-
Rem ala Skutik: Pedal rem kaki dihilangkan, kontrol rem belakang kini dipindah penuh ke setang kiri.
-
ABS Lebih Responsif: Modul ABS dipindah ke belakang komstir untuk memangkas jalur selang dan mempercepat respons pengereman.
-
Pengisian Daya Cepat: Mendukung AC fast charging hingga 22 kW dengan soket Type 2 standar Eropa.
Suara.com - Kehadiran motor sport bertenaga murni listrik dari Yamaha tampaknya semakin dekat dengan jalur produksi massal. Pabrikan berlogo garpu tala ini baru saja mematenkan desain terbaru yang mengungkap evolusi radikal dari proyek kuda besi bertenaga baterai mereka.
Disitat dari Cycle World, dokumen paten ini memiliki benang merah yang sangat kuat dengan motor konsep Proto BEV yang sempat mencuri perhatian di ajang Japan Mobility Show tahun lalu.
Menariknya, jika Proto BEV kental dengan nuansa motor sirkuit murni, gambar paten terbaru ini justru menampilkan wujud motor sport yang jauh lebih siap untuk dihomologasi ke jalan raya, dengan proporsi bodi agresif yang mengingatkan kita pada Yamaha YZF-R7.
Namun, kejutan sesungguhnya bukan pada wujud luarnya, melainkan pada bagaimana motor ini kelak akan dikendarai.
Sensasi Baru: Sportbike Tanpa Pedal Rem Kaki
Bagi para enthusiast roda dua, bersiaplah untuk mengubah total muscle memory Anda. Dokumen paten Yamaha menunjukkan sebuah pergeseran ergonomi yang radikal: hilangnya pedal rem belakang di pijakan kaki kanan.
Layaknya tren pada skuter matik (skutik) dan beberapa motor listrik modern, Yamaha memindahkan kontrol rem belakang sepenuhnya ke tuas di setang sebelah kiri, posisi yang selama puluhan tahun dikuasai oleh tuas kopling pada motor sport konvensional.
Perubahan ini menjanjikan sensasi cornering dan handling yang benar-benar baru, di mana pengendara bisa mengontrol pengereman roda belakang hanya dengan ayunan jari kiri.

Modul ABS Pindah Posisi untuk Respons Instan
Inovasi pengereman Yamaha tidak berhenti di tuas rem. Jika biasanya modul hidrolik Anti-lock Braking System (ABS) disembunyikan di bawah jok, insinyur Yamaha kini memindahkannya ke bagian depan, tepat di belakang kepala kemudi (komstir).
Bukan tanpa alasan, tata letak tak lazim ini dirancang untuk memangkas panjang selang rem secara signifikan. Hasilnya? Distribusi tekanan hidrolik menjadi jauh lebih cepat, memberikan respons pengereman ABS yang lebih instan dan presisi—sebuah faktor krusial untuk mengimbangi torsi buas khas motor listrik.
Rangka Bodi dan Baterai Jadi Satu Kesatuan
Beralih ke sektor sasis, motor sport tanpa emisi ini mengusung rangka model beam kokoh yang memeluk erat paket baterai berkapasitas besar.
Yamaha merancang rumah baterai ini menggunakan material aluminium die-cast. Komponen ini tidak hanya berfungsi sebagai pelindung sel baterai, tetapi juga diintegrasikan sebagai elemen struktural utama untuk mendongkrak rigiditas dan kestabilan motor saat dipacu di kecepatan tinggi.
Sementara itu, sistem kelistrikan ditata dengan sangat rapi; pengontrol pengisian daya (charge controller) diletakkan di atas baterai, dan pengontrol motor (motor controller) diposisikan di area bawah, tepat di depan unit penggerak listrik.