Ketidakjelasan Insentif Pemerintah Berisiko Hambat Laju Penjualan Mobil Listrik Nasional

Manuel Jeghesta Nainggolan, Michele Alessandra Amabelle

Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:10 WIB
Ketidakjelasan Insentif Pemerintah Berisiko Hambat Laju Penjualan Mobil Listrik Nasional
Mobil listrik Leapmotor B10 yang segera dipasarkan di Indonesia. (Foto: SUARA.COM/Michele Alessandra)
baca 10 detik
  • CEO PT Indomobil, Tan Kim Piauw, menuntut pemerintah segera memberikan kepastian regulasi insentif kendaraan listrik di Jakarta.
  • Ketidakpastian kebijakan memicu aksi tunggu konsumen, yang berpotensi menghambat pertumbuhan penjualan mobil listrik di pasar Indonesia.
  • Leapmotor tetap berkomitmen melakukan ekspansi lokal dengan memproduksi SUV listrik B10 di Purwakarta untuk pasar domestik.

Suara.com - Ketidakpastian kebijakan mengenai insentif kendaraan listrik dari pemerintah kini menjadi sorotan tajam pelaku industri otomotif. Leapmotor menilai situasi ini berpotensi besar memperlambat tren positif penjualan mobil listrik di Indonesia karena konsumen cenderung mengambil sikap menunggu kepastian regulasi sebelum melakukan transaksi.

CEO PT Indomobil National Distributor yakni Tan Kim Piauw menekankan bahwa kejelasan aturan sangat krusial demi menjaga kepercayaan publik serta stabilitas ekonomi. Industri otomotif membutuhkan kepastian agar tidak terjadi stagnasi pasar yang berkepanjangan.

"Kami berharap dari pemerintah ada kejelasan dan kepastian supaya industri otomotif yang sangat mempengaruhi ekonomi Indonesia tidak terganggu. Kalau memang dapat, kapan dapat. Kalau memang tidak ada, ya disampaikan bahwa insentif ini tidak akan ada supaya industri otomotif memiliki trust" ungkap Tan Kim Piauw, di Jakarta,  Jumat (3 Juli 2026.

Menurut analisisnya, meski tidak berdampak pada seluruh lapisan pembeli, segmen konsumen yang berniat mengganti mobil lama dengan kendaraan listrik akan sangat terdampak. Mereka yang menjadikan mobil listrik bukan sebagai kendaraan utama kemungkinan besar akan menunda pembelian hingga ada keputusan resmi dari pemerintah.

"Kalau ditanya apakah ini memengaruhi, buat sebagian customer yang membeli mobil bukan sebagai first car, kemungkinan bisa jadi menunda. Tapi buat konsumen yang memang ada kebutuhan, tentu mereka tidak akan menunda. Jadi tergantung segmennya" jelasnya.

Kekhawatiran utama para produsen adalah munculnya pola penundaan berantai jika pengumuman kebijakan terus diundur.

"Kalau disampaikan mundur bulan depan, otomatis segmen yang memang menunggu akan menunggu lagi. Lalu bulan depan dibilang, 'eh tunggu lagi, mundur sebulan lagi', tentu konsumen akan terus menunggu. Itu akan memengaruhi pembelian" tambahnya.

Walaupun dihadapkan pada tantangan regulasi, Leapmotor tetap berkomitmen melakukan ekspansi di tanah air. Merek asal China ini dijadwalkan meluncurkan SUV listrik Leapmotor B10 pada ajang GIIAS 2026. Kendaraan ini diprediksi akan dijual dengan harga kompetitif di bawah Rp500 juta untuk area Jabodetabek. Guna memperkuat posisinya, Leapmotor B10 akan diproduksi secara lokal di Purwakarta dengan target pemenuhan TKDN minimal 40 persen.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Strategi Hyundai Redam Dominasi Mobil China Lewat Jajaran Produk Baru

Strategi Hyundai Redam Dominasi Mobil China Lewat Jajaran Produk Baru

Otomotif | Jum'at, 03 Juli 2026 | 12:48 WIB

Bocoran Spesifikasi dan Harga Leapmotor B10 yang Segera Melantai di GIIAS 2026

Bocoran Spesifikasi dan Harga Leapmotor B10 yang Segera Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:53 WIB

Hyundai Pastikan IONIQ 3 Siap Melantai di GIIAS 2026

Hyundai Pastikan IONIQ 3 Siap Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:53 WIB

Terkini

Ironi Ketidakadilan yang Dibiarkan Terjadi di Drama Pyramid Game

Ironi Ketidakadilan yang Dibiarkan Terjadi di Drama Pyramid Game

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Api Masih Berkobar di Bromo, Jalur Wisata Ditutup Sementara

Api Masih Berkobar di Bromo, Jalur Wisata Ditutup Sementara

Foto | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 08:00 WIB

3 Pemain Paling Berbahaya Singapura: Statistik Bicara, Timnas Indonesia Wajib Waspada

3 Pemain Paling Berbahaya Singapura: Statistik Bicara, Timnas Indonesia Wajib Waspada

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Ekonomi Hijau Jadi Strategi Nasional, Bisa Ciptakan 5 Juta Lapangan Kerja Baru pada 2029

Ekonomi Hijau Jadi Strategi Nasional, Bisa Ciptakan 5 Juta Lapangan Kerja Baru pada 2029

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 07:56 WIB

9 HP Murah RAM 8 GB dan Memori 256 GB Harga Rp1 Jutaan yangLayak Lirik

9 HP Murah RAM 8 GB dan Memori 256 GB Harga Rp1 Jutaan yangLayak Lirik

Tekno | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 07:49 WIB

Danantara Laporkan Progres Kampung Haji, Proyek Masuk Tahap Pemilihan Arsitek

Danantara Laporkan Progres Kampung Haji, Proyek Masuk Tahap Pemilihan Arsitek

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 07:46 WIB

Minat Investasi Tinggi, Bank Jago Catat 3,6 Juta Nasabah Sudah Terhubung Bibit

Minat Investasi Tinggi, Bank Jago Catat 3,6 Juta Nasabah Sudah Terhubung Bibit

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 07:46 WIB

Lumbung Pangan yang Kian Tangguh: Menakar Otot Ekonomi Lampung di Tahun 2026

Lumbung Pangan yang Kian Tangguh: Menakar Otot Ekonomi Lampung di Tahun 2026

Lampung | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 07:44 WIB

Titah Mark-up Mantan Ketua DPRD Ponorogo Berujung Bui

Titah Mark-up Mantan Ketua DPRD Ponorogo Berujung Bui

Jatim | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 07:38 WIB

Aset Industri Keuangan Syariah Tembus Rp3.131 Triliun pada 2025, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Aset Industri Keuangan Syariah Tembus Rp3.131 Triliun pada 2025, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 07:37 WIB

×