Suara.com - Membeli mobil bekas bukan perkara mudah, terutama di tengah harga mobil baru yang kian melambung. Apalagi, budget yang disediakan tiap orang berbeda-beda dan ada beberapa mobil second dikenal karena perawatannya mahal.
Saat ini, bahkan mobil LCGC yang dulu dibanderol sekitar Rp90 jutaan, kini sudah menyentuh kisaran Rp170 jutaan ke atas. Kondisi ini membuat banyak orang akhirnya melirik mobil bekas sebagai solusi yang lebih realistis secara finansial.
Namun, membeli mobil bekas juga bukan urusan sederhana. Selain harus teliti mengecek kondisi unit, calon pembeli wajib memahami potensi biaya perawatan ke depan. Tidak sedikit mobil bekas yang terlihat murah, tampilannya menarik, dan spesifikasinya menggoda, tetapi justru menjadi “jebakan finansial” karena ongkos servis dan suku cadangnya sangat mahal.
Berikut ini lima mobil bekas yang dikenal memiliki biaya perawatan tinggi dan perlu dipikirkan matang-matang sebelum dibeli menurut chanel YouTube Fuse Box.
1. Chevrolet Captiva

Chevrolet Captiva diesel pernah menjadi SUV mewah dengan harga baru yang cukup tinggi. Kini, unit bekasnya bisa ditebus mulai dari Rp85 jutaan hingga Rp100 jutaan, tergantung kondisi. Dengan mesin diesel bertenaga besar dan bisa minum solar kualitas rendah, Captiva terlihat sangat menggiurkan.
Sayangnya, di balik harga murahnya, biaya perawatan mobil ini terkenal mahal. Penyakit umum Captiva diesel ada pada injektor dan turbo. Jika satu injektor rusak, biayanya bisa mencapai Rp6 jutaan per unit.
Masalahnya, kerusakan sering menjalar ke turbo yang ongkos perbaikannya bisa belasan juta rupiah. Belum lagi jika sensor atau ECU bermasalah, tambahan Rp5–7 juta harus disiapkan.
Karena konstruksinya berbeda dengan mobil Jepang, banyak bengkel umum enggan menangani Captiva, sehingga pemilik mau tidak mau harus ke bengkel spesialis dengan tarif lebih mahal.
2. Peugeot 408

Peugeot 408 sempat menjadi pilihan menarik bagi pencinta mobil Eropa dengan dana terbatas. Harga bekasn crossover itu kini berada di kisaran Rp60–80 jutaan. Desain elegan dan kenyamanan khas Eropa menjadi daya tarik utamanya.
Namun, after sales Peugeot di Indonesia tergolong sulit. Suku cadang orisinil sering harus inden lama atau impor, sementara part aftermarket dan copotan juga langka. Akibatnya, harga komponen menjadi mahal.
Salah satu penyakit umum Peugeot 408 adalah coil ignition yang mudah rusak, dengan harga sekitar Rp1,5 juta per buah. Selain itu, kaki-kaki yang relatif ringkih serta sistem elektronik yang kompleks membuat biaya perawatan membengkak jika terjadi kerusakan.
3. Ford Fiesta

Ford Fiesta bekas keluaran 2014 ke atas bisa ditemukan di bawah Rp100 jutaan. Desain sporty dan interior modern membuat mobil ini tampak sangat menarik di kelas hatchback.
Sayangnya, Fiesta terkenal dengan harga suku cadang yang mahal dan ketersediaan part yang terbatas. Bahkan part non-orisinalnya pun masih tergolong mahal. Masalah paling fatal ada pada transmisi dual clutch yang sangat sensitif terhadap kondisi macet.
Jika rusak, biaya perbaikannya bisa mencapai Rp15–20 jutaan. Untuk versi EcoBoost, risikonya lebih besar karena turbo, throttle body, dan sensor-sensor rawan bermasalah setelah usia pakai di atas lima tahun.
4. Mazda CX-7

Mazda CX-7 merupakan crossover premium di masanya. Kini, harga bekasnya berada di kisaran Rp80–100 jutaan. Dengan mesin 2.3L turbo dan desain sporty, CX-7 memang terlihat menggoda.
Namun, mesin turbo ini terkenal boros bahan bakar dan mudah panas. Overheat menjadi momok utama karena dapat merembet ke berbagai komponen, mulai dari head silinder melengkung, radiator bocor, hingga turbo aus.
Servis turbo saja bisa menembus Rp12 juta atau lebih. Sistem pendinginan yang kompleks serta harga part yang mahal membuat banyak pemilik kapok memelihara CX-7 dalam jangka panjang.
5. Toyota Alphard

Toyota Alphard dikenal sebagai MPV mewah dengan harga baru yang fantastis. Versi generasi pertamanya kini bisa dibeli di kisaran Rp100–150 jutaan. Bagi yang ingin tampil berkelas dengan dana terbatas, Alphard bekas tampak seperti pilihan sempurna.
Namun, jangan lupakan statusnya sebagai mobil mewah. Biaya perawatannya tetap mahal meski usianya sudah tua. Power sliding door sering bermasalah, dengan harga motor penggerak mencapai jutaan rupiah.
Overhaul transmisi bisa menghabiskan dana hingga Rp15 jutaan. Bahkan perawatan rutin seperti servis kaki-kaki, rem, dan suspensi saja sudah cukup menguras dompet.
Itulah harga dan jenis mobil bekas yang perawatannya mahal. Harga beli mobil bekas memang bisa sangat menggoda, tetapi biaya perawatan jangka panjang tidak boleh diabaikan.
Kontributor : Mutaya Saroh