- Zhejiang Qianjiang Motorcycle asal China mengelola merek Benelli, Keeway, QJ Motor, hingga Morbidelli di pasar otomotif Indonesia.
- Setiap merek memiliki segmentasi pasar berbeda, mulai dari kelas ekonomis, menengah, hingga motor gede premium berteknologi tinggi.
- Perusahaan yang didukung Geely ini mengandalkan produksi lokal dan akuisisi merek legendaris untuk memperkuat dominasi di pasar.
Suara.com - Pernahkah Anda merasa bingung saat berkunjung ke diler motor dan melihat merek Benelli, Keeway, hingga QJ Motor berada di bawah satu atap?
Fenomena ini sering kali memicu pertanyaan di kalangan penggemar otomotif, terutama bagi mereka yang sedang mencari kendaraan dengan karakter unik.
Jawabannya sederhana: mereka semua adalah satu keluarga besar. Perusahaan raksasa yang berada di balik nama-nama populer ini adalah Zhejiang Qianjiang Motorcycle Co., Ltd. yang berbasis di China.
Siapa itu QJ Motor?
Untuk memahami peta kekuatannya, kita perlu melihat bagaimana Qianjiang (QJ) membagi peran setiap merek agar tidak saling tumpang tindih di pasar Indonesia.
Menariknya, perusahaan ini bukan pemain sembarangan. Pemegang saham terbesar mereka adalah Geely, grup otomotif global yang juga memiliki merek mobil mewah asal Swedia, Volvo.
Dengan dukungan teknologi dan modal yang kuat, Qianjiang berhasil melakukan ekspansi global dengan mengakuisisi merek-merek bersejarah.
Dimulai dari Benelli

Pintu masuk utama grup ini ke panggung dunia, termasuk Indonesia, dimulai dari Benelli. Merek legendaris asal Italia ini diakuisisi pada tahun 2005 sebagai bagian dari strategi global Qianjiang.
Benelli diposisikan sebagai merek warisan (heritage brand) yang menyasar segmen menengah ke atas.
Produknya sangat variatif, mulai dari motor klasik seperti Imperiale 400 hingga lini petualang TRK 502X.
Positioning QJ Motor di antara anggota "klan"

Lalu, di mana posisi QJ Motor itu sendiri? Dalam struktur grup, QJ Motor adalah merek utama yang dipasarkan secara global sebagai lini premium atau high-end.
Fokus mereka adalah pada motor berkapasitas mesin besar, mulai dari 250cc ke atas, namun tetap ditawarkan dengan harga yang kompetitif.
Jika Anda melihat model seperti sportbike SRK 800 RR atau cruiser SRV 600 V, itulah gambaran kekuatan utama dari klan QJ Motor.
Keeway dan pangsa pasar entry level

Selain dua nama besar tadi, ada Keeway yang sudah dikenal sebagai merek ekspor global Qianjiang sejak tahun 1999.
Keeway memegang peran sebagai global value brand, di mana produk-produknya lebih menyasar segmen harga ekonomis yang ramah di kantong.
Pilihan modelnya pun cukup unik, seperti skuter matic bergaya chopper pada model Gleiten 125 atau cruiser bermesin V-twin.
Morbidelli yang bangkit dari kubur
Keluarga ini terus bertambah besar dengan hadirnya Morbidelli. Merek legendaris Italia lainnya ini dibangkitkan kembali setelah diakuisisi (melalui MBP Moto) pada tahun 2024 untuk memperkuat lini produk premium grup.
Meskipun masih dalam tahap pengenalan, produk Morbidelli rencananya akan diproduksi secara lokal di Indonesia melalui skema Perakitan Lokal (CKD) di pabrik Benelli.
Morbidelli akan mengisi celah di segmen naked retro hingga touring adventure dengan rentang mesin 200cc hingga 1000cc.
Benda si eksotis

Tak ketinggalan, ada merek Benda yang bertindak sebagai "saudara" melalui kolaborasi dengan Keeway Group.
Benda memiliki fokus yang sangat spesifik pada desain yang unik dan modern, terutama pada jenis motor cruiser.
Target pasarnya berada di segmen menengah ke bawah bagi mereka yang menginginkan motor dengan gaya mencolok namun tetap mudah dikendarai, seperti pada model Benda Chincillia 500.
Dengan silsilah yang begitu luas, jelas bahwa Qianjiang melalui QJ Motor dan klan lainnya sedang berusaha mendominasi berbagai segmen pasar motor di Indonesia.
Dari motor harian yang terjangkau hingga motor gede premium untuk gaya hidup, semuanya tersedia dalam satu ekosistem besar. Bahkan, terdapat indikasi afiliasi dengan merek KSR, meskipun kehadirannya di pasar lokal belum sejelas saudara-saudaranya yang lain.