Bahlil Optimistis Hidrogen Bakal Jadi Pesaing Kuat Kendaraan Listrik Berbasis Baterai

Liberty Jemadu, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Selasa, 21 Juli 2026 | 20:26 WIB
Bahlil Optimistis Hidrogen Bakal Jadi Pesaing Kuat Kendaraan Listrik Berbasis Baterai
Bus Hidrogen Diesel Dual Fuel (Bus H2 DDF) diluncurkan di ajang Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Selasa (21/7/2026). Bus buatan Hino ini akan dioperasikan Damri di rute Jakarta-Karawang-Patimban sepanjang 194 kilometer. [Antara]
baca 10 detik
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memprediksi hidrogen akan menjadi pesaing utama kendaraan listrik dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang.
  • Indonesia memiliki potensi bahan baku melimpah dan proyek strategis untuk mendukung pengembangan industri hidrogen guna kemandirian energi nasional.
  • Pemerintah meluncurkan bus hidrogen di Jakarta sebagai proyek percontohan yang terbukti efektif menekan emisi gas buang secara signifikan.

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meyakini hidrogen bakal menjadi pesaing utama kendaraan listrik berbasis baterai dalam 5 hingga 10 tahun ke depan.

Hal itu disampaikan Bahlil pada agenda pembukaan Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition (GHES) 2026, di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

"Dan keyakinan saya, paling lambat Keyakinan saya 5-10 tahun ke depan hidrogen ini akan menyaingi kendaraan listrik yang berbasis baterai," ujarnya.

Menurutnya Indonesia memiliki modal besar dalam pengembangan industri hidrogen. Sebab bahan bakunya seperti air, gas alam, dan batu bara kalori rendah yang melimpah.

Hal tersebut turut didukung proyeksi lonjakan produksi gas nasional hingga 150 persen dari proyek strategis seperti Blok Masela dan Eni-Petronas, serta raksasa PLTA Mamberamo (21 GW) dan Sungai Kayan (13–14 GW).

Namun demikian, Bahlil mengakui bahwa pengembangan hidrogen saat ini masih dibayangi oleh biaya yang mahal. Namun menurutnya seiring berjalannya waktu dan dengan kemajuan teknologi tingginya biaya tersebut dapat ditekan.

"Nah inilah tantangan kita semua, bagaimana mendapatkan teknologi yang lebih efisien agar hidrogen semakin kompetitif,” ucap Bahlil.'

Bus Hidrogen Diesel Dual Fuel (Bus H2 DDF) diluncurkan di ajang Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Selasa (21/7/2026). Bus buatan Hino ini akan dioperasikan Damri di rute Jakarta-Karawang-Patimban sepanjang 194 kilometer. [Antara]
Bus Hidrogen Diesel Dual Fuel (Bus H2 DDF) diluncurkan di ajang Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Selasa (21/7/2026). Bus buatan Hino ini akan dioperasikan Damri di rute Jakarta-Karawang-Patimban sepanjang 194 kilometer. [Antara]

Di samping itu, Bahlil menyatakan bahwa hidrogen menjadi energi alternatif yang sangat krusial di tengah ketidakpastian geopolitik global. Menurutnya, situasi tersebut memaksa setiap negara mengamankan pasokan energi nasional dengan mengoptimalkan keunggulan komparatif masing-masing.

"Seperti konflik di Timur Tengah yang melahirkan ketidakpastian. Kondisi ini memaksa setiap negara untuk memproteksi kebutuhan energi nasionalnya dengan memanfaatkan keunggulan komparatif masing-masing," pungkasnya.

baca juga

Sebelumnya diwartakan Indonesia resmi memulai penerapan penggunaan hidrogen melalui peluncuran Pilot Bus Hidrogen Diesel Dual Fuel (Bus H2 DDF) serta pengembangan Green Hydrogen Corridor rute Jakarta-Karawang-Patimban sepanjang 194 kilometer.

Hal itu disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam pembukaan Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Selasa (21/7/2026).

