2015 senilai Rp20 juta dan motor lawas Yamaha 44B (kemungkinan kode Lexam/Byson/Scorpio lawas) senilai Rp6,5 juta.
Sekilas Kasus yang Menjerat
Sebagai informasi penyeimbang, penetapan tersangka Hellyana didasarkan pada surat Bareskrim Polri tertanggal 17 Desember 2025.
Kasus ini bermula dari laporan mahasiswa Universitas Bangka Belitung pada Juli 2025 lalu terkait ketidaksesuaian data ijazah Universitas Azzahra tahun 2012 dengan data Pangkalan Dikti.
Terlepas dari kasus hukumnya, selera otomotif Hellyana patut diacungi jempol karena memilih aset yang nilai jual kembalinya (resale value) sangat stabil di pasaran.