5 Kekurangan Membeli Motor Bekas dan Tips Agar Tidak Salah Beli

Cesar Uji Tawakal Suara.Com
Minggu, 11 Januari 2026 | 17:00 WIB
5 Kekurangan Membeli Motor Bekas dan Tips Agar Tidak Salah Beli
Ilustrasi motor bekas Yamaha R15 (OLX)

Suara.com - Membeli motor bekas sering dianggap solusi hemat untuk mendapatkan kendaraan pribadi. Harganya lebih terjangkau dan pilihannya banyak. Namun, sebelum memutuskan, Anda juga perlu memahami risikonya.

Banyak orang bertanya, apa kekurangan membeli motor bekas dan bagaimana cara mengatasinya agar tidak salah pilih. Melalui pembahasan ini, Anda dapat mempertimbangkan baik buruknya sehingga keputusan yang diambil benar-benar matang.

Dengan mengetahui kekurangan membeli motor bekas, Anda akan lebih siap secara mental maupun finansial. Tidak ada salahnya memilih motor second, asalkan Anda paham kondisi real di lapangan dan tahu langkah pengecekan yang tepat.

Berikut ulasan mengenai beberapa kekurangan membeli motor bekas yang paling sering terjadi beserta solusi yang bisa dilakukan.

1. Kondisi mesin tidak selalu prima

Salah satu kekurangan membeli motor bekas yang paling umum adalah kondisi mesin yang tidak bisa ditebak.

Dari luar terlihat mulus, tetapi bagian mesin bisa saja sudah lemah karena pemakaian lama, kebiasaan servis yang tidak teratur, atau pernah mengalami kerusakan berat.

Mesin yang sudah menurun performanya biasanya terasa kurang bertenaga, boros bensin, dan muncul suara tidak wajar saat dinyalakan.

Untuk mengatasi hal ini, solusi terbaik adalah membawa orang yang paham mesin saat pengecekan. Anda juga bisa melakukan test ride agar tahu rasanya saat motor dipakai. Jangan ragu mengecek riwayat servis atau menanyakan secara detail kepada penjual.

Baca Juga: Motor Matic Terbaik Yamaha Harga di Bawah Rp 20 Juta: Pilih Mio M3, Gear 125, atau Gear Hybrid?

Jika perlu, siapkan dana tambahan untuk servis besar setelah membeli motor, sehingga performanya bisa kembali optimal.

Ilustrasi motor bekas harga Rp7 jutaan buat berangkat kuliah, touring juga cocok. (freepik)
Ilustrasi motor bekas harga jutaan buat berangkat kuliah, touring juga cocok. (freepik)

2. Risiko pernah terkena banjir atau kecelakaan

Tidak semua penjual jujur mengenai riwayat kendaraan. Salah satu kekurangan membeli motor bekas adalah kemungkinan motor pernah menjadi korban banjir atau kecelakaan berat.

Dampaknya tidak hanya pada tampilan, tetapi juga kelistrikan, rangka, hingga keamanan berkendara. Motor bekas banjir biasanya meninggalkan karat, bau apek, dan masalah pada sistem elektronik.

Solusinya, lakukan pengecekan menyeluruh pada rangka, baut, kabel, dan bagian bawah motor. Hindari motor dengan bekas karat parah atau rangka yang terlihat tidak simetris.

Anda juga bisa membandingkan catatan STNK dan nomor rangka untuk memastikan tidak ada perubahan mencurigakan. Memilih penjual terpercaya dan bergaransi akan sangat membantu meminimalkan risiko ini.

3. Biaya perawatan cenderung lebih besar

Harga beli motor bekas memang lebih murah, tetapi salah satu kekurangan membeli motor bekas adalah potensi biaya perawatan yang lebih tinggi. Komponen aus seperti kampas rem, ban, aki, hingga shockbreaker biasanya perlu diganti.

Pada beberapa kasus, kerusakan kecil jika dibiarkan justru menimbulkan kerusakan lanjutan yang lebih mahal.

Untuk menghadapi hal ini, Anda perlu menyiapkan dana cadangan selain harga motor. Buat daftar komponen yang harus diganti setelah pembelian supaya performa kembali normal.

Pilih motor bekas dengan ketersediaan sparepart melimpah agar biaya perbaikan tidak membengkak. Servis rutin juga penting agar kerusakan tidak merembet ke bagian lain.

4. Nilai jual kembali tidak selalu stabil

Ada juga kekurangan membeli motor bekas dari sisi nilai jual. Motor yang sudah bekas kemudian dipakai kembali akan mengalami penurunan harga lebih cepat, apalagi jika kondisi fisik dan mesinnya tidak terjaga.

Faktor merek, tahun produksi, dan tren pasar sangat memengaruhi harga jual. Jika Anda berniat menjual lagi, mungkin nilainya tidak seperti yang diharapkan.

Solusinya, pilih motor dengan merek yang dikenal memiliki nilai jual stabil. Rawat tampilan dan mesin secara berkala agar kondisinya tetap menarik di mata pembeli.

Simpan juga nota servis dan bukti pergantian sparepart sebagai rekam jejak perawatan yang bisa meningkatkan kepercayaan calon pembeli nantinya.

5. Dokumen tidak selalu lengkap atau bermasalah

Masalah administrasi juga termasuk kekurangan membeli motor bekas yang sering terjadi. BPKB dan STNK bisa saja tidak lengkap, pajak menunggak, atau bahkan statusnya kendaraan bermasalah.

Jika tidak teliti, Anda bisa kerepotan saat balik nama atau membayar denda pajak yang menumpuk.

Untuk menghindari hal ini, pastikan semua dokumen asli dicek dengan teliti. Cocokkan nomor rangka dan nomor mesin dengan data di STNK dan BPKB. Tanyakan status pajak dan tilang elektronik bila perlu.

Usahakan melakukan transaksi di tempat terang dan legal, serta hindari motor tanpa dokumen lengkap meskipun harganya terlihat sangat murah.

Tutorial mengecek motor bekas agar tidak salah beli

Agar kekurangan membeli motor bekas di atas tidak Anda alami, lakukan pengecekan dengan langkah berikut:

  • Periksa kondisi mesin dengan menyalakan motor, dengarkan suara dan rasakan getarannya.
  • Cek kelistrikan seperti lampu, klakson, electric starter, dan panel indikator.
  • Lihat kondisi rangka, cat, dan baut untuk memastikan tidak ada bekas tabrakan berat.
  • Cocokkan nomor rangka dan nomor mesin dengan dokumen resmi.
  • Lakukan test ride singkat untuk merasakan kenyamanan suspensi dan rem.

Dengan memahami apa kekurangan membeli motor bekas serta cara mengeceknya, Anda dapat meminimalkan risiko kerugian. Membeli motor bekas tetap bisa menjadi pilihan cerdas selama Anda teliti, sabar, dan tidak tergiur harga murah semata.

Kontributor : Hillary Sekar Pawestri

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI