- Pembelian mobil listrik bekas memerlukan pengecekan mendalam terutama pada riwayat dan kapasitas baterai utama kendaraan tersebut.
- Pembeli harus memastikan ketersediaan riwayat servis resmi serta memeriksa sisa durasi garansi komponen vital seperti baterai.
- Pertimbangkan infrastruktur pengisian daya di rumah dan sekitar lokasi, serta biaya operasional seperti pajak dan asuransi.
Suara.com - Mobil listrik bekas kini mulai dilirik banyak orang karena harganya lebih ramah kantong dibanding unit baru.
Namun, membeli mobil listrik bekas tidak bisa asal pilih.
Ada beberapa hal penting yang harus disiapkan, termasuk estimasi biaya agar pembeli tidak kaget di kemudian hari.
Kondisi Baterai
Baterai adalah komponen paling vital. Penurunan kapasitas baterai bisa membuat jarak tempuh berkurang drastis.
Jika baterai harus diganti, biayanya bisa sangat besar, berkisar Rp80 juta–Rp150 juta tergantung merek dan kapasitas.
Karena itu, pastikan riwayat servis baterai jelas dan garansi masih berlaku.
Riwayat Servis dan Garansi
Mobil listrik memiliki komponen berbeda dari mobil bensin. Garansi baterai umumnya berlaku hingga 8 tahun, jadi cek apakah garansi masih aktif. Ini bisa menghemat biaya besar jika ada masalah.
Infrastruktur Pengisian Daya
Sebelum membeli, pikirkan soal charging. Instalasi listrik rumah untuk wall charger bisa menelan biaya Rp10 juta–Rp20 juta, tergantung kapasitas dan merek.
Jika tidak memasang di rumah, pastikan ada charging station di sekitar lokasi tinggal atau kantor.
Fitur dan Software
Mobil listrik sangat bergantung pada software. Update sistem infotainment atau ADAS biasanya gratis dari pabrikan, tapi jika perangkat keras bermasalah, biaya perbaikan bisa mencapai Rp5 juta–Rp15 juta.
Pastikan semua fitur masih berfungsi normal, jangan beli unit yang ada error.
Pajak dan Asuransi
Pajak mobil listrik di Indonesia relatif lebih murah, rata-rata Rp1 juta–Rp2 juta per tahun tergantung daerah.
Untuk asuransi, premi bisa sedikit lebih tinggi dibanding mobil bensin karena harga baterai mahal, yakni sekitar Rp5 juta–Rp10 juta per tahun.
Harga Pasar dan Nilai Jual Kembali
Harga mobil listrik bekas saat ini bervariasi. Misalnya, unit berusia 3–5 tahun biasanya dijual di kisaran Rp250 juta–Rp450 juta, tergantung merek dan kondisi baterai.
Nilai jual kembali masih fluktuatif karena pasar EV bekas belum stabil, jadi pembeli harus siap dengan kemungkinan depresiasi lebih cepat dibanding mobil bensin.
Tips Tambahan
- Lakukan test drive untuk memastikan performa motor listrik dan kenyamanan baterai.
- Periksa kondisi fisik mobil, termasuk kabel charging dan port pengisian.
- Pastikan dokumen lengkap: BPKB, STNK, dan sertifikat uji tipe.
Membeli mobil listrik bekas bisa jadi langkah cerdas, asal pembeli menyiapkan dana bukan hanya untuk harga beli, tapi juga untuk biaya tambahan seperti instalasi charger, servis, dan kemungkinan penggantian baterai. Dengan persiapan matang, mobil listrik bekas bisa jadi pilihan hemat sekaligus ramah lingkungan.