Kereta Api Adu Banteng di Denmark, Banyak Korban Luka Hingga Kritis

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Kamis, 23 April 2026 | 17:40 WIB
Kereta Api Adu Banteng di Denmark, Banyak Korban Luka Hingga Kritis
Ilustrasi kecelakaan kereta api (Shutterstock).
  • Tabrakan adu banteng dua kereta lokal di Hillerod Denmark melukai 17 orang penumpang.

  • Lima orang berada dalam kondisi kritis akibat kecelakaan serius di jalur Utara Kopenhagen.

  • Insiden ini merusak reputasi keamanan transportasi Denmark yang selama ini dikenal sangat aman.

Suara.com - Kegagalan sistem keamanan transportasi Denmark kembali memicu tragedi setelah dua kereta komuter terlibat tabrakan adu banteng di Hillerod.

Insiden berdarah ini memaksa otoritas setempat mengevaluasi total prosedur keselamatan kereta api yang selama ini dianggap paling aman.

Dikutip dari DW, Sebanyak 17 orang dilaporkan terluka dalam kecelakaan yang terjadi tepat saat mobilitas pagi hari sedang mencapai puncaknya.

Ilustrasi kecelakaan kereta di Semarang (Achilles Kastanas/Pexels)
Ilustrasi kecelakaan kereta di Semarang (Achilles Kastanas/Pexels)

Kondisi lima korban di antaranya dinyatakan sangat kritis akibat hantaman keras antar gerbong yang melaju dari arah berlawanan.

Kecelakaan ini terjadi di wilayah Utara Kopenhagen dan langsung memicu operasi penyelamatan besar-besaran oleh tim darurat nasional.

Pihak kepolisian menerima laporan pertama mengenai tabrakan maut ini pada Kamis pagi sekitar pukul 06.30 waktu setempat.

Otoritas keamanan masih menutup rapat informasi mengenai pemicu utama mengapa kedua kereta bisa berada di jalur yang sama.

"Kami tidak dapat memberikan rincian apa pun untuk saat ini mengenai penyebab kecelakaan tersebut," kata pejabat polisi Morten Kaare Pedersen kepada wartawan.

Pernyataan resmi kepolisian menyebut peristiwa ini sebagai kecelakaan serius yang membutuhkan mobilisasi tenaga medis dalam jumlah banyak.

Saksi mata menggambarkan kepanikan luar biasa saat benturan keras terjadi di lintasan yang biasanya sangat tenang tersebut.

Proses Evakuasi Penumpang Hillerod

Petugas pemadam kebakaran dari wilayah Greater Copenhagen dikerahkan sepenuhnya untuk menyisir setiap sudut gerbong yang rusak.

Informasi dari lapangan memastikan bahwa seluruh penumpang yang selamat telah berhasil dikeluarkan dari bangkai kereta yang ringkas.

"Ini adalah dua kereta lokal yang bertabrakan secara langsung," kata juru bicara pemadam kebakaran Greater Copenhagen.

Kecepatan respon tim penyelamat mencegah bertambahnya jumlah korban jiwa di lokasi kejadian yang cukup terpencil tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Detik-detik Mencekam di Cipatat: Angkot Berhenti Bawa Pelajar Dihantam Fuso hingga Terguling!

Detik-detik Mencekam di Cipatat: Angkot Berhenti Bawa Pelajar Dihantam Fuso hingga Terguling!

News | Kamis, 23 April 2026 | 13:41 WIB

Tingkat Kecelakaan Roda Dua Tinggi, Mitra Driver Kini Diberi Asuransi Gratis

Tingkat Kecelakaan Roda Dua Tinggi, Mitra Driver Kini Diberi Asuransi Gratis

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 20:01 WIB

Lansia Tewas Tertabrak KRL di Rawa Buaya Jakarta Barat, Identitas Masih Misteri

Lansia Tewas Tertabrak KRL di Rawa Buaya Jakarta Barat, Identitas Masih Misteri

News | Selasa, 21 April 2026 | 19:42 WIB

Terkini

Geger! Organisasi HAM AS Dituding Suntik Dana untuk Ku Klux Klan hingga Neo Nazi

Geger! Organisasi HAM AS Dituding Suntik Dana untuk Ku Klux Klan hingga Neo Nazi

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:38 WIB

Tragedi di Kos Benhil: Dua PRT Lompat dari Lantai 4, Polisi Dalami Motifnya

Tragedi di Kos Benhil: Dua PRT Lompat dari Lantai 4, Polisi Dalami Motifnya

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:34 WIB

LPG 12 Kg Rp248 Ribu, Agen di Jaksel Banjir Keluhan Ibu-ibu: Kok Naik Harganya?

LPG 12 Kg Rp248 Ribu, Agen di Jaksel Banjir Keluhan Ibu-ibu: Kok Naik Harganya?

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:28 WIB

Bukan Lagi Joki Duduk, Kecurangan UTBK Kini Pakai Telinga Bionik

Bukan Lagi Joki Duduk, Kecurangan UTBK Kini Pakai Telinga Bionik

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:27 WIB

Siapa Karoline Leavitt? Jubir Gedung Putih, Pembela Donald Trump Paling Vokal

Siapa Karoline Leavitt? Jubir Gedung Putih, Pembela Donald Trump Paling Vokal

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:25 WIB

Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui

Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:23 WIB

Sistem Mitigasi Dinilai Pincang, DPRD DKI Minta MRT Jakarta Perkuat Pasokan Listrik

Sistem Mitigasi Dinilai Pincang, DPRD DKI Minta MRT Jakarta Perkuat Pasokan Listrik

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:20 WIB

Wamenkes Dante: Kelompok Anti Vaksin Tetap Ada, Lawannya Bukan Larangan tapi Informasi Akurat

Wamenkes Dante: Kelompok Anti Vaksin Tetap Ada, Lawannya Bukan Larangan tapi Informasi Akurat

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:13 WIB

Pacu Pertumbuhan Ekonomi, Mendagri Dorong Optimalisasi APBD dan Kendalikan Inflasi

Pacu Pertumbuhan Ekonomi, Mendagri Dorong Optimalisasi APBD dan Kendalikan Inflasi

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:10 WIB

Dari Anak Tanpa Vaksin ke Lonjakan Pasien Cuci Darah: Rantai Krisis Kesehatan yang Terabaikan?

Dari Anak Tanpa Vaksin ke Lonjakan Pasien Cuci Darah: Rantai Krisis Kesehatan yang Terabaikan?

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:08 WIB