Mayoritas Kecelakaan di Indonesia Terjadi di Kecepatan Rendah, Kok Bisa? Simak Statistiknya

Cesar Uji Tawakal

Jum'at, 24 April 2026 | 11:48 WIB
Mayoritas Kecelakaan di Indonesia Terjadi di Kecepatan Rendah, Kok Bisa? Simak Statistiknya
Ilustrasi Kecelakaan (pexels.com)
baca 10 detik
  • Pusiknas melaporkan 62% kecelakaan lalu lintas di Indonesia sepanjang awal 2026 justru terjadi pada kecepatan rendah di bawah 40 km/jam.
  • Data menunjukkan 97% insiden terjadi di jalan kondisi baik karena pengendara cenderung kehilangan kewaspadaan dan menjadi terlalu percaya diri.
  • Tabrakan depan-depan tercatat sebagai jenis kecelakaan paling mematikan dengan total 855 korban meninggal dunia selama periode tersebut.

Suara.com - Laporan statistik terbaru Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas) mengungkap fakta mengejutkan soal kecelakaan lalu lintas di Indonesia.

Menurut pantauan Suara.com untuk periode 1 Januari hingga 22 April 2026, kecelakaan memicu kerugian material sebesar Rp83.490.066.416.

Selain itu, selama ini banyak orang mengira kecepatan tinggi adalah biang kerok utama, padahal data menunjukkan justru pengendara dengan kecepatan rendah yang paling sering terlibat insiden.

Statistik mencatat 62% kecelakaan terjadi pada kecepatan 40 km/jam ke bawah. Angka ini mencakup 34% insiden di kecepatan 40 km/jam dan 21% di kecepatan 20 km/jam. Sebaliknya, kecelakaan di kecepatan tinggi seperti 80–100 km/jam hanya menyumbang 4% dari total kasus.

Ini terjadi diguga karena pengendara merasa aman saat melaju pelan, sehingga konsentrasi menurun. Akibatnya, risiko tabrakan justru meningkat.

Statistik Kecelakaan. (Pusiknas)
Statistik Kecelakaan. (Pusiknas)

Data juga menunjukkan 97% kecelakaan terjadi di jalan dengan kondisi baik. Hanya 1% terjadi di jalan berlubang atau basah.

Diduga infrastruktur yang mulus justru membuat pengendara overconfidence. Sebaliknya, jalan rusak memaksa pengendara lebih hati-hati sehingga angka kecelakaan lebih rendah.

Tipe Kecelakaan Paling Sering

Ada lima tipe kecelakaan yang mendominasi sepanjang awal 2026:

baca juga
  • Tabrakan depan-belakang: 6.815 kasus, dengan 594 korban meninggal.
  • Tabrakan depan-depan (adu banteng): 5.664 kasus, tapi paling mematikan dengan 855 korban meninggal.
  • Kendaraan keluar jalur ke kiri: 5.650 kasus, mayoritas luka ringan.
  • Pejalan kaki menyeberang: 2.897 kasus, dengan 209 korban meninggal.
  • Tabrakan saat menyalip: 2.391 kasus, menewaskan 338 orang.

Dari data ini, tabrakan depan-depan menjadi krisis fatalitas terbesar. Meski frekuensinya lebih rendah dari tabrakan depan-belakang, tingkat kematian jauh lebih tinggi.

Statistik Kecelakaan. (Pusiknas)
Statistik Kecelakaan. (Pusiknas)

Temuan ini menegaskan bahwa keselamatan tidak ditentukan oleh kecepatan tinggi semata. Justru pada kecepatan rendah, pengendara sering lengah. Infrastruktur jalan yang mulus juga bukan jaminan aman, karena bisa memicu perilaku berisiko.

Konsentrasi penuh, disiplin lajur, dan kewaspadaan saat menyalip menjadi kunci utama menekan angka kecelakaan. Data Pusiknas menunjukkan bahaya terbesar justru muncul ketika pengendara merasa paling aman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kereta Api Adu Banteng di Denmark, Banyak Korban Luka Hingga Kritis

Kereta Api Adu Banteng di Denmark, Banyak Korban Luka Hingga Kritis

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:40 WIB

Detik-detik Mencekam di Cipatat: Angkot Berhenti Bawa Pelajar Dihantam Fuso hingga Terguling!

