- Suzuki meluncurkan motor neo-retro GN 160 di Kolombia dengan mesin 162 cc untuk mendukung mobilitas perkotaan modern.
- Motor ini dilengkapi fitur rem ABS, lampu LED, dan pengisi daya USB sebagai keunggulan kenyamanan bagi pengendara.
- Potensi pemasaran GN 160 di Indonesia memerlukan penyesuaian harga agar kompetitif bersaing melawan Yamaha XSR dan Kawasaki W175.
Suara.com - Dunia otomotif roda dua sedang demam gaya neo-retro, dan Suzuki diam-diam memiliki jagoan menarik bernama Suzuki GN 160 yang saat ini baru tersedia di pasar Kolombia dan beberapa negara tetangga.
Motor ini muncul sebagai perpaduan antara desain klasik yang tak lekang oleh waktu dengan fungsionalitas modern yang dibutuhkan pengendara masa kini.
Suzuki Motor de Colombia memposisikan motor ini sebagai kendaraan yang ideal untuk menunjang gaya hidup sekaligus tangguh untuk mobilitas harian di perkotaan.
Harga tinggi di luar negeri

Kehadirannya memicu rasa penasaran para penggemar otomotif di Indonesia mengenai kapan kiranya motor ini akan menyapa aspal tanah air.
Jika Suzuki Indonesia memutuskan untuk memboyong GN 160, kans kekompetitifannya diprediksi akan sangat menarik karena motor ini masuk ke segmen mesin yang sedang naik daun.
Kunci suksesnya di Indonesia nanti akan sangat bergantung pada bagaimana Suzuki mengatur harga agar tidak terpaut jauh dari para pesaingnya yang sudah lebih dulu mapan.
Berdasarkan situs resmi Suzuki Colombia, Suzuki GN 160 di Kolombia dibanderol seharga 10.630.000 Colombian Peso.
Jika dikonversikan ke Rupiah dengan kurs 1 Peso sebesar 5,18 Rupiah, maka harganya mencapai sekitar Rp 55.063.400.
Apakah spesifikasi Suzuki GN 160 kompetitif?

Mari kita adu spesifikasi dan fiturnya untuk melihat posisi Suzuki GN 160 jika disandingkan dengan Yamaha XSR 155 dan Kawasaki W175 Street.
Dari sisi jantung pacu, Suzuki GN 160 menggendong mesin 162 cc, 4-tak, SOHC berpendingin udara yang menghasilkan tenaga 14,1 hp dan torsi 14,5 Nm.
Angka ini berada di tengah-tengah jika dibandingkan dengan Kawasaki W175 Street yang memiliki mesin 177 cc berpendingin udara dengan tenaga sekitar 13 PS (9,6 kW) dan torsi 13,3 Nm.

Namun, kedua motor ini harus mengakui keunggulan teknologi Yamaha XSR 155 yang sudah menggunakan pendingin cairan, sistem VVA, dan menghasilkan tenaga jauh lebih besar yakni 14,2 kW (sekitar 19,3 PS) serta torsi 14,7 Nm.
Urusan fitur keselamatan dan kenyamanan, Suzuki GN 160 sudah cukup mumpuni dengan penyematan rem depan cakram yang dilengkapi sistem ABS, lampu depan LED, stop lamp bergaya vintage, hingga panel instrumen semi-digital.
Bahkan, Suzuki GN 160 sudah memiliki port USB untuk mengisi daya gawai di perjalanan.
Kawasaki W175 Street juga telah menyertakan fitur ABS pada roda depan dan velg cast wheel, meski speedometer-nya masih mempertahankan gaya analog klasik.

Sementara itu, Yamaha XSR 155 tampil paling modern dengan layar full LCD digital, lampu LED depan-belakang, suspensi depan inverted (USD), serta fitur Assist & Slipper Clutch yang membuat perpindahan gigi lebih halus.
Terkait harga di pasar Indonesia saat ini, Kawasaki W175 Street ditawarkan di angka Rp 38.900.000 OTR Jakarta.
Di sisi lain, Yamaha XSR 155 dipasarkan sedikit lebih tinggi yakni Rp 39.765.000 untuk wilayah Jakarta.
Jika nantinya Suzuki GN 160 benar-benar hadir, Suzuki harus melakukan penyesuaian harga yang signifikan agar lebih kompetitif dibanding hasil konversi langsung dari mata uang Peso yang mencapai Rp 55 jutaan tersebut.
Pilihan akhirnya kembali ke tangan konsumen: apakah lebih menyukai performa gahar XSR 155, kesederhanaan ikonik W175, atau justru menanti pesona keseimbangan gaya dan fitur yang ditawarkan oleh Suzuki GN 160.