- Fitur canggih ini membuat harga kendaraan melambung, padahal fungsinya nyaris sama dengan kunci biasa.
- Pencuri moderen menggunakan alat penangkap sinyal untuk membobol sistem keamanan tanpa perlu merusak kontak.
- Gelombang magnetik dari pemancar BTS atau SUTET sering memicu sistem menjadi error secara mendadak.
Dompet ini memblokir semua gelombang elektromagnetik, sehingga sinyal tidak bisa dicuri meski maling nongkrong di depan pagar rumah.
Sering Error di "Blank Spot"
Bukan cuma urusan maling, fitur elektronik ini juga rawan "ngambek". Sempat viral kasus pengendara di Jogja yang mesinnya mendadak mati total dan tak bisa dinyalakan. Penyebabnya? Sinyal terganggu oleh medan magnet.
Jika Anda sering memarkir kendaraan atau melintas di dekat SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi), pemancar TV, BTS, atau area dengan penggunaan jammer, bersiaplah untuk repot.
Sinyal yang bertabrakan membuat modul gagal mengenali remote. Kalau sudah begini, motor tidak bisa diakali dengan cara jumper kabel seperti motor konvensional. Anda benar-benar bergantung penuh pada kelistrikan.
Belum lagi jika remote tersebut hilang atau rusak. Anda harus merogoh kocek cukup dalam untuk membeli pengganti orisinal dan melakukan proses binding ulang di bengkel resmi.
Kembali ke Kunci Mekanikal?
Fakta pahitnya, fitur yang digadang-gadang super aman ini nyatanya lebih rentan diretas dan rawan error.
Suka tidak suka, sistem kunci mekanikal bermagnet (kunci konvensional dengan penutup) justru sedikit lebih merepotkan bagi maling moderen. Setidaknya, mereka butuh waktu lebih lama dan usaha fisik untuk membongkarnya, yang sering kali mengundang kecurigaan orang sekitar.
Meski begitu, tidak ada sistem keamanan di dunia ini yang 100 persen kebal pencuri.
Namun, menjadikan sistem keyless sebagai standar baru yang mendongkrak harga motor tanpa diimbangi peningkatan keamanan anti-relay, rasanya perlu dievaluasi kembali. Jangan sampai, fitur mahal ini justru memudahkan kerja sindikat curanmor untuk membawa kabur motor kita dengan mulus.