Honda City keluaran tahun 2021 dengan tipe tersebut mempunyai besaran pajak senilai Rp 5,3 juta.
Faktor penentu besar kecilnya pajak berupa tahun produksi, mobil lebih baru umumnya pajak besar. Lalu ada tipe mobil, semakin tinggi tipenya maka nominal pajak besar.
Berikutnya, berupa Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB), sebagai dasar perhitungan pajak.
Harga Honda City Sedan Bekas
Point penting selanjutnya sebelum membeli mobil Honda City sedan terkait dengan harga. Jika Anda ingin memilikinya pakai budget terjangkau sebaiknya lirik versi bekasnya.
Asalkan teliti saat memilih, Anda akan mendapatkan sedan idaman dengan harga murah. Sama seperti pajak, estimasi harga beli juga bervariasi mulai Rp 70-80 jutaan model lama, Rp 200 jutaan lebih model baru. Namun, secara umum sebesar Rp 100-150 jutaan. Berikut rincian singkatnya.
- 2008-2009, harga beli sekitar Rp 79 jutaan hingga Rp 100 jutaan.
- 2010, harga belinya dibanderol mulai Rp 85 jutaan tipe S/RS, lalu ada lagi Rp 120 jutaan (E CVT).
- 2012-2013, Anda bisa membelinya dengan harga Rp 115 jutaan (2012) atau Rp 119 juta (2013).
- 2014-2015, harga belinya mulai Rp 140 jutaan (2014) hingga Rp 150 jutaan (2015).
- 2017-2018, harganya bervariasi sekitar Rp 110 hingga 140 jutaan (2017-2018 E CVT) atau Rp 160 jutaan (2018 E A/T).
- 2020, harga beli yang berlaku di pasaran mulai Rp 180 jutaan (VX CVT).
- 2022, harga bekasnya sekitar Rp 227 jutaan.
Konsumsi BBM Honda City Sedan
Pertimbangan selanjutnya sebelum membeli Honda City sedan berkaitan dengan konsumsi BBM, yang mana bisa bervariasi tergantung gaya berkendara, kondisi lalu lintas, generasi mobil, fitur ECON mode.
Meskipun Anda membeli bekas, tetap merasakan efisiensi BBM, karena adanya mesin 1.5L i-VTEC dan fitur ECON mode.
Baca Juga: Apa Bedanya Toyota Rush dan Daihatsu Terios? Simak Rinciannya Biar Nggak Salah Beli
Ada 3 estimasi konsumsi BBM untuk Honda City sedan, simak penjabarannya sebagai berikut.
Pemakaian dalam kota dengan bantuan fitur Stop & Go
Umumnya konsumsi bensin sebanyak 12-14 km/liter, bisa juga rendah karena tergantung macet atau tidaknya jalanan perkotaan.
Perjalanan luar kota atau tol dengan syarat berada pada kecepatan stabil
Mobil akan konsumsi BBM sebanyak 17-21 km/liter, sangat hemat sekali bukan.
Pemakaian rata-rata atau kombinasi dalam dan luar kota