- Denza D9 memimpin pasar MPV premium kuartal pertama 2026 dengan penjualan mencapai 1.117 unit.
- Harga lebih terjangkau membuat Denza D9 sukses mengalahkan Toyota Alphard yang terjual 444 unit.
- Pajak tahunan Denza D9 sangat murah, hanya ratusan ribu dibanding Alphard yang puluhan juta.
Suara.com - Pasar mobil segmen MPV mewah di Indonesia kini menyajikan persaingan sengit antara Toyota Alphard dan Denza D9. Siapa sangka, takhta raja kendaraan premium yang lama dipegang Alphard kini mulai goyah.
Berdasarkan data wholesales Gaikindo periode Januari-Maret 2026, Denza D9 sukses memimpin pasar. Pendatang baru asal China ini berhasil mengasapi penjualan jagoan dari Jepang dengan selisih mencolok.
Denza D9 mencatatkan pengiriman sebanyak 1.117 unit sepanjang kuartal pertama tahun ini. Sementara itu, Toyota Alphard harus puas dengan angka distribusi pabrik ke dealer sebanyak 444 unit saja.
Varian Termurah Paling Diminati

Dari total penjualan Alphard, konsumen rupanya lebih banyak mencari tipe yang paling murah. Varian XE mencatatkan angka distribusi tertinggi dengan jumlah mencapai 228 unit.
Meski begitu, angka ini belum mampu menandingi dominasi Denza D9 secara keseluruhan di bursa otomotif. Padahal, kedua kendaraan bongsor ini sama-sama masih didatangkan secara utuh dari negara asalnya.
Toyota Alphard masih diimpor langsung dari Jepang. Di sisi lain, Denza D9 didatangkan secara utuh menyusul tingginya permintaan dari China.
Beda Jantung Pacu dan Harga

Secara spesifikasi, kedua penantang ini menawarkan teknologi yang sepenuhnya berbeda. Toyota Alphard masih setia mengusung mesin bensin konvensional dan pilihan hybrid.
Sebaliknya, Denza D9 melaju tanpa emisi karena murni menggunakan baterai listrik sebagai sumber tenaga. Perbedaan teknologi ini ternyata sangat berdampak pada strategi penentuan harga kedua merek.
Denza D9 ditawarkan dengan banderol yang cukup menggoda, yakni sekitar Rp950 juta. Harga ini jauh di bawah Alphard varian bensin termurah yang menyentuh angka Rp1,2 miliaran.
Bahkan, untuk meminang Toyota Alphard versi hybrid, konsumen harus merogoh kocek hingga Rp1,7 miliaran. Selisih harga yang signifikan ini tentu menjadi daya pikat utama bagi kaum berkocek tebal.
Faktor Pajak Jadi Penentu
Selain harga beli, ada alasan kuat lain yang membuat bos-bos besar mulai melirik Denza D9. Faktor penentu tersebut adalah beban pajak tahunan yang sangat jomplang antara keduanya.
Dengan harga nyaris Rp1 miliar, pemilik Denza D9 hanya perlu membayar pajak sekitar Rp143 ribu per tahun. Biaya tersebut murni hanya untuk melunasi Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).