Detik-detik Mencekam di Cipatat: Angkot Berhenti Bawa Pelajar Dihantam Fuso hingga Terguling!

News | Kamis, 23 April 2026 | 13:41 WIB

Tingkat Kecelakaan Roda Dua Tinggi, Mitra Driver Kini Diberi Asuransi Gratis

Tingkat Kecelakaan Roda Dua Tinggi, Mitra Driver Kini Diberi Asuransi Gratis

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 20:01 WIB

Lansia Tewas Tertabrak KRL di Rawa Buaya Jakarta Barat, Identitas Masih Misteri

Lansia Tewas Tertabrak KRL di Rawa Buaya Jakarta Barat, Identitas Masih Misteri

News | Selasa, 21 April 2026 | 19:42 WIB

Gerak Cepat, BPJS Ketenagakerjaan Penuhi Hak Beno Prasetio yang Wafat Dalam Kecelakaan Kerja

Gerak Cepat, BPJS Ketenagakerjaan Penuhi Hak Beno Prasetio yang Wafat Dalam Kecelakaan Kerja

News | Sabtu, 18 April 2026 | 09:00 WIB

Terkini

Kiprah Norman Joesoef, Sosok Kunci Kerja Sama Drone Baykar dan Rudal BrahMos dengan Indonesia

Kiprah Norman Joesoef, Sosok Kunci Kerja Sama Drone Baykar dan Rudal BrahMos dengan Indonesia

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:48 WIB

Bulan Terbaik untuk Liburan ke Bali, Kapan Waktu yang Paling Ideal?

Bulan Terbaik untuk Liburan ke Bali, Kapan Waktu yang Paling Ideal?

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:47 WIB

5 Coffee Shop 24 jam untuk Kamu yang Bosan Nugas di Kos

5 Coffee Shop 24 jam untuk Kamu yang Bosan Nugas di Kos

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:47 WIB

Bcrobes Dorong Riset Berbasis Mikrobioma, Ungkap Potensi Probiotik dalam Mendukung Terapi Jerawat

Bcrobes Dorong Riset Berbasis Mikrobioma, Ungkap Potensi Probiotik dalam Mendukung Terapi Jerawat

Sumut | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:41 WIB

Api Mengamuk di Galangan Kapal Karangsong, 5 Mobil Damkar Dikerahkan

Api Mengamuk di Galangan Kapal Karangsong, 5 Mobil Damkar Dikerahkan

Foto | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:40 WIB

Bisa Deteksi Makanan Busuk di Ompreng, Ini Inovasi BRIN untuk MBG yang Bikin Prabowo Kepincut

Bisa Deteksi Makanan Busuk di Ompreng, Ini Inovasi BRIN untuk MBG yang Bikin Prabowo Kepincut

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:34 WIB

Keracunan MBG Marak Lagi, Bisakah Pengelola dan Pejabat Dipidanakan?

Keracunan MBG Marak Lagi, Bisakah Pengelola dan Pejabat Dipidanakan?

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:32 WIB

8 Wakil Indonesia Jadi Unggulan di Kejuaraan Dunia BWF 2026, Bawa Misi Akhiri Puasa Gelar

8 Wakil Indonesia Jadi Unggulan di Kejuaraan Dunia BWF 2026, Bawa Misi Akhiri Puasa Gelar

Sport | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:22 WIB

3 Perempuan Malaysia Selundupkan Narkoba di Bandara Soetta, Disimpan di Sepatu

3 Perempuan Malaysia Selundupkan Narkoba di Bandara Soetta, Disimpan di Sepatu

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:22 WIB

Buku Sibling Rivalry, Mengurai Trauma Masa Kecil dan Persaingan Antarsaudara

Buku Sibling Rivalry, Mengurai Trauma Masa Kecil dan Persaingan Antarsaudara

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:20 WIB

×