Bus H2 DDF merupakan hasil kerja sama Kementerian ESDM, PT PLN (Persero), dan Perum DAMRI. Bus bermesin diesel Hino 6 silinder berkapasitas 7.684 cc tersebut dimodifikasi menggunakan 16 tabung penyimpanan hidrogen berkapasitas masing-masing 50 liter dengan tekanan kerja 150 bar.

Pengujian teknis dan verifikasi keamanan proyek percontohan ini dilakukan oleh PT SUCOFINDO (Persero) selaku lembaga inspeksi independen. Berdasarkan data pengujian SUCOFINDO, penggunaan sistem gabungan solar dan hidrogen tersebut berhasil menekan emisi opasitas sebesar 57,66 persen, karbon monoksida 45,45 persen, karbon dioksida 39,37 persen, serta nitrogen oksida sebesar 21,16 persen.

Skema modifikasi ini dipilih agar pengurangan emisi gas buang dan penghematan BBM solar dapat dilakukan tanpa harus mengganti seluruh armada bus yang beroperasi saat ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mulai 2027 Bensin Wajib Dicampur Etanol, Demi Kurangi Impor BBM

Mulai 2027 Bensin Wajib Dicampur Etanol, Demi Kurangi Impor BBM

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 20:17 WIB

Proyek Hidrogen Dimulai Meski Harga Masih Mahal

Proyek Hidrogen Dimulai Meski Harga Masih Mahal

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 20:08 WIB

Enggak Cuma Senjata dan Becak, Pindad Juga Akan Bikin Tabung Gas CNG

Enggak Cuma Senjata dan Becak, Pindad Juga Akan Bikin Tabung Gas CNG

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:49 WIB

Bahlil Yakin Mobil Hidrogen Bakal Saingi Kendaraan Listrik

Bahlil Yakin Mobil Hidrogen Bakal Saingi Kendaraan Listrik

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:15 WIB

Minyak Mentah Rusia Tiba di Indonesia, Bahlil: Jangan Tanya Harganya

Minyak Mentah Rusia Tiba di Indonesia, Bahlil: Jangan Tanya Harganya

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:11 WIB

Terkini

Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff

Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon

Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon

Sport | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:43 WIB

Mantab! Tiga Atlet Muaytha Solo Tembus Semifinal Porprov 2026

Mantab! Tiga Atlet Muaytha Solo Tembus Semifinal Porprov 2026

Surakarta | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Sumsel Bidik Perdagangan Karbon di Tengah Krisis Karhutla, Sejauh Mana Kesiapannya?

Sumsel Bidik Perdagangan Karbon di Tengah Krisis Karhutla, Sejauh Mana Kesiapannya?

Sumsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Sepatu Futsal Lokal Tembus Dunia, Ortuseight Siapkan Enam Lini Jogosala Terbaru

Sepatu Futsal Lokal Tembus Dunia, Ortuseight Siapkan Enam Lini Jogosala Terbaru

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Dari Kekalahan ke Pesta Gol, Shin Tae-yong Ungkap Perubahan Persija Saat Hajar Arema FC

Dari Kekalahan ke Pesta Gol, Shin Tae-yong Ungkap Perubahan Persija Saat Hajar Arema FC

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Fadli Zon Terima Anugerah Mahottama Adibudaya Nusantara, Ini Alasan di Baliknya

Fadli Zon Terima Anugerah Mahottama Adibudaya Nusantara, Ini Alasan di Baliknya

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:59 WIB

WALHI Sumsel Soroti Dry Ice di Palembang, Minta Biaya dan Hasil Evaluasi Dibuka ke Publik

WALHI Sumsel Soroti Dry Ice di Palembang, Minta Biaya dan Hasil Evaluasi Dibuka ke Publik

Sumsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Haji Isam Dikaitkan MSCI, Pakar Saham Minta Dibuktikan

Haji Isam Dikaitkan MSCI, Pakar Saham Minta Dibuktikan

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Menko Yusril: Usulan Luhut soal Definisi Korupsi Layak Dipertimbangkan

Menko Yusril: Usulan Luhut soal Definisi Korupsi Layak Dipertimbangkan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:43 WIB

×