Suara.com - Beberapa mobil di Indonesia pasalnya pernah mendapat komentar miring dan di-bully netizen dipicu oleh banyak hal yang bikin geleng-geleng kepala.
Sebetulnya tidak ada yang salah dengan kendaraannya, hanya saja ada salah satu produsen otomotif yang mendesain mobil tak sesuai dengan zamannnya sehingga dianggap nyeleneh.
Sikap bully dan penindasan model kendaraan bukan satu-satunya penyebab, ada hal lain yang membuat netizen kesal yaitu cara berkendara pemiliknya yang dianggap arogan saat di jalan dan memodifasi mobil terlalu berlebihan.
Namun dibalik itu semua, mobil-mobil yang cenderung diolok-olok publik ternyata menang dari banyak hal, seperti performa, teknologi, fitur, maupun desainnya.
Bahkan,beberapa jenis mobil harganya cenderung stabil dan meningkat akibat stigma negatif dari publik. Apa saja mobilnya? Berikut uraian singkatnya.
Daftar Mobil yang Tampilannya Di-Bully Tapi Menang Fungsi
1. Nissan Juke

Mobil dengan tampilan yang eksentrik ini dulu pernah jadi bahan olok-olok karena tampilannya yang dianggap tak lazim.
Lampu utama berbentuk bulat besar di bemper dan lampu sein terpisah di atas kap, masih dianggap aneh pada masanya.
Beberapa tahun lamanya Nissan Juke menghentikan produksinya pada 2018 dan muncul kembali dengan pamor mobil ikonik dan tampilan yang lebih segar.
Baca Juga: Belajar dari Kasus Rombongan Pengantin Salah Jalur, Mengapa Mobil MPV 'Haram' Masuk Jalan Offroad?
Nisaan Juke menawarkan dua varian transmisi, yaitu RX dan RX Red Edition dengan kapasitas mesin 1.500 cc, CVT.
Mengusung mesin HR15DE yang biasa digunakan oleh mobil Grand Livina, setelah tenaga dan torsi lebih besar membuatnya terasa lebih responsif.
Keunggulan lainnya Nissan Juke terletak di fitur yang canggih dan modern pada masanya seperti sistem pengaturan mode berkendara yang interaktif, dengan layar yang bisa beralih fungsi antara pengaturan AC dan mode berkendara.
Harga Nissan Juke bekas tahun produksi 2011-2013 dibanderol di kisaran Rp120 juta hingga Rp130 juta, tergantung kondisi dan lokasinya.
2. Toyota Limo

Siapa sangka mobil yang dulunya dipakai sebagai kendaraan operasional ini ternyata pernah jadi sasaran bully publik.
Bukan karena performanya, melainkan modifikasi Toyota Limo dianggap kurang proper. Penambahan body kit, penggunaan warna cerah pada body mobil, serta pemakain ring lebar mendapat hujatan dari netizen.
Tak sedikit pemilik mobil Toyota Limo menambahkan pintu gunting ala Lamborghini, hidrolik pada kap mesin, decal di bagian samping, lampu kolong, dan spoiler berukuran besar yang justru malah memperlihatkan kesan yang aneh.
Di balik itu semua, ternyata keandalan Toyota Limo patut diacungkan jempol, terbukti pada masanya mobil ini dijadikan armada taksi.
Limo memakai mesin yang sama dengan Vios, yakni mesin 1NZ-FE VVT-I berkapasitas 1.500 cc, desainnya timeless, dan cukup diandalkan untuk melakukan perjalanan.
Harga Toyota Limo bekas dijual dengan harga cukup terjangkau, berkisar antara Rp60 juta hingga Rp90 juta untuk tahun produksi 2008-2016.
3. Mitsubishi Pajero Sport

Beberapa tahun belakangan ini, mobil ini paling sering mendapat semburan netizen Indonesia karena pernah melakukan kekerasan terhadap pengendara lain.
Mitsubishi Pajero Sport termasuk dalam kategori SUV kerap digunakan oleh pejabat negara baik di kepolisian, militer, dan beberapa instansi pemerintah lainnya.
Karena mobil ini sering digunakan oleh pejabat negara, tak sedikit pemilik mobil ini melakukan modifikasi dengan cara menambahkan strobo atau lampu rotator di bagian atas kendaraan
Tambah menjengkelkan lagi, pemilik Pajero Sport melakukan pergantian TNKB atau Tanda Nomor Kendaraan Bemotor palsu seolah-olah bagan dari instansi negara.
Terlepas dari stigma negatif dari publik, SUV ini dikenal andal, punya tampilan yang gagah, dan dibekali performa 4x4 yang siap menghadapi berbagai kondisi jalan.
Pajero 4x4 ini menggunakan sistem Super Selct 4WD, teknologi penggerak empat roda yang memungkinkan pengemudi memilih mode yang dapat disesuaikan dengan kondisi medan.
Untuk model lama hingga menengah, dibekali mesin berkapasitas 2.5L 4D56 Commonrail Turbo Diesel, 4 silinder yang mampu menghasilkan tenaga di perputaran mesin 136 Ps/4.00 rpm dengan torsi maksimum 324 Nm/2.000 rpm.
Harga Mitsubishi Pajero Sport bekas sekitar Rp225 juta untuk tahun produksi 2009, harga terjangkau untuk SUV premium yang mendepankan performa dan kenyamanan berkendara.
4. Toyota Fortuner

Berikutnya adalah Toyota Fortuner, rival Mitsubishi Pajero Sport yang juga sering jadi sasaran bully karena ulah pemiliknya.
Pengendara Fortuner tertangkap kamera pernah bikin emosi pengendara lain, mulai dari kebut-kebutan, menyalip dari bahu jalan dengan cepat, hingga memaksa menyerobot hak pengendara lain.
Siapa sangka, sejak awal kehadirannya pada 2008 yang silam, mobil ini lansung menarik perhatian publik karena kesan yang lebih sporty dan tangguh.
Toyota Fortuner punya tampilan yang lebih agresif dan performa yang lebih bertenga dengan mesin berkapasitas 2.7L dan sudah dilengkapi dengan teknologi Dual VVT-i.
Mesin bensin ini mampu menghasilkan tenaga maksimal 163 Ps/3.400 rpm dengan torsi maksimalnya di 24,7Nm/4.000 rpm.
Kisaran harga Toyota Fortuner bekas mulai dari Rp135 juta hingga Rp180 jutaan untuk tahun produksi 2006-2010 generasi pertama.
5. Daihatsu Sigra

Mobil pabrikan Jeoang ini sering menerima hujatan netizen Tanah Air, bukan karena mobilnya, tapi sikap pengendara saat di jalan.
Mobil MPV entry level ini punya dimensi yang cukup mungil, namun cukup berkarakter dan responsif pada tarikan bawahnya.
Dengan dimensi yang mungil, mobil terasa cekatan pada putaran bawah, membuat pengendara ceroboh mengemudikannya dan seringkali memaksa menyerobot di tengah kemacetan.
MPV ini cukup diandalkan untuk mobilitas sehari-hari berkat mesin berkapasitas 1.0L atau 1.2L yang dapat menghasilkan tenaga hingga 66-88 hp dengan torsi maksimum 108 Nm.
Ruang kabinnya yang lega, MPV ini fungsional, dapat dijadikan kendaraan harian atau berpergian jarak jauh dengan keluarga besar.
Harga Daihatsu Sigra bekas dibanderol mulai dari Rp90 juta hingga Rp120 juta untuk tahun produksi 2017-2022.
Kontributor : Damayanti Kahyangan