- Harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026, sehingga pengendara semakin perlu memperhatikan efisiensi BBM.
- Konsumsi bensin tidak hanya dipengaruhi harga, tetapi juga kebiasaan berkendara dan perawatan motor sehari-hari.
- Sejumlah kebiasaan yang sering dianggap sepele ternyata dapat membuat motor lebih boros bahan bakar dan meningkatkan pengeluaran.
Suara.com - Mulai 10 Juni 2026, harga Pertamax resmi naik menjadi Rp16.250 per liter, sehingga membuat biaya operasional harian semakin terasa di kantong.
Kondisi tersebut mendorong banyak pemilik motor mencari berbagai cara untuk menghemat konsumsi bahan bakar.
Namun tidak sedikit yang lupa bahwa boros atau iritnya BBM tidak hanya dipengaruhi oleh harga, tapi juga kebiasaan saat berkendara dan merawat kendaraan.
Tanpa disadari, ada sejumlah kebiasaan sehari-hari yang dapat membuat konsumsi bensin menjadi lebih boros.
Jika kebiasaan-kebiasaan tersebut terus dilakukan, pengeluaran untuk membeli BBM tentu akan semakin besar.
Apalagi di tengah harga Pertamax yang kini mencapai Rp16.250 per liter, setiap tetes bahan bakar yang terbuang sia-sia akan terasa semakin merugikan.
![Pengendara sepeda motor mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU di Jakarta, Selasa (31/3/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/31/38226-bbm-kenaikan-harga-bbm-spbu-pertamina-ilustrasi-bbm.jpg)
Karena itu, penting bagi pengendara untuk mengetahui apa saja kebiasaan yang sebaiknya dihindari agar konsumsi BBM tetap efisien.
Berikut lima kebiasaan yang sering dianggap sepele tapi ternyata dapat membuat motor menjadi lebih boros bensin, dirangkum dari situs Shell Indonesia dan Yamaha Motor.
1. Sering Narik Gas Secara Mendadak
Kebiasaan menarik gas secara tiba-tiba menjadi salah satu penyebab utama motor boros bensin.
Saat throttle dibuka mendadak, mesin akan membutuhkan suplai bahan bakar lebih banyak untuk menghasilkan tenaga secara instan sehingga konsumsi BBM meningkat.
2. Berkendara Terlalu Kencang
Semakin tinggi kecepatan kendaraan, semakin besar pula tenaga yang harus dikeluarkan mesin untuk melawan hambatan udara.
Akibatnya, pembakaran bahan bakar menjadi lebih banyak dibandingkan saat motor melaju pada kecepatan yang stabil dan moderat.
3. Terlalu Sering Mengerem Mendadak
Banyak pengendara memiliki kebiasaan mempercepat laju motor lalu langsung mengerem ketika mendekati kendaraan lain atau lampu merah.
Pola berkendara seperti ini membuat energi yang sudah dihasilkan mesin terbuang sia-sia dan memaksa motor kembali menggunakan lebih banyak bahan bakar saat berakselerasi.
![Pengendara sepeda motor mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU di Jakarta, Selasa (31/3/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/31/56227-bbm-kenaikan-harga-bbm-spbu-pertamina-ilustrasi-bbm.jpg)
4. Membiarkan Tekanan Ban Kurang
Ban yang kekurangan angin menciptakan hambatan gulir lebih besar saat motor melaju. Kondisi tersebut membuat mesin bekerja lebih keras untuk menggerakkan kendaraan sehingga konsumsi bensin meningkat tanpa disadari.
5. Menunda Servis dan Perawatan Rutin
Filter udara yang kotor, busi yang mulai melemah, atau oli yang terlambat diganti dapat membuat proses pembakaran tidak berjalan optimal.
Ketika kondisi mesin tidak prima, motor membutuhkan lebih banyak bahan bakar untuk menghasilkan performa yang sama sehingga konsumsi BBM menjadi lebih boros.
Di tengah harga Pertamax yang terus meningkat, menghindari lima kebiasaan tersebut bisa menjadi langkah sederhana untuk menekan pengeluaran harian.
Selain membuat konsumsi BBM lebih irit, perawatan yang baik dan gaya berkendara yang benar juga membantu menjaga performa serta usia pakai motor tetap optimal.