- Wuling meluncurkan Darion PHEV sebagai kendaraan ramah lingkungan segmen medium MPV di Indonesia.
- Darion PHEV memiliki mesin bensin 1.5L Atkinson Cycle dan motor listrik, serta Dedicated Hybrid Transmission.
- Perbedaan utama PHEV ini dengan hybrid biasa adalah baterai besar untuk mode EV murni dan opsi pengisian daya eksternal.
Suara.com - Wuling melengkapi lini kendaraan ramah lingkungan di Indonesia dengan meluncurkan Darion PHEV. Model ini hadir mengisi segmen medium MPV yang kini semakin diminati oleh masyarakat di berbagai kota besar Indonesia.
Kendaraan ini menggabungkan performa mesin bensin dengan motor listrik yang efisien untuk menunjang mobilitas harian penggunanya. Dapur pacu Wuling Darion PHEV mengandalkan mesin bensin berkapasitas 1.5L Naturally Aspirated dengan teknologi Atkinson Cycle.
Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga sebesar 105 Tk serta torsi mencapai 130 Nm. Performa ini semakin maksimal berkat dukungan motor listrik bertenaga 195 Tk dan torsi melimpah sebesar 230 Nm.
Penyaluran tenaga pada mobil ini menggunakan Dedicated Hybrid Transmission atau DHT.
Teknologi transmisi pintar ini memastikan perpindahan antara mesin bensin dan motor listrik berjalan sangat halus. Sistem yang memungkinkan kendaraan beroperasi dalam tiga mode otomatis yakni EV murni, hybrid parallel, hingga hybrid seri yang menyesuaikan secara otomatis dengan kebutuhan pengemudi dan kondisi jalan.
“Darion PHEV mengombinasikan motor listrik, baterai berkapasitas besar, dan mesin pembakaran dalam dalam satu sistem. Kendaraan ini memungkinkan pengoperasian dalam mode listrik pada kondisi tertentu, serta beralih secara otomatis ke sistem hybrid untuk mendukung fleksibilitas penggunaan pada berbagai skenario berkendara.” ujar Aji Ibrahim, Product Planning Wuling Motors, Senin (9/2/2026).
Perbedaan PHEV dan Hybrid Biasa
Perbedaan mencolok antara teknologi PHEV pada Darion dengan mobil hybrid konvensional terletak pada kapasitas baterainya.
Darion PHEV dibekali baterai yang jauh lebih besar sehingga sanggup menempuh perjalanan jarak menengah hanya dengan tenaga listrik murni tanpa menggunakan bahan bakar sama sekali.
Sementara itu, mobil hybrid biasa umumnya hanya memiliki baterai kecil yang berfungsi sebagai pendukung mesin utama.
Metode pengisian daya juga menjadi keunggulan utama bagi konsumen modern. Pengguna Darion PHEV bisa mengisi ulang daya baterai melalui wall charger atau stasiun pengisian daya umum selain dari pengisian otomatis saat mobil berjalan.
Baca Juga: Suzuki XBee Mobil Berdimensi Mini yang Curi Perhatian dengan Teknologi Mild Hybrid

Hal ini berbeda dengan hybrid konvensional yang hanya bergantung pada sistem pengereman regeneratif dan kerja mesin bakar untuk mengisi baterai kecilnya.
Fleksibilitas berkendara juga menjadi nilai tambah karena pengemudi memiliki kendali lebih untuk memilih mode yang diinginkan sesuai kondisi perjalanan. Pengguna bisa mengatur penggunaan daya listrik secara manual sesuai dengan ketersediaan baterai.
Inovasi ini menjadikan mobil dengan teknologi PHEV seperti Wuling Darion PHEV bisa menjadi solusi kendaraan keluarga, hemat energi, dan tetap praktis untuk mobilitas di kota-kota besar.