Modal 100 Ribu Rupiah Bisa Bikin Mobil Lewat Tol Tanpa Berhenti, Bagaimana Caranya?

Agatha Vidya Nariswari, Gagah Radhitya Widiaseno

Kamis, 05 Februari 2026 | 11:07 WIB
Modal 100 Ribu Rupiah Bisa Bikin Mobil Lewat Tol Tanpa Berhenti, Bagaimana Caranya?
Sistem MLFF bayar tol tanpa berhenti (Freepik)
baca 10 detik
  • Travoy Go menggunakan stiker RFID untuk pembayaran tol otomatis tanpa perlu menghentikan kendaraan.
  • Biaya pemasangan stiker hanya Rp100.000 termasuk garansi 7 hari di lokasi tertentu.
  • Pengendara cukup melaju maksimal 20 km/jam agar sensor membaca saldo dan membuka portal.

Suara.com - Pernahkah Anda merasa repot harus membuka kaca jendela saat hujan deras hanya untuk menempelkan kartu e-toll di gerbang tol? Atau mungkin pernah mengalami kartu terjatuh saat tapping yang bikin antrean di belakang mengular?

Kabar baik bagi pengguna jalan tol, kini teknologi bayar tol tanpa setop atau non-stop sudah mulai diterapkan di beberapa ruas tol Jasa Marga.

Tak perlu lagi berhenti total, portal akan terbuka sendiri layaknya teknologi di negara maju. Penasaran berapa biayanya?

Transformasi dari Let It Flo ke Travoy Go

Sistem canggih ini dikenal dengan nama Travoy Go. Berdasarkan informasi dari akun resminya, Travoy Go merupakan wajah baru (rebranding) dari aplikasi Let It Flo.

Kunci dari teknologi ini terletak pada stiker RFID (Radio Frequency Identification) yang ditanamkan pada kendaraan Anda.

Stiker sensorik ini biasanya ditempel pada bagian lampu depan atau kaca mobil.

Saat Anda mendekati gerbang tol yang memiliki logo khusus Travoy Go, sensor di gerbang akan langsung "berkomunikasi" dengan stiker di mobil Anda.

Hasilnya? Saldo di aplikasi akan terpotong otomatis dan portal terbuka tanpa Anda harus menyentuhnya.

baca juga
Ilustrasi cara bayar tol tanpa berhenti.(PIxabay/2919569)
Ilustrasi cara bayar tol tanpa berhenti.(PIxabay/2919569)

Cara Kerja: Cukup Kurangi Kecepatan

Meskipun namanya "tanpa berhenti", ada aturan main agar sistem bekerja sempurna. Anda tidak bisa melaju dengan kecepatan tinggi.

Mekanismenya sangat sederhana: Saat mendekati gerbang tol, kurangi kecepatan mobil hingga maksimal 20 kilometer per jam.

Dalam hitungan detik, sistem akan memvalidasi data RFID, memproses pembayaran, dan palang pintu akan terangkat otomatis. Sangat praktis dan hemat waktu.

Harganya Terjangkau, Cuma Segini Biayanya

Mungkin Anda berpikir teknologi ini memakan biaya jutaan rupiah. Ternyata tidak. Biaya untuk pemasangan stiker RFID Travoy Go di Fitment Center On The Spot hanya dipatok sebesar Rp 100.000.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Disalip Lewat Bahu Kiri, Mobil Jetour Hantam Guardrail dan Terbakar Hebat di Tol Jagorawi

Disalip Lewat Bahu Kiri, Mobil Jetour Hantam Guardrail dan Terbakar Hebat di Tol Jagorawi

News | Selasa, 03 Februari 2026 | 12:15 WIB

Diduga Adu Kecepatan, 4 Fakta SUV Mewah Jetour T2 hangus Terbakar Usai Ditabrak BMW di Tol Jagorawi

Diduga Adu Kecepatan, 4 Fakta SUV Mewah Jetour T2 hangus Terbakar Usai Ditabrak BMW di Tol Jagorawi

News | Senin, 02 Februari 2026 | 17:50 WIB

Genangan 50 Cm di KM 50 Tol TangerangMerak, PJR Alihkan Kendaraan Kecil ke Lajur 3

Genangan 50 Cm di KM 50 Tol TangerangMerak, PJR Alihkan Kendaraan Kecil ke Lajur 3

News | Sabtu, 24 Januari 2026 | 15:10 WIB

Terkini

Nordberg Medical Perkuat Ekspansi Global Lewat Sertifikasi MDR dan MDSAP untuk JULAINE of Sweden

Nordberg Medical Perkuat Ekspansi Global Lewat Sertifikasi MDR dan MDSAP untuk JULAINE of Sweden

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 19:38 WIB

Duel Klasik Timnas Indonesia vs Malaysia di GBK Masih Banyak Kelihatan Bangku Kosong

Duel Klasik Timnas Indonesia vs Malaysia di GBK Masih Banyak Kelihatan Bangku Kosong

Bola | Senin, 28 September 2026 | 19:36 WIB

Mangkir dari Panggilan, Kejagung Jemput Paksa Eks Sekjen ESDM di Purbalingga Dini Hari

Mangkir dari Panggilan, Kejagung Jemput Paksa Eks Sekjen ESDM di Purbalingga Dini Hari

News | Senin, 28 September 2026 | 19:32 WIB

Jangan Asal Pilih Susu Anak, Dokter Gizi Ungkap Hal yang Jauh Lebih Penting dari Sekadar Harga!

Jangan Asal Pilih Susu Anak, Dokter Gizi Ungkap Hal yang Jauh Lebih Penting dari Sekadar Harga!

Health | Senin, 28 September 2026 | 19:32 WIB

Garap  Film Sejarah Emmy, Denny Siregar Pilih Beralih ke Sisi Kemanusiaan dan Cinta

Garap Film Sejarah Emmy, Denny Siregar Pilih Beralih ke Sisi Kemanusiaan dan Cinta

Entertainment | Senin, 28 September 2026 | 19:27 WIB

Mabes Polri Resmi Ambil Alih Kasus Dugaan Pidana Tenggelamnya KM Virgo Transport 8

Mabes Polri Resmi Ambil Alih Kasus Dugaan Pidana Tenggelamnya KM Virgo Transport 8

News | Senin, 28 September 2026 | 19:25 WIB

Bolehkah Air Mawar Dicampur Langsung dengan Serum Niacinamide? Ini Cara Pakai yang Benar!

Bolehkah Air Mawar Dicampur Langsung dengan Serum Niacinamide? Ini Cara Pakai yang Benar!

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 19:25 WIB

Cegah Ancaman Sampah Laut, Aksi Daur Ulang Kemasan Diperluas hingga Bali dan NTB

Cegah Ancaman Sampah Laut, Aksi Daur Ulang Kemasan Diperluas hingga Bali dan NTB

News | Senin, 28 September 2026 | 19:22 WIB

Suasana GBK Terkendali, Suporter Malaysia Merasa Lebih Aman Jelang Lawan Timnas Indonesia

Suasana GBK Terkendali, Suporter Malaysia Merasa Lebih Aman Jelang Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 19:16 WIB

Alasan PKB Patok Parliamentary Threshold 6 Persen di Revisi UU Pemilu

Alasan PKB Patok Parliamentary Threshold 6 Persen di Revisi UU Pemilu

News | Senin, 28 September 2026 | 19:12 WIB

×