- Shell meluncurkan konsep mobil listrik Triple 10 Challenge pada pertengahan 2026 untuk mendemonstrasikan efisiensi tinggi serta pengurangan emisi.
- Kendaraan ini menggunakan teknologi cairan pendingin khusus untuk mempercepat pengisian daya di bawah sepuluh menit secara efisien.
- Proyek riset di Eropa ini menargetkan jejak karbon rendah serta biaya baterai lebih murah melalui desain modular inovatif.
Suara.com - Shell memperkenalkan konsep mobil listrik bernama Triple 10 Challenge, sebuah kendaraan proof-of-concept yang dirancang untuk menunjukkan filosofi baru dalam pengembangan EV generasi berikutnya.
Nama “Triple 10” merujuk pada tiga target utama: efisiensi 10 km/kWh, jejak karbon hanya 10 ton CO2e sepanjang siklus hidup, dan waktu pengisian daya kurang dari 10 menit.
Menurut Carscoops, konsep ini dikembangkan oleh Shell bersama mitra teknologi seperti Empel Systems untuk motor listrik dan drive unit, serta RML untuk baterai dan integrasi.
Shell memanfaatkan proyek ini untuk memamerkan teknologi cairan pendingin baru bernama Recharge thermal fluid, yang diklaim mampu meningkatkan efisiensi sekaligus mempercepat pengisian daya.
Triple 10 Challenge diumumkan pada pertengahan 2026 sebagai proyek riset dan demonstrasi. Meski belum ada rencana produksi massal, konsep ini menjadi gambaran arah pengembangan EV yang lebih cepat, ringan, dan ramah lingkungan.
Mobil konsep ini ditujukan untuk pasar Eropa, dengan klaim mampu mengurangi emisi siklus hidup hingga 50 persen dibanding EV generasi saat ini.
Shell menekankan penggunaan energi terbarukan untuk pengisian daya, sehingga konsep ini lebih cocok untuk negara dengan infrastruktur hijau yang berkembang pesat.

Triple 10 Challenge menawarkan solusi atas masalah klasik EV:
- Waktu pengisian lama → baterai kompak bisa terisi 10%–80% hanya dalam 9 menit 54 detik dengan charger DC 175 kW.
- Efisiensi energi rendah → sistem pendingin tunggal dengan cairan khusus meningkatkan efisiensi hingga 30% dibanding EV biasa.
- Biaya baterai mahal → desain modular sederhana menekan biaya hingga 25%.
Dengan kombinasi ini, Shell ingin menunjukkan bahwa EV bisa lebih cepat, murah, dan ramah lingkungan.
Triple 10 Challenge hadir sebagai hatchback lima pintu dengan desain futuristis: fascia tegak dengan light bar lebar, spion digital, handle pintu flush, serta interior minimalis dengan rotary shifter.
Baterai 58 kWh menghasilkan jarak tempuh hingga 520 km, sementara versi lebih besar 68 kWh bisa mencapai 610 km.
Teknologi kunci ada pada Recharge thermal fluid, cairan dielektrik yang memungkinkan pendinginan langsung baterai dan pendinginan tidak langsung motor serta komponen elektronik.
Sistem ini membuat pengisian cepat lebih aman dan efisien tanpa menambah bobot berlebih.
Jika teknologi ini masuk produksi, konsumen bisa menikmati mobil listrik dengan pengisian secepat isi bensin, biaya baterai lebih rendah, dan emisi lebih kecil.
Hal ini bisa mempercepat adopsi EV di pasar global, termasuk Indonesia, yang masih menghadapi tantangan infrastruktur charging.