- Maruti Suzuki meluncurkan Wagon R Bioflex di India pada pertengahan 2026 untuk mendukung operasional armada komersial yang berkelanjutan.
- Kendaraan ini menggunakan mesin 1.2 liter dengan teknologi flex-fuel yang mampu mengonsumsi campuran bensin dan etanol hingga 85 persen.
- Modifikasi komponen mesin dan sistem bahan bakar dilakukan agar mobil lebih ramah lingkungan serta hemat biaya operasional harian.
Suara.com - Maruti Suzuki resmi memperkenalkan Wagon R Bioflex, hatchback dengan teknologi flex-fuel yang bisa berjalan dengan campuran bensin dan etanol hingga 85 persen (E85).
Mobil ini berbasis varian tertinggi Wagon R ZXi+ manual dan ditujukan khusus untuk operator armada komersial di India.
Mobil ini dikembangkan oleh Maruti Suzuki, anak perusahaan Suzuki di India. Dengan peluncuran Bioflex, Suzuki bergabung dengan deretan produsen yang mulai serius menggarap teknologi bahan bakar alternatif, sejalan dengan kebijakan pemerintah India untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Menurut Motorbeam, Wagon R Bioflex diumumkan pada pertengahan 2026. Model ini hadir dengan harga Rp135 juta (Rs. 7,24 lakh) lebih mahal dibanding versi bensin biasa, karena adanya modifikasi pada sistem bahan bakar dan mesin agar tahan terhadap etanol.
Saat ini, Wagon R Bioflex hanya tersedia di India, khusus untuk segmen komersial. Belum ada informasi apakah Suzuki akan membawa teknologi ini ke pasar lain, termasuk Indonesia, di mana Wagon R pernah populer dengan nama Karimun Wagon R.

Teknologi flex-fuel memungkinkan mobil berjalan dengan campuran etanol tinggi, yang umumnya lebih murah dibanding bensin. Selain itu, etanol dianggap lebih ramah lingkungan karena berasal dari bahan baku nabati. Dengan kemampuan ini, Wagon R Bioflex bisa jadi solusi hemat biaya operasional bagi perusahaan transportasi sekaligus mendukung program energi berkelanjutan.
Wagon R Bioflex menggunakan mesin 1.2 liter K12N empat silinder dengan transmisi manual 5-percepatan. Mesin ini mendapat sejumlah ubahan:
- Fuel injector dan pompa bahan bakar yang diperkuat.
- Pipa bahan bakar tahan etanol.
- ECU yang dikalibrasi ulang.
- Sensor kandungan etanol untuk menyesuaikan performa.
Secara tenaga, versi standar menghasilkan 91 hp dan torsi 114 Nm, dengan efisiensi klaim 23,56 km/l. Angka resmi untuk Bioflex belum diumumkan, namun diperkirakan sedikit berbeda tergantung campuran etanol yang digunakan.
Meski saat ini hanya untuk armada komersial, kehadiran Wagon R Bioflex membuka peluang besar jika teknologi ini masuk ke pasar ritel.
Konsumen bisa mendapatkan mobil murah yang lebih ramah lingkungan dan hemat biaya bahan bakar. Jika dibawa ke Indonesia, Karimun Wagon R Bioflex bisa jadi opsi menarik di tengah isu BBM mahal dan dorongan penggunaan energi terbarukan.