- Ertiga 2016 unggul pada efisiensi BBM, kenyamanan kabin modern, dan biaya perawatan rutin yang murah.
- Innova Diesel 2005 menawarkan ketangguhan sasis ladder frame dan torsi besar untuk medan berat.
- Pembeli Innova tua wajib siapkan dana tambahan untuk peremajaan injektor dan kaki-kaki sebelum mudik.
Suara.com - Menjelang momen Lebaran, berburu mobil bekas untuk kebutuhan mudik seolah menjadi tradisi tahunan masyarakat Indonesia. Di bursa mobil bekas, bujet Rp 150 juta selalu menjadi sweet spot atau angka psikologis yang paling banyak dicari.
Di rentang harga ini, konsumen disajikan persimpangan dilematis: memilih Low MPV tahun muda yang minim masalah seperti Suzuki Ertiga Bensin 2016, atau mengambil Medium MPV "kasta tinggi" yang melegenda seperti Toyota Kijang Innova Diesel 2005. Untuk perjalanan jarak jauh melintasi berbagai medan, mana yang lebih worth it? Mari kita bedah tuntas!
1. Suzuki Ertiga Bensin 2016

Ertiga 2016 adalah opsi paling rasional bagi Anda yang ingin mudik via jalan tol Trans Jawa atau Trans Sumatra dengan tenang, irit, dan nyaman.
Sebagai generasi pertama facelift, mobil ini menawarkan keseimbangan antara fungsionalitas dan efisiensi.
Desain compact membuatnya lincah di gang sempit pedesaan. Di bagian dalam, jok tebal dengan busa empuk menjadi juaranya—sangat memanjakan punggung saat terjebak macet berjam-jam.
Fitur Double Blower memastikan sirkulasi udara dingin merata hingga ke belakang.
Mengusung mesin K14B 1.400 cc yang terkenal bandel dan sangat irit BBM. Karakter mesinnya smooth, cocok untuk pengemudi yang mengutamakan kenyamanan berkendara santai.
Namun perlu dipahami, mobil tua memiliki beberapa penyakit. Berikut penyakit pada mobil ini:
- Steering Rack: Sering muncul bunyi "gluduk" di kaki-kaki depan saat lewat jalan rusak.
- Engine Mounting: Getaran mesin bisa merambat ke setir jika komponen ini mulai aus.
- Interior Beige: Warna terang pada jok menuntut perhatian ekstra agar tidak cepat kotor terkena noda makanan selama perjalanan.
2. Toyota Kijang Innova Diesel 2005

Bagi yang butuh "kuda beban" untuk mengangkut 7 penumpang dewasa penuh beserta tumpukan oleh-oleh, Innova Diesel 2005 adalah rajanya.
Meski usianya sudah menyentuh dua dekade, kharismanya di jalur lintas provinsi tidak tergoyahkan.
Menggunakan sasis ladder frame dan penggerak roda belakang (RWD), Innova Diesel sangat perkasa melibas tanjakan curam seperti di Jalur Nagreg atau Alas Roban.
Kabinnya sangat lapang dengan ruang kaki (legroom) yang jauh lebih lega dibanding Ertiga.
Mesin legendaris 2KD-FTV 2.500 cc Turbo Diesel memberikan torsi melimpah sejak putaran bawah. Mobil ini seolah tidak punya rasa lelah meski dipacu dengan beban maksimal.