- Total anggaran pengadaan 25.000 unit motor listrik BGN diestimasikan mencapai Rp1,24 triliun.
- Kendaraan operasional program MBG ini menggunakan model Emmo JVX GT seharga Rp49,95 juta.
- Harga tersebut berstatus off the road di Inaproc dan butuh proses administrasi BMN.
Suara.com - Pengadaan puluhan ribu unit motor listrik oleh BGN kini menuai sorotan tajam, terutama terkait besaran anggaran untuk memuluskan operasional program MBG.
Pasalnya, armada kendaraan pengantar gizi tersebut ditaksir bakal menelan biaya hingga lebih dari satu triliun rupiah dari kantong negara.
Merujuk pada data portal Inaproc milik Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), motor listrik bergaya trail yang akan digunakan adalah Emmo JVX GT.
Kendaraan ramah lingkungan yang disuplai oleh PT Yasa Artha Trimanunggal ini dibanderol dengan harga Rp49,95 juta per unit.
Bila dikalikan dengan target pengadaan BGN yang mencapai 25.000 unit pada tahun anggaran 2025, maka estimasi total biaya yang harus dirogoh pemerintah menyentuh angka fantastis, yakni sekitar Rp1,24 triliun.
Nilai jumbo tersebut baru mencakup harga dengan status off the road (meski sudah termasuk PPN 12%). Artinya, masih ada potensi penambahan biaya kepengurusan legalitas surat-menyurat jalan hingga ongkos distribusi ke seluruh pelosok Tanah Air.
Jika dikonversikan lagi, nilai tersebut ditaksir setara dengan program sehari MBG.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, sebelumnya sudah mewanti-wanti dan menepis isu liar di media sosial yang menyebut instansinya memborong hingga 70.000 unit.
Ia memastikan kuota pengadaan tahun 2025 hanya dipatok di angka 25.000 unit untuk para kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Saat ini, deretan motor bercat biru muda berlogo BGN tersebut masih terparkir rapi menunggu proses administrasi pencatatan sebagai Barang Milik Negara (BMN).
Menelan anggaran hingga triliunan rupiah, wajar jika publik menuntut performa kendaraan yang sepadan.
Secara teknis, spesifikasi Emmo JVX GT ini rupanya tidak kaleng-kaleng. Motor ini dibekali dinamo bertenaga puncak 7.000 watt dan transmisi BLDC yang diklaim sanggup berlari hingga 85 km per jam.
Urusan daya, baterai 72 volt 31 Ah di baliknya mampu menjelajah jarak 70 kilometer hanya dengan waktu pengecasan singkat sekitar 1,5 jam berkat fitur fast charging.
Dirancang khusus untuk blusukan mendarat ke daerah-daerah terpencil, posturnya dibuat sangat tangguh.
Berbekal jarak tanah ke mesin (ground clearance) setinggi 320 mm, ban "pacul" profil ganda, dan pengereman cakram depan-belakang, motor ini siap disiksa melintasi berbagai medan jalan.