- Mobil hybrid yang jarang dipakai justru membuat baterai cepat rusak total.
- Filter udara baterai kotor sebabkan overheating dan perpendek umur komponen vital.
- Hindari paksa mode EV saat baterai kritis agar sel tidak tekor.
Jika ini dilakukan terus menerus, siklus hidup baterai akan menurun drastis karena sering berada dalam kondisi daya rendah.

4. Mengabaikan Kebersihan Filter Baterai
Sistem pendingin baterai hybrid umumnya mengambil udara dari dalam kabin mobil. Ada filter khusus (saringan) yang menjaga debu tidak masuk ke sistem baterai.
Bahayanya: Jika filter ini tersumbat debu atau kotoran, sirkulasi udara terhambat. Baterai akan mengalami overheating (kepanasan). Sama seperti laptop, baterai yang panas akan jauh lebih cepat rusak (drop) dibandingkan baterai yang suhunya terjaga.
5. Parkir di Bawah Terik Matahari Langsung
Memang sulit dihindari di Indonesia, tapi suhu ekstrem adalah musuh utama baterai. Memarkir mobil di tempat terbuka tanpa atap membuat kabin menjadi seperti oven.
Panas berlebih ini tidak hanya merusak interior, tapi juga mempengaruhi kesehatan sel-sel baterai hybrid. Sebisa mungkin, carilah parkiran basement atau gunakan pelindung kaca jika terpaksa parkir di luar.
6. Memaksa Menggunakan EV Mode
Fitur EV Mode memang menggoda untuk sensasi berkendara hening tanpa bensin. Namun, terlalu sering memencet tombol ini, apalagi saat kondisi baterai pas-pasan (kritis), sama saja dengan "menyiksa" baterai.
Baca Juga: Innova Zenix Belum Tergoyahkan dari Posisi Mobil Hybrid Terlaris di Indonesia
Biarkan sistem komputer mobil yang mengatur kapan harus menggunakan listrik dan kapan menggunakan bensin untuk efisiensi terbaik.
Waspada Masalah Spesifik Per Model
Setiap merk memiliki "penyakit" khasnya masing-masing yang perlu diwaspadai pembeli mobil bekas maupun baru:
- Toyota (Camry/Zenix/Prius): Umumnya sangat awet. Masalah paling sering hanya pada usia baterai yang sudah tua (sel baterai drop) karena pemakaian.
- Nissan X-Trail Hybrid: Hati-hati pada bagian Motor Generator. Suku cadangnya tergolong langka di Indonesia karena seringkali harus impor dari Turki. Jika rusak, perbaikannya bisa memakan waktu dan biaya tinggi.
- Suzuki (Mild Hybrid): Sistemnya lebih sederhana (menggunakan aki khusus/baterai lithium kecil di bawah jok), sehingga perawatannya relatif lebih mudah dan murah dibanding full hybrid.
Mobil hybrid adalah investasi teknologi yang menguntungkan jika dirawat dengan benar. Hindari 6 kebiasaan di atas, lakukan servis berkala—terutama pembersihan filter baterai—dan mobil Anda akan awet bertahun-tahun.